
semingguan telah berlalu tuan Estonia sudah tinggal bersama kakek David di rumah utama keluarga
sedang Lewis tinggal di rumah yang dulu dia tempati,semua orang sudah kembali ke aktifitasnya
di hari Minggu yang cerah keluarga David sedang bersantai di ruang keluarga bersama bersama si kembar dan tuan Andrew
sedangkan ibu Anita dan Erina sedang membuat kue untuk mereka,saat sedang asik bercengkrama
datang seorang pelayan yang memberikan kabar bahwa ibu Desi ada di ruangan tamu
membuat tuan Andrew dan David saling memandang
"apakah dia mengatakan keperluannya,?tanyak tuan Andrew pada sang pelayan
"katanya dia ingin bertemu nyonya dan tuan," ucap sang pelayan
"baiklah beritahukan nyonya kalau ibu Desi kemari," ucap tuan Andrew
ibu Anita yang baru saja dari dapur bersama sang menantu langsung menuju sang suami
"sayang apa benar Desi ada di ruang tamu ," ucap Anita tak percaya Desi mau merendahkan datang ke rumah Mereka untuk menemuinya
__ADS_1
"kata pelayan tadi sih begitu, Ingin bertemu kita berdua," ucap tuan Andrew
"baiklah ayo kita melihatnya,"ajak ibu Anita pada sang suami
sedangkan ibu Desi di ruang tamu sedang harapan-harap cemas, takutnya Anita tak ingin menemuinya
tapi perasan itu sirna saat melihat ibu Anita dan tuan Andrew berjalan kearahnya
ibu Anita dan tuan Andrew duduk berhadapan dengan ibu Desi
ibu Desi terdiam saat menatap ke dua orang di hadapannya
"kenapa kau meminta maaf pada kami ," ucap ibu Anita yang tak mengerti
"maafkan kesalahanku yang dulu karena berusaha memisahkan kalian dan selalu iri padamu, aku sangat menyesal telah melakukan hal buruk terutama padamu," ucap ibu Desi sambil menatap ibu Anita dengan mata sembab
"sudahlah aku sudah lama memaafkan mu,dan tidak seharusnya di masa tua kita ini kita masih saling membenci,"ucap ibu Anita
membuat ibu Desi semakin terisak
"aku datang ke sini ingin meminta maaf setulus hati dan juga meminta tolong padamu tentang kasus Deni aku ingin menuntut pihak sekolah yang telah lalai menjaga cucuku, tapi aku tak punya bukti apapun," sontak ucap ibu Desi membuat ibu Anita dan tuan Andrew bernapas lega setidaknya dengan kejadian yang menimpa Deni,ibu Desi telah belajar
__ADS_1
"kami akan membantumu," ucap ibu anita yang mendapat anggukan dari tuan Andrew yang berada di sampingnya
"baiklah aku akan ke ruang kerjaku dulu," ucap tuan Andrew dan berlalu
Desi langsung berdiri dan memeluk ibu Anita sedangkan tuan Andrew yang tadi hendak ke ruang kerjanya mengehetikan langkahnya dan menoleh melihat Desi yang memeluk Anita
tuan Andrew tersenyum dan melanjutkan langkahnya ke ruang kerja
ibu Anita sangat terharu akhirnya setelah lebih dari dua puluh tahun permusuhan mereka, sekarang sudah hilang
"apa kau pernah bertemu kepala sekolah tempat di mana kau menitipkan Deni,"tanyak ibu Anita setelah pelukan mereka sudah terlepas dan ibu Desi telah kembali ke tempat duduknya
ibu Desi mengaguk"kau pasti tak percaya bahwa kepala sekolah tersebut adalah Enda teman kuliahku yang menyiram wajahku dengan air keras dulu,"sontak ucap ibu Desi membuat Anita terbelalak saat mengingat nama tersebut
"apakah dia datang menemui mu,"ucap ibu anita
"tidak aku yang datang di kantornya untuk menemuinya,aku sangat terkejut saat,tau bahwa dia kepala sekolah yang asli dan kemari saat aku bertemu untuk memasukan Deni ke sekolah tersebut ternyata aku hanya bertemu wakilnya yang aku pikir kepala sekolah,"ucap ibu Desi
membuat ibu Anita mengaguk.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1