Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Kesialan Kai


__ADS_3

Kai berjalan menyusuri jalanan kota dengan keadaan berantakan, beberapa orang yang lalu-lalang melihatnya dengan tatapan aneh dan kasihan. Meskipun, hari sudah sore tapi panasnya matahari masih menyengat kulit wajahnya hingga semakin memerah, untung saja Ia memakai kemeja dengan lengan panjang sehingga kulit tangannya tidak ikut merasakan sengatan sinar matahari.


Hari semakin gelap, Kai sudah berjalan hampir tiga jam membuat kakinya terasa keram, Ia berhenti disebuah halte untuk istirahat. Rasanya Ia ingin mati saja jika keadaan yang dialami seperti ini, untuk pertama kalinya Kai merasakan lelahnya berjalan kaki dengan waktu yang lama, tenggorokannya terasa kering membuatnya semakin lemah.


"Semua gara-gara wanita itu, aku pastikan dia akan mendapatkan pembalasan yang setimpal." ucapnya dengan suara pelan dengan tangan terkepal.


"Huft... Kemana lagi aku harus pergi ?"


Kai bingung dimana Ia akan mengistirahatkan tubuhnya yang teramat lelah ini. Meminta bantuan dengan temannya ? Tentu saja itu tidak mungkin. Lalu meminta bantuan dengan kekasihnya ? Ah yang benar saja, Ia baru saja diusir dari apartemen kekasihhnya yang ternyata sedang memadu kasih dengan pria lain.


*Flashback On*


Kai tiba di apartemen Arumi sang kekasih dengan keringat yang bercucuran, tidak ada lagi Kai yang berpenampilan rapih, tidak ada lagi Kai yang selalu beraroma maskulin. Yang ada hanya Kai yang berantakan dan berbau asam karena keringat.


Kai berdiri di pintu apartemen kekasihhnya dan mencoba menekan password pintu namun, pintunya tidak bisa dibuka, "Ada apa dengan pintu ini ? Apa Ia mengganti password ?" ucap sambil terus mencoba memasukkan angka yang kemungkinan digunakan Arumi untuk dijadikan password.


Kai begitu kesal karena tidak bisa membuka pintu akhirnya memutuskan untuk memencet bel, siapa tau kasihnya berada di dalam. Setelah memencet bel berkali-kali pintu itupun terbuka membuat Kai membulatkan matanya.


"Siapa kau ?" tanya Kai kepada laki-laki yang membukakan pintu. Kai memperhatikan penampilan pria itu yang hanya menggunakan handuk dengan rambut yang acak-acakan.


"Kamu yang bertamu, lalu kenapa kamu yang bertanya ?" bukannya menjawab, pria itu justru balik bertanya. Ia menatap Kai dengan tatapan yang aneh saat meneliti penampilan Kai yang berantakan dan memprihatinkan.


"Dimana Arumi ?" tanya Kai tanpa mempedulikan pertanyaan pria di depannya. Ia mencoba mendorong pria di depannya dan menerobos masuk.


"Hei tunggu dulu !" pria itu menahan lengan Kai agar tak masuk dulu, "ada apa kau mencari pacarku ?" tanya pria tersebut dan mengaku jika Arumi adalah kekasihnya.


"Apa kau bilang ?" tanya Kai yang meras tidak percaya dengan apa yang Ia dengar barusan.


"Apa kau tuli ?" ejek pria itu membuat Kai ingin melayangkan tinjuan.


"Kau-" Kai belum menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba saja Arumi keluar membuat Kai terkejut.

__ADS_1


"Sayang siapa sih yang bertamu ? Kenapa kamu lama sekali ?" teriakan kecil dari Arumi yang sedang berjalan menuju pintu.


Kai tertegun saat mendengar kalimat yang diucapkan kekasihhnya, 'Apa aku tidak salah dengar ?' batinnya.


"Sayang kenapa-" kalimat Arumi terputus saat melihat Kai berdiri didepannya, "Kai..." ucapnya lirih, Arumi menatap Kai dengan tatapan melihat penampilan Kai yang berantakan dan wajah yang babak-belur.


"Jadi seperti ini kelakuan kamu ?" tanya Kai saat melihat Arumi keluar hanya menggunakan handuk pendek, "ternyata selama ini aku hanya memelihara wanita murahan ?" lanjutnya tertawa sinis.


"Kai,,, ini tidak seperti yang kamu kira, ini-" Arumi berusaha mengelak namun Kai segera memotong kalimatnya.


"Kamu kira kali ini kami bisa menipuku lagi ?" tanya Kai menaikkan satu alisnya, "dengar ya Arumi! Mulai sekarang jangan pernah menganggap ku sebagai kekasihmu lagi !" lanjut dengan tegas.


Bukannya sedih Arumi justru tertawa sambil terus memeluk tubuh pria di sampingnya, "Kamu pikir selama ini aku mencintaimu ?" tanya Arumi tersenyum mengejek, "asal kamu tau, selama ini aku hanya menginginkan uangmu saja sayang, hahhaha".


Mendengar penuturan Arumi membuat Kai mengepalkan tangannya, Ia berusaha menahan amarahnya agar tidak menyakiti wanita di depannya.


"Kau,,," tunjuk Kai menatap Arumi dengan tatapan membunuh, "tunggu saja pembalasanku ****** !" lanjutnya lalu meninggalkan Arumi dengan pria yang Ia yakini sebagai selingkuhan kekasihnya.


Kai berusaha menahan amarahnya ketika mengingat kejadian yang barusan dialami. Hidupnya hancur, ibarat kata 'Sudah jatuh tertimpa tangga pula' seperti itulah kata-kata yang menggambarkan keadaan Kai saat ini. Bahkan nasibnya lebih parah, sudah dihajar oleh semua temannya dan juga Ayahnya, dirinya diusir tanpa membawa apa-apa, kesialannya bertambah lagi setelah melihat kekasihnya selingkuh bahkan telah tidur dengan pria lain.


Kai menatap kearah jalanan dengan tatapan kosong, tanpa Ia sadari sedari tadi ada seorang wanita yang terus memperhatikannya.


🌹🌹🌹


Di kediaman Aditya,,,


Meja makan yang biasanya diisi empat orang kini tampak kosong, berbagai macam makanan tersaji di atas meja tampak utuh. Entah mengapa penghuni rumah ini tampak tak berselera makan setelah apa yang menimpa keluarga mereka.


Jennie yang menjadi korban atau apa yang dilakukan sang kakak enggan membukakan pintu untuk orang tuanya. Wanita itu hanya duduk didalam kamar orang tuanya menatap kosong ke arah jendela, Ia masih tidak ingin tidur di kamarnya sendiri. Sedang asik dengan lamunannya Jennie dikejutkan oleh ketukan pintu dari luar kamar.


"Jennie, ini Bunda sayang" teriak Bunda Maryam dari luar.

__ADS_1


"Masuk aja Bunda !" balas Jennie.


Bunda Maryam membuka pintu kamar dan berjalan mendekati Jennie, "sayang, makan ya !" pinta Bunda Maryam yang ternyata membawa makan malam untuk Jennie, "kalau kamu tidak makan, nanti yang ada kamu sakit" lanjut Bunda Maryam terdengar khawatir dengan keadaan Jennie.


"Tapi Jennie tidak lapar Bunda" tolak Jennie dengan suara pelan.


"Jika kamu tidak makan, Bunda dan Ayah juga tidak ingin makan" ancam Bunda Maryam yang berharap Jennie ingin memakan makanan yang Ia bawa.


Jennie menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar. Jika Bunda Maryam sudah mengancam seperti ini Ia tidak akan bisa menolak, mau tidak mau Jennie akhirnya makan meskipun dengan keadaan terpaksa.


"Sudah ya Bunda, Jennie sudah kenyang" rengek Jennie yang tidak mau lagi memakan makanan itu, rasanya sangat hambar membuatnya ingin memuntahkan makanan itu kembali.


"Ini baru tiga sendok Nak," jawab Bunda Maryam, "makan lagi ya !" bujuk Bunda Maryam sambil menyendokkan makanan.


Jennie menggelengkan kepalanya enggan untuk menerima suapan dari sang Bunda. Akhirnya, Bunda Maryam menyerah dan menyimpan makanan itu di atas nakas kecil.


"Maafkan Bunda dan Ayah ya sayang !" ucap Bunda memeluk putrinya sambil terisak. Ia meras bersalah dengan apa yang telah menimpa putrinya, Ia telah gagal menjadi orang tua, Ia merasa gagal memegang amanah dari sahabatnya.


.


.


.


'Maafkan kesalahan kami mas Bram dan mbak Desi' batinnya penuh penyesalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*SILAHKAN BERIKAN SARAN DAN KRITIKANNYA DI KOLOM KOMENTAR!*


Hiii selamat bergabung di karya keduaku🤗 Jangan lupa jadikan novel ini novel favorit kalian ! Berikan dukungan dengan cara like dan komen ! Kirim-kirim juga hadiah untuk novel ini supaya Author tambah semangat 💪❤️❤️❤️

__ADS_1


~Salam dari Merauke - Bugis❤️~


__ADS_2