
setelah perdebatan dan perdamaian yang terjadi di dalam kamar
Erina dan David keluar untuk makan malam bersama Erina
ibu Anita tersenyum melihat menantu dan putranya
," Minggu depan aku akan mengajak si kembar berwisata," ucap ibu Anita
Erina dan David langsung melihat sang ibu
," memang ibu mau ke mana ," tanyak David penasaran
," mau ke puncak bulan madu bersama ayah kalian ," ucap ibu Anita enteng
David langsung tersedak mendengar perkataan ibunya sementara tuan Andrew tersenyum sumringah
,"berapa hari ibu akan berlibur di sana ," ucap Erin
," ibu akan berada di sana hanya dua hari,Sabtu dan Minggu saja ," ucap ibu Anita
Erina mengaguk mengerti
setelah makan Erina masuk ke kamar melihat kotak perhiasan tersebut sambil tersenyum
,"ingat besok kita akan makan malam bersama di rumah ayahmu," ucap David
," apa kita akan mengajak ayah dan ibu ," ucap Erina karena tak enak bila hanya mengajak si kembar
David berpikir sejenak
,"sebaiknya nanati saja kita akan makan bersama lain kali bersama mereka," ucap David
Erin hanya mengangguk
," aku akan ke ruang kerja ayah dulu ," ucap David sambil berlalu
__ADS_1
di ruang kerja ayah David tampak ibu Anita juga berada di dalam
David masuk lalu duduk bersama ke dua orangtuanya
David menceritakan siapa sebenarnya Erina dan apa yang terjadi,membuat ke dua orang tua David cukup terkejut atas identitas sang menantu yang mereka pikir seorang anak yatim piatu ternyata seorang putri
setelah menceritakan semuanya David pun mengatakan rencananya pada ke dua orang tuanya,stelah pembicaraan mereka David langsung keluar dan menuju ruang kerjanya
hari sudah sangat larut setelah menyelesaikan pekerjaannya David langsung menuju kamarnya tampak Erina sudah terlelap.
Joko yang telah kembali dari kampung tempat mereka tinggal langsung masuk dan menuju kamar dia melihat ibu Eni yang sedang terlelap,Joko tersenyum sebentar lagi kita akan hidup tenang ucap Joko .
hari telah berganti di sebuah markas tampak seorang pria sedang marah karena data perusahaannya bocor dan barang-barang yang akan di jualnya di pasar gelap tiba-tiba di amankan petugas
membuat Lewis sangat murka bagamana bisa semua terjadi dalam sekejap mata
mau tidak mau lewis terpaksa harus balik untuk melihat perusahannya, padahal dia sudah merencanakan penculikan
membuat Lewis harus mengundurkan rencana penculikannya,hal tersebut membuat Lewis sangat murka karena tak dapat secepatnya memiliki Erina.
hari ini adalah hari di mana Erina,David,Eni dan need serta si kembar akan makan malam di rumah ayah Wira
sedang Joko dan ibu Eni sudah menunggu dengan perasan tak menentu
kondisi tuan Wira semakin membaik setelah pertemuan dengan Erina
keluarga kecil David keluar dari mobil begitupun,need dan Eni yang baru sampai
Eni terpaku saat akan masuk ke dalam rumah matanya menatap pada sosok pria yang sedang berada di samping ibunya
need yang merangkul istrinya ikut mengehetikan langkahnya
need melihat ke arah yang di lihat Eni,need hanya melihat seorang pria paruh baya di samping mertuanya
Eni langsung berlari menghambur memeluk tubuh pria tersebut
__ADS_1
need terbelalak saat melihat istrinya berlari,need langsung menghampiri istri dan berjongkok memeriksa peluk istrinya yang sedang memeluk seorang pria
merasa perut istrinya tak apa-apa need langsung berusaha melepaskan pelukan Eni
membuat Eni sangat kesal karena need memisahkannya dari ayahnya
,"apa kau ingin terus memeluk pria lain di hadapan suamimu ," ucap need
membuat semua orang tersenyum melihat hal tersebut
Eni memutar matanya malas
,"apaan sih mas," ucap Eni melepas rangkulan need
ibu Eni langsung melerai sebaiknya kita masuk dulu
akhirnya mereka semua masuk ke dalam dan langsung ke meja makan
tak berselang lama Joko masuk ke kamar tuan Wira
tuan Wira dan Joko keluar bersama menuju meja makan
mata Eni membulat saat melihat tuan Wira
," paman anda masih hidup.... ," ucap Eni dengan terkejut,membuat need yang mendengar langsung melihat ke arah dua pria paruh baya yang berjalan ke arah mereka
tuan Wira tersenyum melihat mereka semua tapi matanya menangkap dua anak kecil yang sangat tampan dengan wajah datar tanpa ekspresi sedang duduk di samping Erina dan seorang pria tampan dengan wajah dan ekspresi wajah yang sama
,"ayah ," ucap Erina sambil tersenyum dan menghampiri tuan Wira
tuan Wira tersenyum dan menyambut pelukan Erina tapi dia terdiam saat merasakan ada yang menghalangi pelukan mereka
tuan Wira melihat ke arah perut Erina yang membuncit
membuat tua Wira menautkan alisnya
__ADS_1
tuan Wira berpikiran erina menikah dengan duda beranak dua dan sekarang sedang mengandung.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya