
"apa munkin dia tau kan ta bekerja sama dengan Lewis, sehingga David tak mau bertemu dengan kita lagi," tanyak tuan oman
"tapi bagaimana munkin mereka tau sedangkan mereka sedang bermusuhan," ucap putri Amera
"apa dia tau tentang perubahan yang terjadi di istana," tanyak tuan Oman lagi
"itu tidak munkin,pasti ada sesuatu sehingga dia tak mau bertemu sebaiknya kita ke rumahnya nanati sekali mengatakan undang ulang tahun ratu," ucap putri Amera
"ide yang sangat bagus tapi, kita harus pergi menemui Lewis aku Ingin mengatakan sesuatu,"
sementara tuan Oman dan putri Amera menuju ke perusahan Lewis tapi ternyata mereka juga di larang masuk
"paman ada apa sebenarnya kenapa Lewis juga bersikap begitu ," tanya putri Amera sambil berjalan menuju mobilnya mengikuti tuan Oman
"sekarang aku yakin dialah yang mencuri senjata kami," ucap Oman yang sudah berada di dalam mobil
membuat putri Amera terbelalak terkejut
"sudahlah sekarang kita harus pulang ke istana untuk mengambil surat undang ulangtahun ratu sehingga kita bisa bertemu David," ucap tuan Oman
sedangkan di istana tampak Brayen dan Brian sedang berjalan bersama dori dan lori sebagai pengawal mereka
"aku tak menyangka si setan kuadrat seorang pangeran," ucap dori
__ADS_1
"ya aku juga,apa kita pangil saja pangeran setan kuadrat," ucap lori sambil tertawa kecil
Brayen dan Brian menoleh pada keduanya
"apa kalian ingin tertawa bersama Jena ," ucap si kembar
spontan dori dan lori terdiam
banyak mata yang mengawasi si kembar tapi si kembar cuek
"mereka sangat bodoh kalau berpikir ingin menculik si kembar," ucap dori karena sedari tadi mereka di awas
"ya mereka pasti menyesal tujuh turunan kalau culik si kembar," sambung lori
mereka langsung ke ruang kerja pangeran Wonda yang sudah menunggu dengan perasan gelisah
tok tok tok celk
tampak tuan Oman dan putri Amera di depan pintu
tuan Wonda sedikit bernapas lega,bagaman apa kalian sudah bertemu David
"sepertinya David tau kita bekerjasama dengan lewis,membuat David marah dan tak membiarkan kami bertemu dengannya," ucap tuan Oman dengan perasan was-was
__ADS_1
"kau ini memang bodoh,aku ingin bertanyak sesuatu di mana perhiasan putri endera," tanya Pangeran Wonda
"aku tak memberikan pada siapa pun," ucap tuan Oman karena berpikir yang di berikan pada David adalah kotak bisa ," ucap tuan Oman
kau jangan bohong kalau bukan kau lantas darimana putri Erina mendapatkan perhiasan tersebut
tuan Oman terbelalak saat menyadari dia pernah mengambil salah satu kotak perhiasan yang mereka ambil saat membunuh putri Endra pernah dia ambil satu buah karena melihat kotak perhiasan tersebut biasa saja
"aku memberikannya pada tuan David ," ucap tuan Oman
membuat semua orang menatapnya- dengan penuh tanda tanya
"coba ceritakan apa sebenarnya yang terjadi ," ucap pangeran Wonda
"aku menawarkan pembangunan hotel di lokasinya yang sangat strategis di dekat pantai dan David menerimanya tapi dia meminta syarat karena investasi yang dia tanaman kan cukup Besar,....ucap tuan Oman sedikit terdiam
"jadi kau memberikan kotak perhiasan tersebut kepada David sebagai salah satu syaratnya," tanyak Pangeran Wonda
tuan Oman langsung mengaguk,membuat pangeran Wonda lemas seketika
"sebaiknya kita tidak mengudang David ," ucap pangeran Wonda
"tapi kenapa siapa tau David memberikan pada asistennya atau bawahannya perhiasan tersebut, sehingga putri Erina bisa memilikinya,dia menerima perhiasan tersebut karena merasa Tidak enak ," ucap putri Amera.
__ADS_1
jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya