Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Pindah Rumah


__ADS_3

Rate 21+ ( Bocil silahkan DISKIIP !!! )


Sekitar jam lima pagi. Kai terbangun dan melihat istrinya masih tertidur pulas. Pria itu tersenyum lebar mengingat pernyataan cinta dari istrinya semalam.


"Sungguh manis" ucapnya saat teringat wajah istrinya yang memerah karena malu.


Kai terus memandang wajah istrinya, sementara jari tangannya sibuk menggulung-gulung rambut panjang Jennie. Lama kelamaan Kai mendekati wajahnya lalu mengecup lembut bibir manis istrinya. Jennie yang tertidur pulas sama sekali tidak merasa terusik. Sementara Kai yang merasa istrinya tidak terganggu melancarkan aksinya. Kecupan tadi kini berubah menjadi ciu*man dan lum*atan kecil. Lama-kelamaan ciu*man pria itu menuntut. Jennie yang tadinya tenang dalam mimpinya kini mulai melenguh. Kai menghentikan aktivitasnya lalu berbisik di telinga sang istri.


"Sayang, bangunlah !" bisik dengan nada sen*sual.


Jennie yang masih mengantuk dengan berat hati membuka pelan kelopak matanya. Wanita itu mendapati wajah suaminya yang tersenyum lebar.


"Ada apa mas ? Apa ini sudah pagi ?" tanya Jennie dengan suara serah khas orang yang baru saja bangun tidur.


"Di luar masih gelap" jawab Kai, "Sayang, bisakah kita melanjutkan acara yang tertunda semalam ?" lanjut Kai bertanya dengan wajah yang penuh harap.


Jennie berpikir sejenak, wanita itu mengingat-ingat acara semalam yang dimaksud suaminya. Sesaat kemudian Jennie membulatkan matanya, Ia sudah paham apa yang dimaksud suaminya itu.


"Tapi mas, aku kan sedang hamil" jawab Jennie.


"Katanya tidak masalah selama kita melakukannya dengan pelan-pelan dan dengan posisi yang aman" jelas Kai.


"Tapi aku takut" jawab Jennie dengan nada lemah.


"Aku berjanji akan melakukannya dengan lembut sayang. Jadi sekarang ku mohon berikan aku hak atas dirimu !" lanjut Kai berbicara dengan lembut.


Cukup lama Jennie terdiam dan berpikir sehingga membuat Kai menghela nafas pasrah. Pria yang tadinya sudah mengungkung sang istri kini merubah posisinya menjadi tidur terlentang. Sementara Jennie yang melihat suaminya mendadak lesu kini menjadi panik.


"Baiklah aku tidak-" baru saja Kai hendak berkata tidak akan memaksa Jennie hingga wanita itu sendiri yang siap, Jennie segera memotong ucapannya.


"Lakukanlah !" ucap Jennie dengan yakin.


Kai yang tadinya terlihat lesu kini kembali semangat. Pria itu melempar senyum ceria kepada istrinya.


"Benarkah sayang ?" tanyanya pada sang istri.


"Hm... Tapi tolong lakukan dengan pelan !"


Tanpa menunggu lama Kai segera melancarkan aksinya. Awalnya Kai cukup kesulitan itu menembus kue apem milih istrinya, namun pria itu tak putus asa hingga dapat merasakan sesuatu yang selama ini Ia idam-idamkan.


Pagi hari itu mereka melakukan ritual suami istri itu untuk yang kedua kalinya. Namun kali ini rasanya berbeda karena mereka melakukannya atas dasar cinta.


🌹🌹🌹


Tiga hari kemudian. Jennie dan Kai memutuskan untuk tinggal berdua di rumah yang telah menjadi saksi dimana mereka saling mengungkapkan perasaan.

__ADS_1


Kai dan Jennie mengundang teman dekatnya. Jennie tak ketinggalan mengundang Tuan Sean dan Valen.


"Tuan Sean mengapa datang sendiri ?" tanya Jennie heran. Wanita itu sudah tahu jika Tuan Sean dan Valen sebentar lagi menikah.


"Valen tadi pergi menemui temannya" jawab Tuan Sean.


Meli yang sudah hadir di tengah-tengah mereka mencoba menjadi pendengar baik. Wanita itu bertanya-tanya, apakah Valen yang dimaksud Tuan Sean adalah wanita yang telah berhasil merebut hati Raffa ?


"Hai Meli, apa kabar ?" tanya Tuan Sean.


"Baik" jawab Meli singkat, tak lupa wanita itu melempar senyum manisnya.


"Oh iya, Sean kenalkan ini teman-temannya mas Kai !"


"Sean..." ucapnya memperkenalkan diri dan menjabat tangan Riko, Dokter Ricard, Joshua dan tunangannya yang bernama Pricilia.


"Kamu pemilik JS Boutique kan ?" tanya Joshua yang dijawab anggukan kepala oleh Tuan Sean.


"Aku suka rancangan baju di butik milikmu. Rancangan JS Boutique sungguh sangat memuaskan" lanjut Joshua melempar senyum ramah.


"Wah, terima kasih atas pujiannya. Semoga kita bisa berlangganan" balas Tuan Sean sedikit terkekeh.


Mereka saling berbincang-bincang masalah pekerjaan mereka satu sama lain. Sementara Jennie dan Meli ke dapur membantu ART dan Bunda Maryam menyiapkan makanan.


🌹🌹🌹


"Apakah kalian saling mencintai ?" tanyanya dengan nada pelan.


"Kami belum saling mencintai. Tapi kami sepakat akan berusaha menumbuhkan perasaan cinta itu" jawab Valen dengan yakin. Ia yakin jika suatu saat dirinya dan Tuan Sean bisa saling mencintai.


"Bagiamana jika pada akhirnya kalian tidak bisa saling mencintai ?"


"Kami yakin jika Tuhan tidak akan mempersatukan kami seperti ini jika memang kami tidak berjodoh" jawab Valen.


"Baiklah, semoga kamu bisa bahagia dengan pernikahanmu ini" ucap Raffa dengan suara sendu.


Valen tampak memperhatikan gelagat Raffa. Wanita itu bingung mengapa Raffa seprtinya tidak senang mendengar kabar pernikahannya.


"Raffa, apa kamu baik-baik saja ?" tanya Valen dengan hati-hati.


"Hm... Aku baik-baik saja" jawabnya berusaha tersenyum.


Valen bernafas lega saat mendengar jawaban Raffa. Ia melempar senyum manis kepada pria yang telah Ia anggap sebagai sahabatnya sendiri.


"Apa kamu tidak masuk kerja ?"

__ADS_1


"Tidak, hari ini aku free" jawab Raffa.


"Kalau begitu, bisakah kamu mengantarku ke rumah temanku ? Hari ini Dia pindah rumah dan Dia mengundang ku. Kebetulan aku tidak bawa mobil kesini" jelas Valen.


Raffa tampak berpikir. Namun akhirnya Ia mengangguk, hari ini mungkin hari terakhir baginya bisa berdekatan dengan Valen sang pujaan hati.


"Tunggu aku ganti baju dulu !"


🌹🌹🌹


"Sayang sebaiknya kamu duduk saja !" pinta Bunda Maryam kepada Jennie.


"Nggak apa-apa Bun, lagian ini pekerjaan yang tidak melelahkan kok" jawab Jennie santai.


Mereka sedang sibuk menyusun kue meja ruang tengah. Kai yang melihat istrinya bolak-balik dapur dan ruang tengah segera menarik istrinya agar duduk tenang.


"Jangan bergerak !" perintahnya saat Jennie sudah berhasil duduk di sampingnya.


"Tapi belum selesai loh mas" jawab Jennie.


"Masih ada Meli, Bunda dan ART. Jadi kamu tidak usah bolak-balik dapur lagi ! Ingat sayang, saat ini kamu sedang hamil !"


Jennie membuang napas dengan kasar. Mau tidak mau wanita itu harus menuruti perkataan suaminya.


Tak lama kemudian bel rumah berbunyi. Kai berdiri dan berjalan ke arah pintu. Saat pria itu membuka pintu terlihat Valen dan Raffa berdiri.


"Raffa, kamu datang juga ?" tanya Kai.


"Jadi temanmu yang pindah rumah adalah Kai ?" tanya Raffa pada Valen.


"Hehehe... Maaf aku lupa jika kalian saling mengenal. Aku juga lupa jika Kai suaminya Jennie, yang aku ingat hanyalah Jennie yang mengundangku" jawab Valen menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebaiknya kalian masuk sekarang !" ajak Kai.


Valen menarik tangan Raffa masuk dalam rumah dan membawanya menuju ruang tengah. Wanita itu duduk di samping Jennie sementara Raffa duduk di samping Kai.


"Akhirnya kamu datang juga" ucap Jennie senang.


"Maaf aku telat" jawab Valen merasa tidak enak hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Halo 👋 Sa kembali merekomendasikan novel terbaik untuk kalian🤗 jangan lupa untuk mampir ya sayang ya😘😘😘

__ADS_1


Judul : Ketika Cinta Benci & Rindu Menyatu


Napen : Santi Suki


__ADS_2