Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Bertemu Kembali


__ADS_3

Kai saat ini menuju apartemen Joshua dan berharap agar temannya itu bisa membantunya. Karena saat ini hanya Jhosua yang masih memiliki rasa kasihan dengannya.


Setibanya Kai dan Raffa di depan apartemen milik Jhosua, Ia segera menekan bel apartemen tersebut.


"Tunggu dulu !" ucap Raffa menghentikan Kai untuk menekan bel, "apa ingatanmu sudah pulih ?" lanjut Raffa menatap Kai dengan tatapan penasaran.


"Aku tidak lupa ingatan" jawab Kai dengan jujur dan kembali menekan bel apartemen Jhosua.


Mendengar jawaban Kai membuat Raffa kaget sekaligus marah, "Kau menipuku dan Valen ?" tanya Raffa dengan tatapan kecewa.


"Oh ya ampun,, nanti saja minta penjelasan !" pinta Kai dengan wajah memelas.


Raffa yang merasa telah ditipu dan dibodohi oleh Kai ingin segera meninggalkan pria itu karena merasa kecewa, kebaikannya dan Valen justru dimanfaatkan oleh Kai. Tapi baru saja pria itu ingin membalikkan tubuhnya tiba-tiba saja Jhosua mambuka pintu apartemennya.


"Kai" ucap Jhosua kaget melihat Kai berada di depannya.


Tanpa banyak bicara lagi Kai segera masuk apartemen temannya dengan menarik tanga Raffa. Tentu saja Ia tidak akan membiarkan Raffa meninggalkan yang, Ia sudah memikirkan jika Joshua tidak mau membantunya maka Ia akan kembali menumpang hidup dengan Raffa.


Kai mendudukkan bokongnya di sofa dan Raffa hanya mengikut saja. Sementara Jhosua yang melihat kedatangan temannya hanya menghela nafa panjang lalu membuangnya dengan kasar.


"Ada apa kamu kemari ?" tanya Jhosua dengan malas.


"Ck... Kenapa kamu sepertinya tidak senang dengan kedatangan ku ?" Kai yang melihat wajah Johsua yang begitu tidak enak dipandang membuatnya kesal.


"Bukannya aku tidak senang kamu datang kemari tapi-"


"Tapi apa ?" potong Kai, "kamu takut senang Ayahku ?" lanjut Kai bertanya.


"Tentu saja, kamu kan anaknya, jelas kamu tau begaiamana sifat Ayahmu" balas Joshua yang sebenarnya merasa kasihan dengan Kai namun takut membantunya, ancaman Ayah Aditya bisa saja menjadi nyata jika Ia berani melanggar, dan Jhosua tak ingin itu terjadi.


"Kamu lebih takut dengan ancaman Ayahku ?" tanya Kai menatap Jhosua dengan tatapan tidak percaya.


"Kai, jika saja hanya aku yang terkena imbasnya jika membantu maka aku akan menanggung resiko itu" balas Jhosua dengan jujur, "tapi Ayahmu mengancam jika aku berani membantumu maka keluargaku juga ikut menanggung akibatnya" lanjutnya dengan suara pelan.


Kai terdiam mendengarkan ucapan Jhosua, Kai tentu mengerti perasaan Jhosua yang merasa bimbang.

__ADS_1


"Baiklah aku pergi" ucap Kai berdiri, saat ini Ia sudah putus asah dan akan mencoba benar-benar menerima keadaan ini.


"Tunggu !" ucap Joshua menahan Kai, "kamu tunggu dulu sebentar !" lanjutnya lagi kemudian masuk ke kamarnya.


Kai duduk kembali di sofa menunggu Joshua. Sementara Raffa masih terdiam dan mencoba mencerna setiap percakapan Kai dan Jhosua, saat ini Raffa yakin jika Kai bukanlah dari kalangan kelas rendah seprtinya.


"Ambillah ini !" ucap Jhosua memberikan uang senilai tiga puluh juta untuk Kai, "mungkin ini tidak seberapa tapi hanya ini yang bisa aku berikan" lanjutnya menepuk pundak temannya.


Kei menatap uang itu dengan tatapan nanar, bukan ini yang Ia inginkan melainkan Ia ingin Jhosua membantunya untuk kembali masuk ke dalam keluarganya. Tapi Kai tidak bisa berbuat apa-apa saat ini dan akhirnya Ia memiliki mengambil uang itu.


"Terima kasih" ucap Kai lalu mengambil uang itu, "aku akan pergunakan uang ini dengan baik dan aku akan mengingat perbuatan baikmu ini" ucap Kai lalu memeluk tubuh temannya.


"Maaf" ucap Joshua meras tidak enak hati menolak untuk menolong Kai.


"Tak masalah, ini sudah sangat membantu" balas Kai, "aku pergi dulu kamu jaga diri baik-baik !" ucapnya setelah itu meninggal apartemen Joshua.


"Kamu itu sebenarnya siapa ?" tanya Raffa saat mereka hendak menaiki sepeda motor.


"Nanti aku jelaskan saat sampai di kosan" jawab Kai lalu Menyalakan mesin sepeda motornya.


"Kau ingin membantunya ?" tanya Raffa melihat kearah mobil putih yang tiba-tiba berhenti tepat dibelakangnya dengan jarak yang cukup dekat.


"Tak perlu" ucap Kai hendak menjalankan sepeda motornya namun Raffa menghentikannya.


"Sebaiknya kita bantu mereka" ucap Raffa yang merasa kasihan terlebih lagi saat melihat perempuan keluar dari mobil tersebut.


"Kamu tidak takut jika itu orang jahat ?" tanya Kai membuat Raffa terdiam.


🌹🌹🌹


Jennie dan Meli yang saat ini telah sampai Jakarta dibuat panik saat mendengar suara ban mobilnya pecah. Jennie yang merasa mobilnya sudah oleng segera menepi.


"Ya ampu ada apa ?" tanya Meli yang merasa kaget, baru saja beberapa menit Ia memejamkan matanya kini Ia harus terbangun karena dikagetkan oleh suara pecahan ban mobil.


"Sepertinya ban mobil pecah" jawab Jennie, "kamu turun dulu cek ban mobil ini !" titah Jennie.

__ADS_1


"Yang benar saja ? ini sudah tengah malam begini trus kamu suruh aku turun cek ban mobil kamu ?" protes Meli, tentu saja Ia merasa takut.


"Kalau begitu kita turun berdua" ucap Jennie.


Akhirnya Jennie turun dan mengecek ban mobilnya, "Ck... Kenapa bisa dua ban mobilku pecah secara bersamaan ?" gerutu Jennie menendang ban mobilnya.


"Coba kamu telpon asisten kakakmu buat minta tolong !" ucap Meli memberikan saran.


Jennie mengangguk lalu membuka pintu mobilnya dan mengambil handphone miliknya. Ketika wanita itu ingin menghubungi asisten Jhon tiba-tiba saja Ia dan Meli dikagetkan oleh suara laki-laki.


"Apa mobil nona mengalami masalah ?" tanya seorang pria.


Jennie menatap pria itu dan mengangguk lalu tatapannya beralih pada pria yang berjalan dibelakang pria yang bertanya tadi. Dan betapa terkejutnya Jennie saat melihat pria yang ternyata tak lain adalah kakaknya.


Begitu juga dengan Kai yang terkejut saat mendekati mobil itu dan melihat dengan jelas wajah Jennie adik yang selam ini Ia benci.


"Jennie kenapa bengong ?" tanya Meli heran saat melihat Jennie terdiam saat melihat sang kakak.


"Ya ampun, untung saja kak Kai datang" ucap Meli bersyukur.


"Kamu mengenalnya ?" tanya Raffa kepada Kai, Ia menatap Kai yang berdiri di belakangnya namun hanya terdiam.


"Tentu saja kak Kai mengenal kami" celetuk Meli, "kak Kai adalah kakak dari temanku ini" lanjut Meli menunjuk ke arah Jennie.


Melihat Jennie yang masih terdiam membuat Meli kesal dan segera mendekati temannya itu. "aiss kamu ini kenapa sih ?" tanya Meli menepuk-nepuk pundak Jennie agar berhenti melamun, "itu kak Kai datang sama temannya buat bantuin-"


Meli belum juga menyelesaikan kalimatnya Jennie sudah jatuh pingsan membuat semua orang panik tak terkecuali Kai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*SILAHKAN BERIKAN SARAN DAN KRITIKANNYA DI KOLOM KOMENTAR!*


Hiii selamat bergabung di karya keduaku🤗 Jangan lupa jadikan novel ini novel favorit kalian ! Berikan dukungan dengan cara like dan komen ! Kirim-kirim juga hadiah untuk novel ini supaya Author tambah semangat 💪❤️❤️❤️


~Salam dari Merauke - Bugis❤️~

__ADS_1


__ADS_2