BABY JENIUS YANG TAMPAN

BABY JENIUS YANG TAMPAN
sok sosialita


__ADS_3

dengan tanpa perasan bumil itu langsung berkata ,"nona apa urat malumu sudah putus menggoda suami orang di siang bolong begini," ucap Eni sarkas


membuat wajah wanita tersebut memerah karna malu bercampur marah


,"kau dasar wanita kampungan beraninya kau menghinaku ,"ucap wanita tersebut


,"apa kampungan , kelakuan kamu yang kampungan,"dasar sok sosialita gayanya,padahal kehidupan sosialnya di bawah standar ,"ucap Eni


membuat wanita tersebut semakin geram dengan ucapan Eni


,"dasar wanita tak tau diri sudah hitam jelek belagu lagi ,"ucap wanita Tersebut


Eni tersenyum mengejek,"nona kulitku namanya kuning Langsat dan wajahku cantik alami,emang situ semua dari plastik hati-hati entar meleleh kelamaan di bawah sinar matahari ,"ucap Eni


membuat para pengunjung tertawa mendengar perkataan Eni


,"dasar wanita tak tau diri aku heran kenapa need mau menikahi wanita yang mulutnya penuh dengan lebah ,"ucap wanita tersebut


,"memang mulutku kalau hadapi pelakor harus seperti lebah tapi yang penting saat bersama suami semanis madu ,"ucap Eni tersenyum hangat pada sang suami yang terus memeluknya sedari tadi

__ADS_1


,"awas ya kamu aku akan membalasnya,"ucap wanita tersebut langsung keluar dari tempat perhiasan tersebut karena merasa sangat malu atas perkataan eni


sementara di tempat lain seorang wanita sedang mengikuti mobil seseorang yang tadi tak dapat dia temui di perusahan


tapi rupanya doanya belum di kabulkan karna dia mendapatkan lampu merah saat berusaha mengikuti mobil tersebut,munkin sang lampu merah memberi tanda pada si wanita agar menyerah saja sebelum terlambat


akhirnya wanita Tersebut pulang kembali ke apartemennya dengan sangat kesal


David tiba di rumahnya dengan senyuman indahnya mencari sang vitamin kebahagiaan yang sedang bersama sang ibu mertua di taman mengawasi sang buah hati bermain


Erina menerapkan pada si kembar harus bermain di luar pada pagi dan sore hari agar mereka tidak terus bermain dengan ponsel mereka


David langsung Berlari ke arah ke dua putranya yang bermain bola tanpa mengati paken dan hanya melepaskan jasnya David ikut bermain bola sang Kakek yang baru datang tak kalah antusias bermain


akhirnya ke empat pria berbeda usia tersebut bermain bersama


ibu Anita dan Erina tertawa saat mereka melihat permainan bola para pria dewasa dan balita yang tinggi mereka bahkan hanya di paha sang ayah dan kakek Mereka


para pelayan yang mendengar tawa majikannya ikut menyaksikan permainan bola yang tak seimbang tersebut

__ADS_1


walaupun kecil ternyata si kembar sangat jago bermain bola membaut sang kakek dan ayah cukup kewalahan menghadapi mereka berdua


akhirnya suara Erina menghentikan kegiatan mereka karena si kembar harus mandi


mereka semua masuk dalam rumah untuk membersihkan diri masing-masing


sedangkan di tempat perhiasan need menelan silvanya saat Eni menatapnya dengan buas


,"sayang aku sungguh tak mengenalnya,"ucap need


,"aku inggin membeli empat perhiasan dua untuk mama dan dua untuk ku," ucap Eni dengan mata yang melotot pada need


membuat need menciut seketika dan langsung menganguk tanda setuju


sedang si ratu tanpa perasaan melihat hal tersebut langsung tersenyum lebar pada sang menantu dan tersenyum sini pada need


membuat need meradang seketika dengan kekompakan sang istri dan mamanya.


ini aku up untuk ucapan terimakasih pada kalian pembacaan yang ku sayangi

__ADS_1


__ADS_2