Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Sindrom Baby Blues


__ADS_3

"Kenapa wajahmu kusut seperti itu ?" tanya Ayah Aditya pada Kai.


Saat ini sudah pukul dua malam dan tiba-tiba Jennie terbangun karena haus. Akhirnya Kai turun mengambilkan air untuk Jennie.


"Namanya juga orang baru bangun pastilah wajahnya kusut" balas Kai.


"Tapi yang Ayah lihat seperti bukan itu membuat wajahmu terlihat kusut tapi karena ada sesuatu yang mengganjal" tebak Ayah Aditya.


"Memang ada. Tapi besok saja Kai cerita soalnya takut Jennie menunggu terlalu lama" ucap Kai.


"Ya sudah pergilah !" usir Ayah Aditya.


"Mengapa Ayah belum tidur ?" tanya Kai pada sang Ayah.


"Karena nggak ada teman tidur makanya Ayah milih buat begadang" balas Ayah Aditya.


"Yang sabar ya Ayah" ucap Kai dengan nada meledek.


Ayah Aditya memutar bola matanya dengan malas.


"Bukannya prihatin kamu malah ledekin Ayah. Saja pergi ! Nanti putri Ayah cariin kamu" ucap Ayah Aditya kesal sehingga membuat Kai terkekeh.


Sebenarnya Kai merasa prihatin sih dengan sang Ayah. Tapi mau bagaimana lagi, putrinya juga butuh seseorang untuk menjaganya di rumah sakit.


"Sayang mengapa begitu lama ?" tanya Jennie.


"Maaf tadi Ayah ngajak ngobrol sebentar" jawab Kai, "ini minumlah, setelah itu tidur kembali !"

__ADS_1


"Terima kasih mas" ucap Jennie menerima gelas yang berisi air dan meminumnya hingga tandas.


"Tidurlah !" ucap Kai setelah istrinya selesai minum.


Jennie mengangguk dan berbaring dengan Kai. Wanita itu masuk kedalam pelukan hangat suaminya. Tak menunggu lama akhirnya mereka berdua kembali masuk ke alam mimpi.


Keesokan harinya Jennie dan Kai bersiap-siap ke rumah sakit. Sebenarnya Kai melarang Jennie untuk menjenguk putri mereka karena merasa khawatir dengan luka bekas operasi di perut Jennie.


Tapi lagi-lagi Jennie merasa dirinya dilarang bertemu dengan bayinya. Padahal bukan seperti itu maksud Kai.


"Sekarang kamu senyum ya ! Kota segera bertemu putri kecil kita" ucap Kai mengandeng tangan Jennie.


Jennie tersenyum lebar karena merasa senang bisa bertemu dengan putrinya. Saat ini mereka sudah berada di rumah sakit.


"Kalian sudah datang ?" tanya Bunda Maryam.


"Bunda, bagiamana keadaan putri kecilku ?" tanya Jennie.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Jennie merasa sedikit tenang, "kalau begitu Jennie masuk dulu ya Bun" lanjutnya.


Setelah Jennie masuk ke ruangan bayi, Kai segera menarik pelan tangan Bunda Maryam.


"Ada apa ?" tanya sang Bunda kebingungan. Bunda Maryam bisa melihat wajah kusut putranya.


"Bunda sepertinya ada yang aneh dengan Jennie deh" ucap Kai.


"Aneh bagaimana maksudnya ?"

__ADS_1


"Gini ya Bun, semalam Jennie menangis karena begitu mencemaskan diriku dan putrinya. Jennie juga mudah tersinggung dan begitu cengeng. Kai bingung mengapa wanita itu moodnya begitu cepat berubah" jelas Kai.


Bunda Maryam terdiam sejenak. Sepertinya feeling-nya memang benar jika menantunya terkena gejala sindrom baby blues.


"Jennie terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi saat ini" lanjut Kai.


"Sepertinya Jennie mengalami sindrom baby blues" tebak Bunda Maryam.


Kai mengerutkan keningnya, Ia tidak paham dengan ucapan sang Bunda.


"Maksud Bunda apa ya ?" tanya Kai penasaran.


"Jadi Jennie terkena gejala sindrom baby blues. Bisa dibilang gangguan psikologis sementara pada seorang ibu yang baru melahirkan" jelas Bunda Maryam.


Kai semakin bingung dengan penjelasan sang Bunda, "apa maksud Bunda semacam depresi ?" tanya Kai.


"Iya. Penyebabnya bisa saja karena hormon, fisik, psikis, dan Sosial. Itu sebabnya Jennie begitu mudah merasa sedih, cemas yang berlebihan dan perubahan mood lainnya" jelas Bunda Maryam.


"Apa mungkin karena kecelakaan yang menimpanya kemarin hingga pendarahan dan terpaksa melahirkan secara prematur membuat Jennie merasa bersalah dan ketakutan ?" tanya Kai.


"Bisa jadi itu yang membuat psikisnya terganggu" jawab Bunda Maryam.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Bun, agar Jennie bisa sembuh ? Apa kita harus membawanya pada Dokter psikiater ?" tanya Kai bingung. Pria itu merasa cemas dengan keadaan istrinya yang ternyata sedang tidak baik-baik saja.


"Saran Bunda sebaiknya kamu konsultasi pada Dokter psikiater saja !" ucap Bunda Maryam.


Kak berjalan ke arah dinding kaca kamar khusus bayi. Pria itu melihat istrinya yang sedang tersenyum mengajak putri kecil mereka berbicara.

__ADS_1


Kai merasa sedih karena tidak bisa merasakan apa yang sedang dirasakan istrinya. Jika boleh Kai minta, lebih baik dirinya yang merasakan hal itu daripada harus sang istri yang merasakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2