
sementara sang sopir yang masih berada di dalam mobil bernapas lega saat tiba di kediaman David dalam waktu tiga belas menit
sang sopir begidik ngeri saat mengingat ancam David,tentang Jena yang akan menggambar angka 46 di jidatnya, menggambar sebuah batu saja yang hanya sebuah lingkaran tak jelas butuh waktu sampai berminggu-minggu,apalagi sebuah angka,pasti berbulan-bulan,pikir sang sopir yang mengeleng keras saat memikirkan hal tersebut
di kamar setelah Erina duduk di sofa,David langsung bersimpuh di hadapan Erina
"sayang kau ingatkan apa yang aku katakan semalam,apa yang akan terjadi dan siapa putri Amera," ucap lembut David pada Erina sambil terus memegang tangan Erina
tampak Erina sedang berpikir, tiba-tiba matanya terbelalak ketika mengingat apa yang di katakan David sebelum mereka melakukan adegan panas
"jadi wanita ini yang kau bilang,yang mungkin akan membuat skandal denganmu," ucap Erina, David hanya mengaguk
Erina langsung menatap David dengan tatapan yang sulit di artikan,
"walaupun pria di dalam gambar tersebut adalah tempelan wajahmu,tetap saja kamu salah karena membiarkannya beredar membuatnya terlihat olehku,"ucap Erina sambil menatap David
David terbelalak sungguh dia ingin menenggelamkan dan menguliti orang yang membuat foto tersebut,tapi dia harus ekstra sabar dalam melakukan rencananya agar seluruh keluarganya dan keluarga Erina aman
"sayang bukankah ini semua sudah kita rencanakan untuk memancing para penjahat tersebut," ucap David dengan lembut menahan kekesalan pada istrinya yang cemburu buta pada sesuatu yang dia tau akan terjadi
__ADS_1
Erina kemudian tersenyum pada David,membuat David langsung tak enak perasannya setelah melihat senyuman sang istri
"baiklah aku tak akan marah padamu,aku akan memaafkan mu tapi dengan satu syarat," ucap Erina dengan tersenyum penuh arti
"baiklah katakan apa yang kau inginkan aku kan lakukan ," ucap David dengan keyakinan
"aku,ibu,Eni,ibu need,ibu Eni dan ibu Desi ingin membuka yayasan untuk anak terlantar dan lansia,aku ingin kau menyumbang dan sumbangan mu harus lebih banyak dari ayah ," sontak ucap Erina membuat David langsung tersentak kaget sekarang dia mengerti kenapa istrinya ngambek selain melihat foto dia menginginkan sesuatu
"baiklah katakan saja berapa jumlahnya aku akan mentransfer ke rekening mu," ucap David sambil tersenyum mengelus perut buncit istrinya
sementara itu di kamar ibu Anita,"sayang jadi kan menyumbang untuk yayasan yang akan kami bangun,ingat sumbangan mu harus lebih besar dari yang lain," ucap ibu Anita
membuat Anita tersenyum lebar entah apa yang sudah mereka diskusikan bersama sehingga mereka berniat membangun sebuah yayasan padahal yayasan yang di kelola perusahaan sudah ada
tapi entahlah mungkin yayasan tersebut sebagai simbol peringatan perdamaian antara ibu Anita dan ibu Desi.
sedang need yang baru saja pulang ke rumah, langsung menuju kamarnya,tampak Eni menyambutnya dengan senyuman
"sayang kau pasti lelah aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu,"ucap Eni sambil mengambil tas need
__ADS_1
"kenapa meyiapakan air,kau kan sedang hamil besar,jangan melakukannya lagi,biar aku yang melakukannya," ucap need yang khawatir istri jatuh di kamar mandi
"sayang mandi dulu aku sudah menyiapkan kopi dan cemilan untuk mu," ucapan Eni membuat need menatap Eni dengan tatapan yang sulit di artikan
need pun langsung ke kamar mandi setelah membersihkan diri need langsung keluar dan berpakaian
tampak Eni yang sedang duduk di sofa menunggunya
"ada apa sayang apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan," ucap need melihat gelagat Eni sama persis dengan gelagat sang ibu saat ingin sesuatu pada sang ayah
Eni tersenyum lalu mengangguk,need langsung duduk di sofa samping Eni dan merangkulnya
"baiklah sayang katakan apa yang kau inginkan," ucap need sambil tersenyum
"tapi kau harus mengabulkannya," ucap Eni
"ya aku akan mengabulkan keinginanan mu," ucap need dengan senyuman manisnya .
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya selamat pagi
__ADS_1