
setelah mengatakan hal tersebut,David hendak pergi tapi melihat Oman dia mengingat sesuatu
"oh aku lupa memberitahukan mu Jena,pria yang memaki baju merah garis hitam telah membunuh nenekmu ," Jena langsun melihat Oman
tangannya langsung menuju ke lehernya seakan-akan menyayat lehernya mengunakan tangan sambil melihat ke arah oman
Oman langsung pingsan saat melihat hal tersebut,para penjaga langsung menguyur tubuh Oman dengan air agar kembali sadar
mereka semua kompak Langsung berusaha melarikan diri dari ruangan tersebut tapi para pengawal David sudah memegang mereka semua
"masukan mereka semua ke kandang jena,"ucap David lalu meneruskan langkahnya
pangeran Wonda, tuan Ameru Rusdi dan tuan Oman panik bukan main saat para penjaga melempar mereka masuk ke kandang jena
"aku mohon bebaskan kami aku akan memberikan kalian apa saja," ucap mereka
sedang Jena melihat mereka dengan tatapan membunuh terutama Oman, Jena memperlihatkan senyumannya, membuat semua yang ada di dalam kandang Jena merasakan nyawanya hampir lepas
__ADS_1
Jena bermain dengan menghadap ke dinding lalu menoleh melihat ke empat orang tersebut terus menerus jika ada yang bergerak Jena langsung memukul mengunakan tangannya yang besar membuat tuan Oman dan pangeran Wonda sampai muntah darah begitu juga dengan tuan Ameru dan Rusdi
karena tak sanggup lagi mereka pingsan secara berjamaah,tapi para pengawal langsung menyiram kan air di wajah mereka sehingga membuat mereka kembali sadar dan melanjutkan permainan tersebut
sedangkan Jena tertawa senang menyiksa mereka yang hampir sekarat, sementara para penjaga begidik ngeri
Jena merasa lapar,kemudian meningalakan mereka tergeletak tak berdaya,masuk ke dalam gua tempat tinggalnya
rintihan demi rintihan terdengar dari pangeran Wonda, tuan Ameru Rusdi
"aku mohon bebaskan kami,keluarkan Kemi dari neraka ini aku mohon," ucap mereka karena merasakan tubuhnya sakit luar biasa,Oman sudah tak dapat bergerak lagi
mereka semua sepakat dalam hal tersebut,saat mereka akan meningalakan ruang tersebut ahem datang
"maaf tuan bagaman dengan tawanan apa perlu di pindahkan ke tempat lain ," tanyak ahem
"apakah mereka sudah tak berdaya dan kesakitan," tanyak David
__ADS_1
"yang terparah tahanan bernama Oman ada beberapa bagian tubuhnya yang robek sekarang dia tak berdaya,yang lain terluka cukup parah tapi masih hidup," ucap ahem
"berarti mereka belum setengah mati,biarkan mereka tidur di kandang Jena agar mereka merasakan bagaman jena saat ngorok," ucap david
ahem hanya memberi hormat dan langsung kembali ke tempatnya
semua meningalakan ruangan untuk kembali ke istana Benua
David yang sudah berada di ruangannya bersama putri Erina langsung menghentikan langkahnya saat ada sofa di kamar tersebut,semetara Erina tidur di atas tempat tidur dan meninggalkan catatan di dekat meja lampu tidur
malam ini tidur di sofa,dan ingat jangan mendekat jaga jarak aman antara si belut dan goa love,harap patuhi protokol kesehatan isi catatan tersebut
melihat hal tersebut David langsung mengambil catatan lain
belut listrik sudah di vaksin dan tes PCR dan di nyatakan negatif jadi demi keamanan Nusa dan bangsa belut listrik harus kembali ke goa ,tulis Davi membalas catatan istrianya
David membersihkan diri dan langsung masuk kedalam selimut istrinya,apapun yang terjadi dia harus tetap merayu sang istri dengan cara apapun
__ADS_1
kata pepatah semua masalah suami istri dapat di pecahkan di atas tempat tidur .
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya