
"Kali ini kamu sangat keterlaluan Valen"
Tuan Sean mendorong tubuh Valen hingga terbentur di dinding. Pria itu mencengkeram kuat dagu Valen sehingga wanita itu meringis kesakitan.
"Kamu menyakitiku Sean"
"Kamu pikir perkataan kamu tadi tidak menyakiti hati orang lain ?" balas Tuan Sean bertanya.
"Apa kamu marah padaku karena hatimu merasa tersakiti ? Apa kamu cemburu ?" tanya Valen.
"Apa katamu ? Cemburu ? Yang benar saja ?"
"Lalu mengapa kamu semarah ini ?" tanya Valen bingung.
"Asa kamu tahu, ucapanmu tadi telah menyakiti hati wanitaku" jawab Tuan Sean.
Valen kebingungan, memangnya siapa wanita yang menjadi kekasih Tuan Sean ? Lalu apa hubungannya dengan perkataannya tadi ?
.
.
.
"Siapa wanita tadi ?" tanya Dokter Ricard.
"Apa kamu memiliki kekasih selain Arumi ?" lanjut Riko bertanya.
Kai segera menggeleng. Ia menatap kedua temannya sambil terus mengumpat dalam hati. Sungguh hari ini dirinya sangat sial setelah bertemu dengan Valen. Ia begitu yakin istrinya pasti sangat marah.
"Dia bukan kekasihku, kami hanya kenalan biasa dan aku pun tak tahu mengapa wanita itu tiba-tiba muncul dan mengatakan jika kami berpacaran" jelas Kai berharap Jennie bisa mengerti meskipun sebenarnya wanita itu tak meminta penjelasan sama sekali.
"Bagaimana caramu berkenalan dengannya ?" tanya Riko lagi.
"Ceritanya panjang. Waktu itu, aku pingsan di pinggir jalan saat diusir oleh Ayah. Dan wanita itu yang menolongku dan membawaku ke rumah sakit" jawab Kai.
"Oh jadi kamu menumpang dengannya ?" tanya Riko lagi yang sepertinya sengaja memperkeruh suasana.
"Kau..."
"Aku ingin pulang !" ucap Jennie yang sudah berdiri.
"Loh Jen, acaranya kan belum mulai" ucap Riko namun tak digubris oleh Jennie.
Jennie berjalan dengan langkah lebar. Entah mengapa tiba-tiba wanita itu mendadak sedih setelah mendengar penjelasan dari Kai. Rasanya Ia tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Ck... RIKO !!!" ucap Kai kesal dengan sahabatnya. Rasanya Ia ingin mencabik-cabik wajah jelek temannya itu namun Ia tidak memiliki banyak waktu lagi. Kai lebih memilih mengejar istrinya daripada memberikan pelajaran kepada Riko.
"Mau taruhan denganku ?" tantang Riko kepada Dokter Ricard.
"Nggak ah, malas" jawab Dokter Ricard berdiri meninggalkan Riko sendiri.
__ADS_1
"Ck... Dasar penakut" umpat Riko kesal.
.
.
.
"Jennie"
Jennie yang baru saja keluar dari ballroom menatap ke arah Tuan Sean yang sedang menghimpit tubuh Valen di dinding.
"Are you okay ?" tanya Tuan Sean segera menghampiri Jennie.
"Kamu mengenalnya ?" tanya Jennie penuh selidik.
"Dia..." Tuan Sean tampak berpikir sejenak.
"Apa Dia merayu mu seperti merayu suamiku ?"
Valen yang mendengar pertanyaan Jennie dibuat meradang. Ia tidak terima dirinya dikatakan merayu laki-laki.
"Jaga ucapanmu !" teriak Valen tidak terima.
"Apakah pantas seorang istri sah menjaga perkataannya dengan seorang pelakor ?"
Jennie menatap dengan tatapan penuh permusuhan dengan Valen. Tangannya begitu gatal ingin menggaruk wajah wanita di depannya yang kegatelan dan kurang malu itu.
"Valen Stop !" tegur Tuan Sean saat melihat Valen berjalan ke arah Jennie.
"Tidak, aku ingin memberikan wanita kurang ajar ini pelajaran" lanjut Valen hendak menarik rambut Jennie namun di cegah oleh Tuan Sean.
"Sebenarnya yang kurang ajar itu siapa sih ? Aku atau kamu ?" tanya Jennie masih berusaha menahan tangannya agar tidak bergerak menjambak rambut Valen.
"Dia yang mengusik kenapa Dia yang emosi" lanjut Jennie.
"Karena kamu mengatai ku pelakor" balas Valen.
"Mana mungkin aku mengatakan itu jika kamu tidak menggoda suamiku" geram Jennie.
Wanita di depannya benar-benar menguji kesabarannya. Padahal jelas-jelas wanita itu yang tiba-tiba memeluk suami orang lain namun tetap tidak ingin disalahkan.
"Valen sudahlah ! Memang kamu yang salah kok" ucap Tuan Sean membenarkan ucapan Jennie.
"Iya aku memang salah. Tapi bukan berarti wanita ini punya hak mengatai ku pelakor dong" balas Valen.
"Lalu tujuanmu apa mengatakan jika suamiku adalah pacarmu jika tidak bertujuan merebutnya dariku ?" tanya Jennie.
"Itu... Emm... A-aku..." Valen mendadak gugup saat menjawab pertanyaan Jennie. Mana mungkin Ia akan jujur jika dirinya sengaja mengatakan Kai pacarannya agar Tuan Sean bisa membatalkan perjodohan mereka. Ya, memang Valen diminta kembali ke rumah orang tuanya dan memaksanya untuk menikah dengan Tuan Sean. Dan Tuan Sean menyetujui perjodohan itu setelah tau keadaan Valen yang sebenarnya.
Namun caranya kali ini telah berdampak pada rumah tangga Kai. Padahal sebenarnya Ia tidak bermaksud sama sekali menggoda Kai. Jika Ia tahu pria itu sudah beristri, tidak mungkin Ia melakukan hal itu.
__ADS_1
"Tidak bisa jawabkan ?" Jennie tersenyum sinis ke arah Valen yang tampak terdiam.
"Cepat minta maaf !" perintah Tuan Sean namun Valen masih tidak bersuara.
Ketiga manusia itu sama-sama terdiam. Tak lama kemudian pintu ballroom terbuka dan memperlihatkan Kai tampak panik.
"Sayang..." ucapnya segera menghampiri istrinya dan memeluk tubuhnya dengan erat.
"Kamu marah denganku ?" tanya Kai tanpa melepaskan pelukannya. Ia tidak peduli dengan kehadiran Valen dan Tuan Sean.
"Ck... Lepaskan ! Pacarmu sedang disini" ucap Jennie ketus.
Kai melonggarkan pelukannya lalu menatap ke arah Valen. Valen yang ditatap hanya bisa menunduk. Sungguh ada sedikit perasaan bersalah karena telah membuat Kai dan istrinya salah paham.
"Sayang, sudah ku katakan jika dia bukan pacarku, percayalah denganku !"
"Tidak pacaran tapi pernah tinggal serumah" ucap Jennie. Mata wanita itu tiba-tiba terasa panas dan seperti sedikit lagi Ia akan menangis.
"Tidak, bukan seperti itu... Kamu salah paham sayang... Maksudku..."
"Sudahlah ! Aku ingin pulang sekarang !" potong Jennie kemudian mendorong tubuh suaminya dan alhasil pelukan Kai pun terlepas. Jennie berjalan meninggalkan ketiga anak manusia itu.
"Ck... Semua gara-gara kamu. Aku sungguh menyesal telah mengenal kamu Valen" ucap Kai penuh penekanan kemudian mengejar sang istri.
Valen menatap nanar kepergian Kai. Ia dapat melihat kemarahan dan kekecewaan dari pria tersebut, Ia juga bisa merasakan kecemburuan dari istri Kai.
"Puas kamu membuat Jennie terluka ? Apa kamu senang melihat mereka bertengkar karena salah paham ?" cecar Tuan Sean.
Valen menggeleng pelan, "Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu. Dan aku sama sekali tidak tahu jika Kai sudah memiliki istri" jawab Valen penuh penyesalan.
"Lalu maksud kamu bicara seperti tadi untuk apa ?"
Valen tidak menjawab pertanyaan Tuan Sean. Mulutnya tiba-tiba terasa terkunci.
"Sekarang ikut aku pulang !" Tuan Sean menarik tangan Valen dengan kasar. Pria itu sangat geram dengan tindakan Valen tadi.
"Tadi kamu bilang aku menyakiti hati wanitamu, apa yang kamu maksud adalah istri Kai ?" tanya Valen dengan hati-hati saat mereka sudah berada dalam mobil.
"Tidak usah terlalu banyak bertanya ! Kamu pikirkan saja nasibmu saat tiba di rumah orang tuamu !" ucap Tuan Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Valen mendadak merinding saat mendengar perkataan Tuan Sean. Ia sangat yakin jika pria itu akan mengadu dengan orang tuanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo Readers setiaku 👋🤗 yuk mampir di karya teman Sa ❤️
Judul : Atmosphere
Napen : Hilmiat_
__ADS_1