Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Hamil ?


__ADS_3

"Jennie..." teriak bunda Maryam panik, "Sayang... Jennie sayang... Bangun Nak !" ucapnya menghampiri putri angkatnya itu.


Ayah segera mengangkat tubuh Jennie dan membawanya ke sofa, "Bunda panggil Dokter dulu !" perintah ayah Aditya.


Bunda Maryam segera berlari dan memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan putri angkatnya. Tak butuh waktu lama bunda Maryam kembali dengan seorang Dokter.


"Dok, tolong periksa keadaan putri saya !" pinta ayah Aditya yang masih memangku kepala Jennie.


Sang dokter pun memeriksa keadaan Jennie, "apa putri Tuan dan Nyonya sedang hamil ?" tanya sang dokter.


"Ha-mil ?" guman Kai saat mendengar pertanyaan sang Dokter.


"Apa maksud Dokter putriku sedang hamil ?" tanya ayah Aditya.


"Sepertinya begitu. Tapi saya tidak bisa memastikan karena saya bukan Dokter Obgyn, jika dari hasil pemeriksaan saya, putri Tuan memang hamil jadi jangan dibuat banyak pikiran dan terlalu stress kerena itu bisa berpengaruh pada kandungan putri Tuan." jelas sang Dokter.


Bagai tersambar petir di siang bolong, bunda Maryam seketika terdiam saat mendengar penjelasan yang keluar dari mulut sang Dokter. Akhirnya apa yang Ia takutkan selama ini benar terjadi, putri angkatnya sedang mengandung anak dari putra kandungannya.


Sama halnya dengan bunda Maryam, Kai juga terkejut saat mendengar penjelasan sang dokter. Kai merasakan ada kebahagian yang menjalar di hatinya, Ia tentu bahagia jika Jennie mengandung anaknya, itu artinya Jennie telah menjadi miliknya. Namun di balik rasa bahagia itu ada perasaan takut dan cemas jika wanita itu tidak bisa menerima kenyataan ini.


"Sebaiknya putri Tuan dibawa ke ruang KIA saja agar bisa diperiksa langsung oleh Dokter Obgyn !" saran sang dokter.


"Baik Dok" jawab ayah Aditya.


"Saya akan perintahkan perawat agar membawa brankar dan mendorong putri Tuan ke ruang KIA. Kalau begitu saya permisi Tuan dan Nyonya."


Setelah sang dokter pergi, bunda Maryam terisak, "Yah, bagaiman ini ? Apa yang harus kita lakukan jika Jennie benar hamil ?" tanya bunda Maryam.


"Nanti kita pikirkan itu ! Sebaiknya kita fokus saja dulu dengan kondisi Jennie. Kalaupun benar Jennie sedang mengandung cucu kita, Ayah akan berusaha meyakinkan Jennie agar mempertahankan kandungannya" ucap ayah Aditya. Pria paruh baya itu menatap ke arah putranya yang tampak menunduk.


Beberapa saat kemudian, Jennie telah dipindahkan di ruangan KIA guna melakukan pemeriksaan.


"Selamat Tuan dan Nyonya, sebentar lagi kalian akan menimang cucu" Dokter Obgyn tersebut tersenyum cerah dan memberikan selamat kepada ayah Aditya dan bunda Maryam karena Jennie beneran hamil.

__ADS_1


"Apa putri saya beneran hamil ?" tanya ayah Aditya yang masih tidak percaya dengan kenyataan ini.


"Iya Tuan, putri kalian sedang mengandung jelan empat minggu. Kehamilan usia muda seperti ini sangat rentang terjadi keguguran apalagi kandungan putri Tuan cukup lemah. Jadi saya sarankan jangan pernah membuat si ibu hamil terlalu banyak pikiran dan stress, usahakan jangan terlalu lelah dan berikan makanan bergizi terutama makanan yang mengandung omega tiga seperti telur rebus agar kandungannya kuat. Kacang ijo juga bagus untuk ibu hamil karena memiliki zat besi yang tinggi, ini sangat bagus untuk perkembangan bayi" jelas sang Dokter Obgyn


"Baik kalau begitu saya periksa pasien lainnya, nanti saya tuliskan resep obat untuk putri Tuan dan Nyonya" lanjut sang dokter pamit.


"Terima kasih Dok" ucap ayah Aditya sebelum dokter itu pergi.


"Bagaimana cara kita menjelaskan kepada Jennie Yah ?" tanya bunda Maryam yang dilanda kebingungan.


"Sebaiknya kita jelaskan nanti saja saat kondisinya mulai membaik ! Ayah tidak ingin jika Jennie kembali drop saat tau kebenaran ini, jadi ada baiknya kita tunggu waktu yang tepat !" ucap ayah Aditya.


Akhirnya keduanya terdiam dan hanya memandang nanar ke arah Jennie yang masih tak sadarkan diri. Ada rasa takut dan cemas yang menghampiri mereka, takut mengatakan kebenaran ini mereka cemas jika Jennie tidak dapat menerima semuanya. Tapi mereka juga merasa bahagia karena saat ini putri angkatnya telah mengandung cucu pertama mereka.


Tak lama kemudian Jennie membuka matanya pelan, "Bunda... Ayah... Jennie dimana ?" tanya Jennie dengan suara pelan.


"Sayang kamu sudah sadar ?" tanya bunda Maryam kemudian mendekati putri angkatnya itu.


"Syukurlah, akhirnya kamu sadar juga Nak" ucap ayah Aditya lega.


"Kamu tadi pingsan sayang" jawab bunda Maryam.


"Pingsan karena ?" tanya Jennie penasaran.


"Kau drop karena kelelahan, makanya kamu istirahat saja dulu dan jangan banyak pikiran !" balas ayah Aditya, Ia belum bisa mengatakan yang sebenarnya karena takut Jennie kembali drop karena banyak pikiran.


Jennie terdiam sesaat lalu kembali menatap kedua orangtuanya dengan mata berkaca-kaca, wanita itu segera membalik tubuhnya dan membelakangi bunda Maryam dan ayah Aditya, tubuhnya kembali bergetar karena Ia menangis tanpa suara. Bunda Maryam dan ayah Aditya tentu sadar jika putri angkatnya itu sedang menangis.


"Sa-yang..." Bunda Maryam mendekatinya dan mencoba menyentuh pundak wanita itu.


"Jennie sedang tidak ingin bicara" jawab wanita itu dengan cepat lalu melepas tangan bunda Maryam yang berhasil memegang pundaknya.


Bunda Maryam kembali terdiam, Ia tau pasti putrinya sangat terpukul dengan kenyataan ini, bunda Maryam tidak bis membayangkan lagi bagaimana hancurnya wanita itu saat tau jika dirinya hamil anak dari kakaknya atau lebih tepatnya kakak angkatnya.

__ADS_1


"Maafkan Bunda dan Ayah sayang, seandainya dulu kami tidak menutupi tentang siapa kamu sebenarnya pasti tidak akan ada malah serumit ini" guman bunda Maryam menatap sendu putrinya.


🌹🌹🌹


Seorang wanita tampak memasuki IndoApril dengan tergesa-gesa. Ia berlari kecil menuju rak yang menyediakan roti Jepang khusus perempuan.


"Dia kan..." guman Raffa melihat wanita yang berjalan menuju kasir setelah berhasil mendapatkan barang yang Ia cari. Raffa yang sedang menyusun barang di rak segera menghentikan pekerjaannya dan mengikuti langkah wanita itu.


"Berapa mbak ?" tanya Meli pada wanita yang bertugas sebagai kasir. Wanita itu tak lain adalah Valen.


"Dua belas ribu delapan ratus" jawab Valen kemudian memasukkan roti jepang itu dalam kresek.


Meli mengeluarkan uang lima puluh ribu, "ambil aja kembalinya !" ucap Meli.


Saat wanita hendak berbalik dan pergi, Raffa segera menahannya. Meli yang sedang buru-buru ingin memarahi orang yang telah menghentikan langkahnya namun Ia terkejut saat melihat siapa yang berhasil memengang lengannya.


"Kamu..." ucap Meli tergantung.


"Mau pergi dalam keadaan seperti itu ?" tanya Raffa.


Meli mengerutkan keningnya karena tidak tahu maksud Raffa, "apa maksudmu ?" tanyanya.


"Di dalam ada toilet, sebaiknya kamu gunakan roti Jepang itu dalam toilet yang ada disini sebelum merambat ke bajumu lebih parah !" perintah Raffa.


Sesaat Meli terdiam mencoba mencerna ucapan Raffa dan beberapa menit kemudian wanita itu membulatkan matanya dan menutup mulutnya yang menganga.


"Ka-kamu... Melihatnya ?" tanya Meli gugup. Ia begitu malu saat melihat noda merah telah menempel dipakainya. Ya wanita itu sedang datang bulan dan memakai pakaian putih, tentu saja Raffa dapat melihat dengan jelas pakaian wanita itu terdapat noda merah dan Ia paham jika Meli sedang datang bulan.


"Jangan banyak tanya, sekarang masuk dalam toilet itu !" Raffa menarik tangan Meli dan menunjuk ke arah toilet.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*SILAHKAN BERIKAN SARAN DAN KRITIKANNYA DI KOLOM KOMENTAR!*

__ADS_1


Hiii selamat bergabung di karya keduaku🤗 Jangan lupa jadikan novel ini novel favorit kalian ! Berikan dukungan dengan cara like dan komen ! Kirim-kirim juga hadiah untuk novel ini supaya Author tambah semangat 💪❤️❤️❤️


~Salam dari Merauke - Bugis❤️~


__ADS_2