BABY JENIUS YANG TAMPAN

BABY JENIUS YANG TAMPAN
di bina kalau tidak bisa di binasakan


__ADS_3

ke empat orang tersebut sangat terkejut atas jawaban ibu Anita


mereka jadi binggung sendiri tidak munkin mereka akan ke kantor bertemu David


David yang ketinggalan berkas penting,setelah dari rumah sakit tadi yang langsung akan ke kantor mengingat berkas tersebut yang dia letakan di meja samping tempat tidur saat akan berangkat karna istrinya masih tidur jadi dia meletakan berkas tersebut dan mencium istrinya sebelum ke kantor


tapi saat pergi dari kamar dia melupakan berkas tersebut


David bertanya siapa yang datang saat ada mobil di pekarangan rumah dan begitu masuk dia terkejut melihat manejer kantornya bersama sang istri dan orang yang masuk daftar hitam untuk di bina kalau tidak bisa ya di binasakan sekalian


mereka terkejut melihat David sang manejer langsung memberikan hormat pada David begitupun dengan sang istri


,"selamat pagi tuan muda maaf saya dan sodara saya datang ke rumah tuan sepagi ini,"ucap paman Ita


David yang sudah mendudukkan bokongnya di kursi hanya mengangguk


,"ada apa kalian kesini,"ucap David


,"kami orang tua Erina dia telah mencuri dan melarikan diri jadi kami berniat membawanya kembali ke kampung ,"ucap ibu dina dengan percaya diri


David langsung tersenyum sini ,"harta yang mana anda maksud dan sepertinya anda tidak tau siapa Erina di rumah ini sehingga anda dan keluarga anda selancang ini datang ke kediaman saya ," ucap David


ibu dina menelan ludahnya dengan kasar dan wajahnya tampak pucat

__ADS_1


saya hanya ingging dia pulang dan ikut kami ucap mama Ita kekeh


dari arah lift tampak Erina keluar membawa berkas sang suami tadi saat bangun dia melihat berkas tersebut dan ingging meminta tolong pada sopir untuk mengantarkannya pada David


langkahnya terhenti saat mendekat ke ruang tamu dia melihat paman dan bibinya serta dua orang yang tak di kenal


ibu Anita yang melihat sang menantu langsung memanggil


,"sini sayang ada yang mencarimu," ucap ibu Anita sambil tersenyum


David menoleh melihat sang istri dan tersenyum


Erina langsung berjalan dan duduk di antara mertua dan sang Suami


,"sayang apa kau kenal ke dua orang ini ,"ucap David


,"mereka adalah paman dan bibiku ,"ucap Erina


,"katanya kau mencuri harta mereka," ucap David


,"aku mengambil harta peninggalan ibuku yang di wariskan nya padaku ,"ucap Erina


,"kau bohong dia adalah ayahmu dan aku ibu tiri mu, walaupun aku ibu tirimu tapi aku yang merawat mu," ucap ibu Dina berusaha berakting menyedihkan

__ADS_1


ibu Anita memutar bola matanya jengah melihat mama Ita


,"sudah tak usah akting berlebihan ," ucap ibu Anita


,"kau aku pecat dari perusahan mulai saat ini sambil menunjuk paman Ita," ucap ibu Anita membuat sang manejer tampak shyok karna sang nyonya yang langsung memecatnya


ibu Anita sangat mengerikan saat memecat seseorang jangan harap akan ada perusahaan yang akan menerimamu lagi


,"beraninya kalian datang ke rumahku dan memfitnah menantu ke sayangan ku ,"ucap ibu Anita


,"pak,Ali teriak ibu Anita pada bodyguard pribadinya sedari dia muda dulu ,"


Ali langsung memberi hormat


,"hukum mereka sebelum kau mengusirnya dan untukmu David selesaikan secepatnya masalah ini begitu mereka sudah di luar pagar ucap ibu Anita tegas ,"David hanya mengangguk


ibu Anita langsung menarik sang menantu masuk


,"ayo sayang hawa di sini tidak baik untuk kandungan mu," ucap ibu Anita seraya berlalu


membuat ke empat orang tersebut langsung ketakutan dan shyok apalagi ibu Dina saat mendengar kata menantu keluar dari mulut ibu anita


otomatis romantis Erina adalah istri David CEO perusahan Guetta, membuat ibu Dina mama Ita membeku seketika

__ADS_1


Ali dan beberapa anak buahnya langsung memegang ke empat orang tersebut dan di bawa ke dalam sebuah ruangan mulut mereka di tampar Hinga bengkak dan terluka oleh para bodyguard setelah selesai mereka di lempar keluar pagar bersama mobil yang mereka kendarai sudah di luar pagar


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya selamat pagi dan selamat berhari Minggu


__ADS_2