Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Gagal Lagi


__ADS_3

AREA 21+ (Bocil harap skipp Bab ini !)


Jennie menatap foto bayi mungil yang berada dalam box. Ia yakin jika itu fotonya semasa baru lahir. Wanita itu kembali membuka lembaran demi lembaran. Begitu banyak gambar dirinya bersama kedua orangtuanya. Sampai sini Jennie paham jika kedua orangtuanya begitu menyangi dirinya. Saat lembaran terakhir Jennie melihat foto dirinya yang mungkin berumur 7-8 bulan yang sedang dipangku seolah anak laki-laki kecil.


"Apa ini foto mas ?" tanya Jennie lembut.


"Iya, wajahku begitu tampan bukan ?" ucap Kai narsis.


Jennie tersenyum dan mengangguk.


"Ternyata mas jatuh cinta denganku bukan saat delapan tahun yang lalu" ucap Jennie. Wanita itu menatap foto dirinya dan Kai. Ia tidak menyangka ternyata suaminya sudah dari dulu sayang padanya. Buktinya beberapa foto dimana Kai mengecup pipi gembulnya saat masih kecil.


"Lalu kapan ?"


"Bahkan mungkin sejak Jennie lahir" jawab Jennie terkekeh.


Kai ikut terkekeh. Bisa-bisanya istrinya berpikir kesana. Tapi pria itu membenarkan perkataan Jennie. Jika Ia mendengar cerita kedua orangtuanya yang mengatakan dulu saat Jennie lahir Kai lah yang paling antusias dan selalu ingin menemui Jennie. Ya meskipun sebenarnya itu bukan perasaan jatuh cinta. Secara logika mana mungkin seorang anak kecil tau caranya jatuh cinta.


Jennie menutup album tersebut dan menyimpannya di atas meja. Wanita itu menatap suaminya dengan lekat.


"Tadi mas mengatakan jika Bunda Desi sangat berjasa untuk mas. Memangnya apa yang dilakukan Bunda Desi untukmu ?" tanya Jennie penasaran.


"Tentu saja Beliau sangat berjasa karena telah melahirkan bidadari cantik untuk menjadi pendamping hidupku" jawab Kai tersenyum menggoda.


Jennie yang sudah serius mendengarkan ucapannya suami mendadak kesal. Sedari tadi suaminya ini menggoda dirinya.


"Sudah, tidak usah dipikirkan lagi ! Sebaiknya kita tidur !"


"Kita menginap disini ?" tanya Jennie. Wanita itu berpikir mereka hanya singgah sebentar lalu kembali ke rumah utama.


"Besok kita pulang. Malam ini kita nikmati malam hanya berdua" jawab Kai.


Pria itu segera mengangkat tubuh istrinya menuju ranjang lalu membaringkan tubuh Jennie dengan pelan dan lembut. Kai ikut berbaring menghadap sang istri. Keduanya saling berhadap-hadapan dan saling melempar pandangan. Dalam hati, Jennie marasa beruntung karena dipersunting oleh Kai meskipun diawali dengan kejadian buruk. Sementara Kai merasa begitu bersyukur karena cintanya telah dibalas oleh sang istri.

__ADS_1


Keduanya larut dalam pikiran masing-masing tanpa mengalihkan pandangan mereka. Kai mengarahkan tangannya untuk mengelus lembut wajah istrinya, sesekali pria itu mencubit gemas pipi sang istri. Pelan tapi pasti tangan pria itu menyentuh bibir istrinya dan tatapan pria itu juga tertuju pada bibir Jennie yang terlihat manis. Tanpa aba-aba pria itu mengecup bibir Jennie lalu kembali menatap istrinya.


"Aku menginginkan kamu sayang" ucap pria itu dengan suara yang mulai terasa berat.


Mendengar ucapan suaminya, tubuh Jennie mendadak memegang. Kejadian beberapa bulan yang lalu tiba-tiba terputar dalam otaknya. Ia merasakan tubuhnya tremor, ada rasa takut yang menyelimuti perasaannya. Sementara Kai yang merasakan tubuh istrinya bergetar dan melihat wajah pucat sang istri begitu paham dengan ketakutan Jennie.


"Aku berjanji melakukannya dengan pelan dan lembut" lanjut Kai. Pria itu sudah tidak bisa menahan lagi.


Dengan ragu Jennie mengangguk pelan sebagai jawaban jika dirinya sudah siap. Kai tersenyum lebar, pria itu melancarkan aksinya dengan mengecup kening istrinya, lalu pria itu beralih pada bagian mata, pipi, hidung dan yang terakhir bibir milik istrinya. Pelan-pelan kecupan itu berubah menjadi *******-******* kecil dan lembut. Jennie yang tadinya kaku kini mulai merasa terpancing. Kai yang merasa istrinya sudah mulai membalas perlakuannya semakin memperdalam lumatannya. Cukup lama lidah mereka saling beradu dan saling menyesap manisnya bibir mereka satu sama lain. Kai segera melepaskan pagutan mereka saat merasa dirinya dan istrinya kehabisan oksigen. Pria itu menatap sang istri dengan tatapan mendamba. Sama halnya dengan Jennie, wanita itu sudah terbuai dengan permainan sang suami. Wanita yang tadinya takut itu mendadak menginginkan sentuhan suaminya.


Saat Kai hendak memulai ritual percintaannya dengan Jennie tiba-tiba saja wanita itu melarang Kai melanjutkan aksinya.


"Tunggu !" ucap Jennie. Kai yang sudah berkabut gairah sejenak menghentikan aksinya.


"Ada apa sayang ? Apa kamu takut aku menyakitimu ?" tanya Kai dengan suara berat.


"Tidak, bukan itu. Tapi... Aku takut jika anak kita tersakiti" ucap Jennie. Ya, wanita itu mengkhawatirkan calon bayinya.


"Kita tidak pernah bertanya pada dokter apakah hubungan intim tidak akan menyakiti calon anak kita di dalam" lanjut wanita itu.


"Coba mas tanya sama Dokter Ricard !" saran Jennie. Tanpa sadar wanita itu menunjukkan jika dirinya juga menginginkan percintaan antara mereka terjadi malam ini.


Kai tersenyum puas dan segera mengambil handphonenya. Pria itu masuk dalam kamar mandi dan mencoba menghubungi temannya.


"Ayolah brengsek ! Mengapa lama sekali kamu mengangkatnya ?" umpat Kai saat panggilan ke-lima belum juga ada jawaban.


Kai tidak menyerah. Pria itu terus meneror Dokter Ricard hingga saat panggilan ke 13 akhirnya teman laknatnya itu mengangkat panggilan darinya.


"Ck... Apa yang sedang kamu lakukan sehingga begitu lama mengangkat telpon dariku ?" teriak Kai.


Dokter Ricard yang sebenarnya masih berada di rumah sakit seger mengelus dadanya karena kaget dengan teriakan Kai.


"Aku baru selesai mengunjungi pasien. Ada apa malem-malem meneror ku dengan begitu banyak panggilan ?" ketus Dokter Ricard di seberang telepon.

__ADS_1


"Aku ingin bertanya, apakah tidak boleh bercinta saat istri sedang hamil ? Apakah bayiku akan kesakitan jika aku bercinta dengan Jennie ?" bertanya frontal keluar dari mulut Kai tanpa rasa malu sama sekali. Dokter Ricard yang mendengar pertanyaan temannya merasa tiba-tiba telinganya mendadak sakit.


"Aku tidak tahu" teriak Dokter Ricard di seberang telpon.


"Mengapa kamu membentak ku ? Aku hanya bertanya, kamu sebagai dokter harusnya seger menjawab !"


"Tapi itu bukan bagian ku Kai. Coba kamu cari di internet ! Punya otak itu digunakan dengan benar !"


"Ap-" baru saja Kai ingin memaki temannya itu panggilan sudah terputus, "berani-beraninya Ia mengatai ku" ucap Kai kesal.


Akhirnya pria itu mencari di internet dengan wajah masam namun beberapa saat kemudian wajahnya berubah menjadi bahagia.


"Tunggu aku sayang !" teriaknya bahagia.


Kai keluar dari kamar mandi dengan semangat membara. Senyum manis terus menghiasi wajah tampannya.


"Sayang, katanya kita bisa-"


Kai mendadak membeku saat mendapati istrinya sudah tertidur pulas. Semangat membaranya kini melayang terbang jauh dan tinggallah rasa frustasi.


"Gagal lagi..." ucapnya lesu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gagal Buka Puasa 🤣🤣🤣


.


.



Hai Readers 👋 Ada lagi nih rekomendasi novel untuk kalian🤗🥰 jangan lupa mampir ya ! ❤️

__ADS_1


Judul : Cinta Terkahir Dalam Hidupku


Napen : Riskejully


__ADS_2