
"Baikalah kami akan pergi ke tempatmu hari Minggu."ucap Need dan Desalan,David Tersenyum sumringah, membuat ketiga orang di hadapannya semakin merinding, entah apa yang di lakukan ibu Anita selam hamil, sehingga melahirkan anak seperti David, otaknya selalu bekerja dengan cepat asalkan mendapatkan keuntungan
Saat tengah bercerita mata tajam need melihat Brayen sedang bersama Rani yang duduk di karpet bulu sambil bermain bersama, Need menatap tajam, saat akan bangkit untuk mengambil putrinya,mata Need tak sengaja bertemu mata istrianya,yang menatap tajam, seolah-olah mata itu berkata " kalau kau ambil Rani jangan harap ada jatah untuk satu Minggu, membuat nyali Need menciut
"Wah Need lihatlah calon menantuku sedang bermain bersama, calon suaminya, bukanya, mereka pasangan serasi ." goda David yang melihat tatapan tajam Need pada Brayen yang sedang bermain di karpet dengan Rani
Need memutar bola matanya malas, mendengar perkatan David
"Sebenarnya aku bingung kenapa kau sangat membenci Brayen." tanyak Desalan yang penasaran awalan mula kebencian Need pada Brayen, Lewis juga tampak penasaran
Need terdiam sesaat dan melihat ke arah David, tidak munkin dia mengatakan bahwa dia di jebak oleh mamanya sediri dan tantenya, menjadikan si kembar sebagai kaki tangannya, apalagi mengatakan dia pernah telanjang saat di dapat, gara-gara Brayen menipunya dengan mengambil semua pakaian yang di milikinya dengan mengatakan bahwa akan membantu untuk membersihkannya
"Karena dia masih kecil." ucap Need asal, membuat desalan dan Lewis kurang puas
__ADS_1
"Apa bukan karena kau merasa iri pada Brayen yang sangat tampan dan berkarisma." ucap David sambil tersenyum menggoda
Membuat need benar-benar kesal dengan David
Sementara Rani bayi tersebut terus terkekeh melihat Brayen, yang hanya akan tersenyum saat melihatnya, suara tawa Rania membut Need semakin meradang tak jelas
Need pura-pura melihat jam tangannya, " sepertinya hari sudah sore, anak-anak pasti lelah, sebaiknya kami duluan." ucap Need
"Kau ini,ini baru jam satu siang mana ada sore, emang jam di arloji kamu jam berapa..?." tanyak Desalan
Need kembali melihat arlojinya, " oh iya tadi aku kira jam lima." ucap Need asal
Membuat David langsung tersenyum, " aku tau kau pasti iri pada putraku karena putri mu bisa tertawa dengan sangat ceria walaupun eksepsi putraku datar." ucapan David tepat mengenai uluh hati Need,
__ADS_1
"Mana munkin aku iri, Rani pasti Tersenyum bila melihat ku." ucap Need percaya diri
"Baikalah mari kita ke tempat Rani dan Brayen, kita akan membuktikannya bersama." ucap David
Ke empat pria tersebut langsung pergi ke tempat Brayen dan Rani bermain, Need langsung menyingkirkan Brayen Drai hadapan Rani, lalu di mengantikan Brayen duduk di hadapan Rani
Rani yang melihat hal tersebut langsung celingak-celinguk mencari Brayen tapi hasilnya nihil, karena tak melihat Brayen yang tubuhnya di tutup Need, spontan Rani langsung mengis kencang, membuat Need kelimpungan
Sementara ke tiga orang yang berada di belakangnya Need spontan tertawa karena melihat Need yang berusaha membuat Rani berhenti menangis,tapi tangisan Rani semakin kencang tak terkendali membuat Need langsung mengangkat kembali tubuh Brayen ke hadapan Rani, spontan tangisan Rani mereda seketika, membuat Need berasa makan empedu ayam yang pahit
Sedang ketiga pria di di belakangnya semakin keras tertawa,sedangkan yang lain bingung dengan apa yang terjadi.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1