Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Perubahan Mood Jennie


__ADS_3

Saat Jennie hendak meninggalkan Kai tiba-tiba saja tangannya dicekal.


"Mau kemana sayang ?" tanya Kai dengan suara serak.


"Mas sudah bangun ?" tanya Jennie.


"Iya, kamu sedang apa disini ?" tanya Kai kini menarik pinggang istri agar duduk di pangkuannya.


"Aku tadi cariin mas karena belum juga kembali ke kamar dan ternyata mas ketiduran disini" jelas Jennie.


"Maaf sayang mas terlalu lelah makanya ketiduran disini" ucap Kai mengelus lembut pipi Jennie.


"Mas tidak perlu minta maaf. Seharusnya Jennie yang minta maaf karena membuat mas kurang tidur karena jagain Jennie di rumah sakit" ucap Jennie merasa bersalah.


"Sayang... Ini bukan kesalahan kamu. Kamu nggak bikin kesalahan sama sekali, itu memang sudah menjadi tugasku untuk menjaga dirimu" ucap Kai.


"Tapi tetap saja seandainya aku tidak berusaha untuk mempertahankan tasku agar tidak dicopet mungkin ini tidak akan terjadi. Mungkin aku tidak akan didorong sehingga bisa pendarahan seperti itu. Mungkin anak kita tidak akan lahir dengan kondisi seperti ini jika aku-"


"Shttt..." Kai meletakkan jari telunjuknya di bibir Jennie, "jangan bicara seperti itu sayang ! Kita berdoa saja agar putri kita bisa segera sehat !" ucap Kai memotong ucapan Jennie yang kini terisak.


Sementara Jennie berusaha air matanya agar tidak keluar. Entah mengapa Ia merasa begitu cengeng dan sedih hari ini. Selalu ada perasaan bersalah yang menyelimuti hatinya. Ia juga selalu merasa khawatir dan cemas dengan keadaan putrinya yang baru lahir beberapa hari.


"Hai mengapa wanitaku ini begitu cengeng hm ?" tanya Kai sengaja mengejek Jennie agar tertawa namun bukannya tertawa Jennie justru semakin terisak.

__ADS_1


"Hai kenapa malah makin parah ? Mas hanya bercanda sayang" ucap Kai panik.


"Bercanda mas bilang ?" tanya Jennie di sela isakannya.


"Mas hanya berusaha menghibur kamu sayang" jawab Kai.


"Mas tau nggak sih kalau aku sedang khawatir dengan keadaan mas ? Mas ngerti nggak kalau saat ini aku merasa sedih dan cemas dengan keadaan putri kita ?" tanya Jennie yang mulai meninggikan suaranya.


"Bu-bukan seperti itu sayang... Mas sangat mengerti dengan perasaan kamu, mas juga merasa sedih melihat kondisi bayi kita. Tapi mas percaya jika putri kita akan baik-baik saja dan akan segera berkumpul dengan kita" ucap Kai.


"Sekarang berhenti menangis ya ! Ingat sayang, doa ibu sangat baik untuk anak-anaknya. Maka dari itu doakan agar secepatnya kita bisa membawa putri kita kembali" lanjut Kai memeluk erat tubuh Jennie.


Jennie yang dipeluk merasa begitu nyaman, dengan perlahan Jennie merasa sedikit tenang.


"Gendong ya !" ucap Jennie manja.


Kai tersenyum dan mengangguk, "dengan senang hati Tuan putri" ucapnya.


Akhirnya Kai mengangkat tubuh Istrinya ala bridal style. Sesampainya di kamar Kai membaringkan tubuh Jennie dengan pelan.


"Kamu tidur lagi ya ! Mas mau bersih-bersih dulu" ucap Kai.


"Tapi Jennie lapar" ucap Jennie mengelus perutnya.

__ADS_1


"Kamu belum makan malam ?" tanya Kai.


"Tadi Jennie cariin mas karena merasa lapar" ucap Jennie tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.


"Kamu ini. Kenapa tidak mengatakannya dari tadi ?" ucap Kai geleng-geleng kepala, "ya sudah mas ambilkan makan dan kita makan malam disini" lanjutnya.


Setelah beberapa menit akhirnya Kai masuk kamar dengan sebuah nampan yang berisi dua piring nasi lengkap dengan lauknya.


"Kota makan sepiring berdua ya !" ucap Jennie penuh harap.


"Mas yang siap kalau gitu" balas Kai.


Keduanya makan dengan tenang tanpa mengeluarkan kata-kata. Kai merasa bingung dengan mood Jennie yang berubah-ubah.


Kai merasa Jennie begitu beda dari Jennie yang sebelumnya. Wanita itu sangat mudah menangis sekarang padahal setahunya Jennie itu tida secengeng ini. Kalaupun Jennie merasa sedih pasti wanita itu bisa menyembunyikan perasaannya.


Bahkan Jennie terus merasa bersalah dan merasa cemas pada putri mereka.


"Sebenarnya ada apa dengan dirimu sayang ?" tanya batin Kai bingung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tebak ! kira-kira Jennie kenapa mudah sedih ya ?

__ADS_1


__ADS_2