Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Makan Malam


__ADS_3

Tepat pukul delapan malam seseorang mengetuk pintu hotel. Kai yang memang sudah terbangun segera berjalan menuju pintu. Ia tahu jika pasti itu pegawai hotel yang membawa makanan malam yang Ia pesan tadi.


Ya, Kai memang terbangun karena merasa lapar. Namun Ia tak ingin meninggalkan istrinya sendiri akhirnya meminta makan malam untuk dibawa ke kamarnya, tak lupa Ia memesan makanan untuk istrinya.


Kai meletakkan makanan itu di tasa nakas samping tempat tidur. Ia duduk tepat di samping istrinya yang masih terlihat damai dalam tidurnya. Ia mengulurkan tangannya dan mebelai wajah sang istri dengan lembut.


"Jennie, bangunlah !" ucapnya membangunkan Jennie. Sebenarnya Ia merasa tidak tega membangunkan sang istri namun Ia lebih tidak tega lagi jika membiarkan istri dan calon anaknya kelaparan.


Merasakan seseorang sedang menyentuh wajahnya membuat Jennie membuka matanya pelan. Wanita itu hendak mengucek matanya namun ditahan oleh Kai.


"Jangan dikucek matanya ! Sebaiknya kamu bangun tidur dan segera mencuci wajah agar lebih segar" ucap Kai


Jennie merenggangkan tubuhnya yang terasa lebih ringan dari sebelumnya. Jennie terbangun dan duduk sejenak.


"Ini sudah jam berapa ?" tanya Jennie kepada Kai.


"Jam delapan malam" jawab Kai. Mendengar suara Jennie yang masih serak khas orang baru bangun tidur mampu membuatnya panas dingin. Sungguh suara itu terdengar seksi dan indah di telinganya.


"Sebaiknya kamu segera cuci wajahmu setelah itu kita makan malam bersama !"


Jennie mengangguk dan berdiri menuju kamar mandi. Wanita itu belum sepenuhnya sadar jadi Ia berjalan sempoyongan membuat Kai terkekeh.


"Akh... Menggemaskan sekali, ck... Melihatnya seperti itu saja sudah membuatku tidak sabar memakannya" guman Kai.


Hanya lima menit Jennie akhirnya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh. Saat Jennie hendak mendekat ke arah ranjang wanita itu berteriak dan menutup matanya.


"Akh... Kenapa kamu tidak menutup tubuhmu dengan benar ?" pekik Jennie setelah sadar jika Kai hanya menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian pinggang hingga atas lututnya saja.


Kai melihat tubuhnya lalu berkata, "ini sudah tertutup dengan benar" jawabnya dengan enteng. Ia merasa tubuhnya itu tidak terlalu terbuka hanya bagian dada saja yang terbuka polos.


"Itu namanya tidak tertutup dengan benar" balas Jennie kesal, "ganti saja menggunakan bathrobe !" pinta Jennie.


Mau tak mau Kai berdiri dan mengambil bathrobe lalu memakainya. Padahal Ia sudah merasa nyaman menggunakan handuk itu sekaligu bisa pamer perutnya yang mirip roti sobek itu kepada istrinya, eh malah istrinya ketakutan dan menyuruhnya menutupinya.


"Sudah" jawab Kai setelah berhasil memasang sempurna bathrobe itu di tubuhnya.

__ADS_1


Jennie membalikkan tubuhnya namun belum membuka matanya. Wanita itu takut jika Kai menipunya akhirnya Ia membuka matanya secara perlahan. Ia bernafas lega setelah melihat tubuh laki-laki itu sudah tertutup dengan baik.


"Kamu duduk di sofa saja, biar aku saja yang membawa makan itu ke meja !" ucap Kai.


Pria itu mengambil makanan yang di atas nakas dan membawanya menuju sofa. Kai menyusun makanan itu di atas meja lalu ikut duduk di samping Jennie meskipun harus menjaga jarak.


"Makanlah !" perintah Kai menyodorkan piring yang berisikan nasi goreng seafood.


Jennie menerima piring itu dan memakan makanan itu namun baru saja tiga sendok wanita itu tiba-tiba merasa mual. Ia segera berlari menuju kamar mandi dengan tangan yang menutup mulutnya.


Kai yang melihat Jennie berlari dibuat panik. Akhirnya pria itu memutuskan mengikuti langkah istrinya ke dalam kamar mandi.


"Uek... Uek... Uek..." Jennie memuntahkan cairan kunin yang terasa pahit. Wanita itu mendadak lemas.


Kai yang melihat istrinya mual segera mendekat dan mencoba memijit tengkuk sang istri. Namu Jennie segera menepis tangan Kai dan menyuruhnya keluar.


"Keluarlah ! Jangan mendekat ! Ini terlalu menjijikan" ucapnya.


Namun Kai tak mengindahkan permintaan sang istri. Ia sama sekali tidak merasa jijik dengan muntahan Jennie. Ia hanya merasa khawatir dengan keadaan istrinya itu.


"Apa sudah enakan ?" tanya Kai setelah melihat Jennie tak muntah lagi.


"Apa kamu tidak menyukai makanan itu ?" tanya Kai dan dibalas gelengan kepala oleh Jennie.


"Lalu mengapa kamu mual ? Apa kamu selalu begini jika sedang makan ?" tanya Kai dengan lembut.


"Tidak. Biasanya aku hanya mual di pagi hari dan itupun sudah jarang" jawab Jennie dengan suara lemah.


Wanita itu juga merasa bingung mengapa tiba-tiba Ia mual padahal hari-hari sebelumnya Ia tidak pernah mual jika sedang makan malam.


Kai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Pria itu memberanikan diri untuk mengusap perut sang istri dengan lembut. Jennie merasakan usapan itu merasa tenang dan merasa nyaman, perasaannya tiba-tiba menghangat dengan perlakuan Kai.


"Hai sayang, jangan buat Bunda tersiksa seperti ini ya !" pinta Kai seolah sedang mengajak calon anaknya berbicara.


Kai kembali menatap wajah istrinya dengan tatapan sendu. Ia merasa kasihan dengan istrinya yang kembali merasakan mual, rasanya Ia tidak tega dan lebih memilih agar dirinya yang kembali merasakan hal tersebut.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin mencoba makan kembali ?" tanya Kai.


"Bawakan saja kesini ! Aku tak sanggup berjalan lagi" jawab Jennie.


Ia segera bangun duduk dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dengan bantuan Kai. Entah mengapa Ia merasa senang dengan perlakuan dan perhatian Kai.


"Ya sudah, kamu tunggu disini !" pinta Kai sebelum beranjak mengambil makanan milik Jennie.


"Mau aku suapin ?" tanya Kai hati-hati.


Dan entah mengapa Jennie secara refleks mengangguk dengan semangat. Kai tersenyum karena istrinya tidak menolak tawarannya. Dalam hati pria itu bersorak gembira, Ia behapar ini adalah awal dari hubungan yang baik untuknya dan sang istri. Kai menyuapkan makanan ke mulut Jennie, saat suapan pertama dan kedua Jennie membuka mulutnya dengan lebar-lebar. Namun saat suapan ketiga wanita itu menggelengkan kepalanya. Kai mengerutkan keningnya dan kembali merasa cemas.


"Apa kamu merasa mual lagi ?" tanya Kai tampak khawatir.


"Tidak" jawab Jennie singkat.


"Lalu ? Mengapa kamu berhenti makan ?" tanya Kai bingung.


"Sebaiknya kamu makan juga !" pinta Jennie.


"Aku bisa makan nanti, kamu habiskan makananmu dulu !" ucap Kai.


"Tidak, maksduku..." Jennie menunduk dan tidak melanjutkan kalimatnya, Ia merasa malu dengan permintaannya itu.


"Maksudmu apa ?" tanya Kai semakin bingung.


Jennie masih terdiam. Rasanya bibirnya begitu berat mengucapkan kata-kata itu.


"Em... Maksudku, bisakah kamu makan bersamaku ?"


Jennie mendongak menatap Kai dengan tatapan penuh harap.


"Jika kita makan secara bersamaan, lalu siapa yang menyuapi kamu ?"


"Ck... Maksudku makan sepiring berdua... Masa gitu aja tidak ngerti sih ?" jawab Jennie. Wanita yang tadinya malu mendadak kesal karena suaminya tidak peka.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*HAI👋 JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL INI DENGAN CARA MEMBERIKAN HADIAH, KOMEN DAN LIKE🙏❤️*


__ADS_2