Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Valencia


__ADS_3

"Maafkan Bunda dan Ayah ya sayang !" ucap Bunda memeluk putrinya sambil terisak. Ia meras bersalah dengan apa yang telah menimpa putrinya, Ia telah gagal menjadi orang tua, Ia meras gagal memegang amanah dari sahabatnya.


Jennie melepas pelukan sang Bunda lalu menggelengkan kepalanya, "ini bukan salah Bunda dan Ayah, jadi berhenti menyalahkan diri !" Jennie menghapus air mata yang jatuh di pipi sang Bunda.


"Tapi tetap saja, Bunda dan Ayah telah lalai menjaga kamu sayang" ucap Bunda Maryam mengelus lembut pipi putrinya.


Bunda Maryam dan Ayah Aditya memang begitu menyayangi Jennie daripada Kai, bukan tanpa sebab mereka menjadi pilih kasih seperti ini. Semua bermula saat Jennie kecil didiagnosa penyakit gagal jantung di umur belum cukup dua tahun, sehingga membuat mereka jadi lebih fokus merawat Jennie dan terkadang melupakan keberadaan Kai. Bahkan saat Jennie telah berhasil melakukan operasi transplantasi jantung dan dinyatakan sembuh mereka tetap memprioritaskan Jennie daripada sang kakak. Dan dari kesalahan mereka lah yang membuat Kai merasa iri dengan sang adik. Bunda Maryam dan Ayah Aditya sadar jika kebencian Kai berawal dari ketidakadilan mereka dalam memberikan perhatian dan kasih sayang. Itu sebabnya Bunda Maryam merasa bersalah atas kejadian ini.


Jennie menatap sang Bunda dengan tatapan begitu dalam, Ia tersenyum lalu berkata, "Bunda percaya takdir ?" tanyanya pada sang Bunda.


Bunda Maryam yang mendengar pertanyaan Jennie mengangguk, "Bunda percaya" jawabnya lalu tersenyum.


"Mungkin ini sudah takdir Jennie meskipun saat ini Jennie belum bisa menerima kenyataan pahit ini tapi Jennie yakin, apa yang Jennie alami saat ini suatu saat akan mendapatkan balasan yang indah jika Jennie bisa melewatinya dengan Ikhlas. Tuhan tidak akan memberikan Jennie ujian jika Jennie tidak sanggup melewatinya, maka dari itu Jennie akan mencoba menerima dan belajar ikhlas dengan ketentuan Tuhan."


Mendengar penuturan sang putri membuat Bunda Maryam tersenyum lalu mengusap lembut kepala putrinya, "ternyata putri Bunda sudah gede ya" goda Bunda Maryam membuat Jennie terkekeh.


"Bunda, kan Jennie memang udah gede" ucap Jennie memanyunkan bibirnya.


"Iya, maksud Bunda tuh udah dewasa, dan kayaknya udah bisa dicariin jodoh nih" ucap Bunda Maryam semakin menggoda sang putri hingga wajahnya tampak memerah karena salah tingkah.


"Ih... Bunda kok ngomongnya gitu sih, kan Jennie masih kuliah jadi belum bisa nikah" jawab Jennie.


"Tapi Jennie masih bisa kuliah kok meskipun sudah nikah" jawab sang Bunda.


"Udah ih, jangan bahas nikah-nikahan lagi Bun," rengek Jennie yang masih merasa geli memikirkan pernikahan, menurut Jennie umurnya saat ini belum cukup untuk menjalankan rumah tangga.


"Iya, kalau begitu Bunda ke kamar kamu ya, kasihan Ayah soalnya udah nungguin Bunda dari tadi" Bunda Maryam mengecup kening putrinya lalu membantunya berbaring.


.


.


.

__ADS_1


Bunda Maryam masuk ke dalam kamar Jennie dan mendapati sang suami sedang duduk di sofa kecil yang memang sengaja Jennie letakkan di dalam kamarnya.


"Ayah mau makan ?" tanya Bunda Maryam setelah berhasil mendudukan bokongnya di samping sang suami.


"Ayah tidak lapar Bun" jawab Ayah Aditya lalu menarik Bunda Maryam agar duduk di pangkuannya.


Ayah Aditya memeluk Bunda Maryam lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang istri, "kenapa ini harus terjadi dalam keluarga kita ?" tanya Ayah Aditya dengan suara lirih namun masih bisa didengar oleh sang istri.


"Ayah merasa gagal menjaga Jennie, Ayah merasa gagal mendidik putra kita. Ayah telah gagal menjadi seorang Ayah yang baik untuk mereka, Ayah-"


"Hust... Berhenti menyalahkan diri sendiri Yah !" Bunda Maryam memotong ucapan sang suami, Ia merasa tidak kuat mendengarkan suaminya selalu menyalahkan diri sendiri.


"Tapi memang itu kenyataannya, coba saja Bram masih hidup, pasti Dia sangat kecewa karena kita telah lalai menjaga amanahnya." Ayah Aditya terisak dalam pelukan sang istri.


🌹🌹🌹


"Hei, kamu kenapa ?" tanya seorang wanita mencoba mendekati Kai.


Kai menatap wanita itu dengan tatapan dingin lalu kembali mengalihkan pandangan ke arah jalanan. Kai enggang menanggapi wanita yang berdiri disampingnya karena Ia tidak mengenal wanita itu.


Kai menatap kesal wanita itu, "kenapa bertanya dengan ku ?" tanya Kai dengan kesal. "jika mau duduk, duduk saja apa susahnya sih ?" Kai berdiri dan hendak meninggalkan wanita itu tapi sedetik kemudian tubuhnya ambruk membuat wanita itu panik.


"Hei bangunlah !" ucap wanita itu dengan nada khawatir, Ia berusaha menepuk lembut wajah Kai agar Kai bisa tersadar, "ck... Mengapa pakai pingsan disini sih ?" Gerutu wanita itu.


Namanya Valencia, wanita cantik dan sederhana ini bekerja sebagai kasir di salah satu Indoapril. Sama halnya dengan Kai, Ia juga diusir dari rumah orangtuanya karena melakukan kesalahan. Wanita ini telah kehilangan mahkotanya saat Ia merayakan ulang tahunnya di club xxx, waktu itu Valen dijebak oleh kekasihnya.


Orang tuanya murka dan mengusirnya tanpa uang sepeser pun. Setalah diusir niat hati ingin meminta bantuan dengan sang kekasih malah mendapati kenyataan jika sang pacar sudah berselingkuh di belakangnya.


Valen lalu menelpon temannya yang juga bekerja di tempat yang sama agar membantunya mengangkat tubuh Kai.


"Akhirnya kamu datang juga" ucap Valen lega setelah melihat temannya telah datang, "bantu angkatin dong !" pinta Valen menyuruh temannya.


"Pria ini siapa ?" tanya Raffa menunjuk tubuh Kai yang masih tergeletak di bawah.

__ADS_1


"Nggak tau" jawab Valen enteng.


"Yang benar saja Valen, kau mau membantu pria yang tidak kamu kenal ?" omel Raffa yang tidak setuju Valen membantu Kai yang belum Ia kenal.


"Iya benar, sekarang bantu angkatin !" pinta Valen menarik tangan Raffa agar mau membantunya.


"Nggak, aku mah ogah bantuin orang yang nggak dikenal" tolak Raffa.


"Raffa kamu ini nggak berperikemanusiaan, ini orang kayaknya sekarat. Coba kamu lihat wajahnya yang babak-belur !" tunjuk Valen di bagian wajah Kai.


"Tapi-"


"Udah nggak ada tapi-tapian." potong Valen dengan cepat.


Akhirnya Raffa terpaksa membantu Valen mengangkat tubuh Kai, "ini mau dibawa pakai motor ?" tanya Raffa yang baru sadar jika dirinya menggunakan motor.


"Iya, mau pakai apa lagi ?" tanya Valen, "udah buruan ! Tubuhnya berat tau, takutnya juga keburu tengah malem" sambungnya yang merasa pegal.


Akhirnya Raffa dan Valen mengantar Kai ke rumah sakit menggunakan motor matic dengan posisi Kai di tengah dan Valen di belakang.


Sesampai di rumah sakit Valen berteriak agar perawatan membantunya cepat, "Suster tolonga !!! Bantuin kita dong !!! Ini ada pasien darurat".


Suster yang mendengar teriakan Valen seketika dibuat heboh dan panik terlebih saat melihat wajah Kai yang tampak memperhatikan.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*SILAHKAN BERIKAN SARAN DAN KRITIKANNYA DI KOLOM KOMENTAR!*


Hiii selamat bergabung di karya keduaku🤗 Jangan lupa jadikan novel ini novel favorit kalian ! Berikan dukungan dengan cara like dan komen ! Kirim-kirim juga hadiah untuk novel ini supaya Author tambah semangat 💪❤️❤️❤️

__ADS_1


~Salam dari Merauke - Bugis❤️~


__ADS_2