Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Kebaikan Raffa


__ADS_3

"sayang, bagaimana keadaan Jennie ?" tanya Bunda Maryam setelah memeluk putranya.


Kedua orang tua Kai baru saja tiba. Mereka bergegas ke rumah sakit setelah mendapat kabar menantunya mengalami sebuah kecelakaan.


"Sekarang masih dalam ruang operasi Bund" ucap Kai lemah.


"Bagaimana bisa menantu Ayah mengalami hal seperti ini ?" tanya Ayah Aditya.


Kai yang menunduk segera mengangkat wajahnya, Ia menatap sang Ayah yang tampak menunggu jawaban darinya. Kai pun menjelaskan insiden yang menimpa sang istri.


"Lalu apa pelakunya sudah ditangkap ?" tanya Ayah Aditya.


"Kai juga tidak tahu Yah, Kai terlalu panik dan tidak berpikir untuk mengejar pelakunya tadi," jelas Kai dengan wajah yang penuh rasa bersalah.


Mulut mereka kembali terdiam sementara hati mereka terus berdoa yang terbaik untuk Jennie dan calon bayinya.


Setelah hampir dua jam akhirnya pintu ruang operasi terbuka. Mereka serentak berdiri dan mengerumuni sang Dokter.


"Dok bagaimana, apa operasinya berjalan lancar ?" tanya Bunda Maryam.


"Operasinya berjalan lancar. Hanya saja pasien mengeluarkan cukup banyak darah dan sekarang kami membutuhkan dua kantong darah golongan A Rhesus positif. Kebetulan sekali di rumah sakit hanya tersedia satu kantong saja, jadi kami membutuhkan pendonor darah secepatnya" jelas sang Dokter.


"Kebetulan saya mempunyai golongan darah A Rhesus positif" ucap Raffa, "saya bersedia mendonorkan darah saya Dok" lanjut pria itu.


"Baik, sebaiknya bapak ikut Suster ini untuk memeriksa kondisi kesehatan dulu !" ucap sang Dokter.


Sebelum Raffa pergi Kai menghampirinya dan memeluk erat tubuh Raffa. Ia merasa bersyukur karena ada Raffa yang bisa membantunya di saat seperti ini.


"Terima kasih" ucap Kai tulus dan dibalas senyum oleh Raffa.


"Lalu Dok, bagaimana keadaan cucu saya ?" tanya Ayah Aditya.


"Karena bayinya lahir prematur dan membutuhkan udara yang hangat jadi untuk sementara ini bayinya kami masukkan dalam inkubator" jelas sang Dokter sebelum pergi.


"Kami akan memindahkan pasien ke kamar rawat inap setelah pasien sadar. Kalau begitu saya pamit dulu !" Lanjut sang Dokter.


"Baik Dok," jawab Ayah Aditya.


"Terima kasih Dok," jawab Bunda Maryam.


Setelah Jennie tersadar wanita itu dipindahkan di kamar Inap. Kai terus berada di samping istrinya dan menggenggam erat tangan Jennie. Sesekali pria itu mengecup tangan istrinya dan meminta maaf.

__ADS_1


"Maaf !!!" ucap Kai.


"Mas tidak salah jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri" ucap Jennie dengan suara lemah. Wanita itu memang masih merasa lemas karena efek bisu tadi.


"Memang mas bersalah. Seharusnya mas tidak meninggalkan kamu" ucap Kai penuh sesal.


"Sudah ya mas, yang terpenting aku dan bayi kita masih bisa selamat" ucap Jennie.


Kai menghapus air matanya dan mengangguk, "Terima kasih karena telah berjuang dan kembali untuk mas" ucap pria itu dengan tulus.


Jennie hanya bisa tersenyum. Wanita itu masih belum cukup tenaga untuk banyak bicara. Jennie memejamkan matanya saat merasakan tangan suaminya mengelus lembut pucuk kepalanya. Tak lama kemudian wanita itu tertidur.


Setelah melihat istrinya tertidur, Kai keluar dan meminta sang Bunda untuk masuk menjaga Jennie sebentar. Kai hendak melihat putrinya yang sudah Ia nanti-nantikan.


"Hai putri cantik Daddy" ucap Kai setelah masuk ke kamar bayi. Pria itu hanya bisa melihat putrinya yang tampak tertidur pulas dalam inkubator. Rasa bahagia menyelimuti hatinya saat melihat bayi mungilnya. Meskipun begitu Kai masih merasa sedih karena gagal menjaga istrinya.


"Cepat sehat ya Nak, setelah itu kita akan kembali ke rumah" ucap Kai sebelum keluar dari kamar bayi.


Kai kembali ke kamar istrinya namun sebelum masuk Kai ikut duduk di kursi depan kamar istrinya dirawat. Kai duduk di samping Raffa.


"Sekali lagi terima kasih banyak" ucap Kai dengan tulus pada Raffa.


"Tak perlu sungkan. Aku membantumu dengan dengan hati" jawab Raffa melempar senyum.


"Tak perlu membalas terlalu berlebihan. Lagian aku juga tidak memiliki pengalaman kerja di perusahaan dan juga ijazahku hanya ijazah SMA" jawab Raffa yang merasa tidak pantas menerima balasan budi dari Kai.


"Aku tahu kemampuanmu di bidang keuangan. Dan untuk ijazah itu tidak masalah"


"Tapi aku tak punya pengalaman kerja di perusahaan sebesar milikmu" jawab Raffa merasa minder.


"Kamu bisa belajar dan menjadikan ini sebagai pengalaman pertama"


"Tapi-"


"Aku tidak mau menerima penolakan darimu. Siapkan saja surat lamaran kerja !" potong Kai yang tak mau menerima penolakan dari Raffa.


"Masuklah ! Wanita incaranmu berada di dalam" lanjut Kai menggoda Raffa.


Raffa tersenyum tipis. Pria itu bertanya pada hatinya apakah benar Ia sedang mengincar Meli setelah mencampakkan wanita itu ?


🌹🌹🌹

__ADS_1


Keesokan harinya Raffa tampak menyuapi Jennie. Pria itu tak pernah melepas tatapannya dari wajah sang istri. Sementara Jennie yang ditatap merasa sedikit risih.


"Mas kenapa tatap Jennie seperti itu sih ?" tanya Jennie. Wajah wanita itu memerah karena merasa malu.


"Kamu sangat cantik sayang" jawab Kai melempar senyum manis.


"Mas bisa aja gombalnya" jawab Jennie memalingkan wajahnya karena merasa begitu malu.


Kai terkekeh melihat istrinya yang salah tingkah. Ia merasa lucu dan gemas melihat istrinya malu-malu kucing.


"Ck... Masih pagi sudah pamer kemesraan" celetuk Ayah Aditya yang sedang duduk di sofa bersama Bunda Maryam.


"Ayah ini menganggu saja" ucap Kai sedikit kesal.


"Ya begitulah, namanya juga pasangan muda. Jadi masih anget-angetnya. Mereka selalu memperlihatkan keromantisan mereka tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya" sambung Bunda Maryam menggoda Kai dan Jennie.


"Sebaiknya Ayah dan Bunda pulang saja ! Kalian pasti sangat lelah karena kurang tidur semalam. Biar Kai saja yang menjaga Jennie" ucap Kai. Ia merasa kasihan pada Ayah Aditya dan Bunda Maryam yang hanya bisa tidur sekejap saja.


"Baiklah, kami akan pulang. Ayah juga ingin ke kantor sebentar untuk menggantikan kamu" ucap Ayah Aditya.


"Ya sudah, Bunda dan Ayah pamit pulang ya. Jika ada apa-apa jangan lupa hubungi kami !" ucap Bunda Maryam.


Mereka mendekati Jennie dan memberikan kecupan hangat di pucuk kepala menantunya itu sebelum pulang.


"Kami pulang ya sayang, semoga cepat pulih" ucap Bunda Maryam.


Setelah pintu tertutup dan tinggal Jennie dan Kai di dalam. Jennie menarik suaminya agar ikut berbaring di sampingnya. Kebetulan mereka berada di kamar inap VIP jadi ranjang pasien cukup untuk dua orang.


"Mas sebaiknya istirahat ! Mas juga kurang tidur semalam" ucap Jennie.


Kai mengangguk dan membawa tubuhnya ke atas Ranjang. Pria itu membaringkan istrinya dengan pelan lalu memeluk wanita itu.


"Temani mas tidur !" ucapnya.


"Mas jangan seperti ini posisinya ! Takutnya ada Dokter atau Suster yang masuk" ucap Jennie.


"Kita itu suami istri jadi wajar jika tidur saling memeluk seperti ini. Yang tidak wajar jika aku bercinta denganmu di kamar ini"


"Ihs... Mas ini bicara apa sih ?" gerutu Jennie yang merasa malu mendengar ucapan frontal suaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Maaf ya 🙏 akhir-akhir ini telat Update karena sibuk banget 🤧


__ADS_2