BABY JENIUS YANG TAMPAN

BABY JENIUS YANG TAMPAN
ingin merasakan


__ADS_3

Oman menatap bingung pada Pangeran Wonda


"ini hasilnya karena kau terlalu percaya diri dan terlalu percaya pada orang lain hanya karena sedikit uang investasi ,sekarang kita rugi miliaran akibat ulah mu," ucap pangeran Wonda sambil menatap tajam oman


Oman sangat terkejut saat mendengar pulau tempat mereka memproduksi senjata telah di rampok


"apa maksudnya di rampok,mana mungkin kita di rampok, penjagaan pulau tersebut sangat ketat dan di kelilingi oleh lautan dan pulau terdekat adalah kerajaan benua dan sebuah pulau pribadi yang tak pernah ada siapapun yang mendekat ke pulau tersebut," ucap Oman


"kau pikir siapa lagi tentu saja orang yang meberikan mu data palsu tentang putri Erina ," ucapan t


pangeran Wonda membuat Oman ingin mencek lehernya sendiri


sementara di pulau keberadaan David dan Lewis


"wah pulau ini sangat indah pantas saja ibumu tak membiarkan siapapun mendekat ," ucap Lewis


" pulau ini sekarang milik istriku ibuku memberikannya,"ucap David


"wah pasti ibumu sangat mencintai Erina sehingga meyerahkan mahar dari kakek kepada Erina," ucap Lewis


"semua orang di rumahku menyukai istriku bahkan selalu membelanya walaupun aku sendiri yang jadi korbannya...," ucap David

__ADS_1


"wah kau harus baik ke pada Erina ," ucap Lewis


"apa kau pernah merasakan makan tempe dan tahu yang tawar," tanyak David


"aku belum pernah makan tempe dan tahu kata orang makanan itu enak," ucap Lewis


David tersenyum pada lewis,"apakah kau mau juga merasakan hal tersebut seperti yang Erina akan buat untuk ku," tanyak David


"ya tentu saja apa setiap wanita akan memberikannya pada suami mereka aku jadi penasaran kapan Tika akan memberikannya," sontak ucapan Lewis yang polos membuat David Tersenyum kecut


"bagaman jika aku membantumu untuk dapat merasakan tahu dan tempe tawar buatan Tika seperti yang terjadi pada aku dan need," ucap David


"baiklah kau akan merasakannya dalam waktu dekat ini," ucap David


sementara itu di sebuah pulau tampak Oman terpaku melihat pulau tersebut kosong,bahkan peluru satu biji pun tak di temukanya , seolah-olah pulau tersebut tak pernah terisi sesuatu membuat Oman benar-benar frustasi, cara satu-satunya adalah menemui Lewis


Oman pun keluar dari pulau tersebut menuju perusahan Lewis tapi tampaknya perusahaan sudah tutup karena jam yang menunjukan pukul sepuluh malam


Oman langsung melajukan mobilnya menuju apartemen putri Amera,tapi apartemen itu kosong


Oman langsun ke klub malam untuk melepaskan rasa frustasinya

__ADS_1


Oman yang sudah sangat mabuk di bawa dua orang pria dan satu wanita


kedua pria tersebut langsung memasukan Oman ke kamar hotel bersama wanita tersebut lalu pergi meninggalkan mereka


sementara putri Amera yang tak mengetahui apapun sedang berpesta bersama teman prianya di salah satu klub pribadi


David yang berada di ruang kerjanya Tersenyum melihat beberapa bukti yang sudah berada di genggamannya


setelah mengecek semuanya David langsung kembali ke kamarnya dan langsung memeluk tubuh istrinya yang akan masuk ke istana besok


sementara di kamar kembar mereka telah meyiapakan beberapa hadiah untuk orang-orang tertentu bahkan ada yang di tulis, spesial dari si kembar


"apakah kau sudah memberikan penawaran pada Maman untuk Fandi ," tanyak Brayen yang tau kadan Brian suka lupa


"untung kau ingatkan aku sudah memisahkannya tadi Maman akan mengambilnya besok," ucap Brian


"ingat jangan sampai kau memberikan racun bukan penawar,kau ini sebaiknya tulisanmu agak kau perbesar agar tidak binggung," ucap Brayen


Brian hanya mengangguk.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2