
Ayah Aditya dan bunda Maryam saling menatap, mereka dibuat bingung dengan permintaan putri angkatnya, itu terlebih lagi saat Jennie meminta mangga sambil terisak.
"Sayang sebaiknya makan yang dibeli saja ya !" bujuk Bunda Maryam.
"Nggak mau, pokoknya Jennie mau makan mangga ada di depan rumah trus maunya yang masih muda"
Wanita itu kembali terisak saat sang bunda enggan menuruti permintaannya. Ia merasa sedih karena menganggap kedua orang tuanya tidak lagi menyayanginya.
"Iya-iya berhentilah menangis, Ayah akan meminta pada tetangga kita yang di depan" ucap ayah Aditya mengelus punggung putrinya.
"Jangan Ayah yang pergi ! Tapi-" Jennie menggantung kalimatnya dan menunduk, Ia enggan mengatakan permintaannya ini tapi Ia juga sangat menginginkannya.
"Tapi apa lagi ?" tanya ayah Aditya mencoba sabar dengan sikap aneh putrinya.
"Ayah membentak Jennie ?" Wanita itu mendongak menatap sang ayah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Bukan begitu Nak, Ayah tidak membentak kamu sayang" ucap ayah Aditya duduk di samping putrinya, "katakanlah apa yang kamu inginkan ! Ayah akan mengabulkannya"
Karena tak ingin putrinya kembali menangis akhirnya ayah Aditya mencoba bertanya dengan suara lembut meskipun dalam hatinya mulai kesal. Ia sangat bingung dengan tingkah aneh Jennie yang jauh berbeda dengan dengan sikapnya.
"Jennie mau mangga muda milik tetangga yang di depan rumah tapi yang panjat Kak Kai"
Akhirnya Jennie bisa mengeluarkan kalimat permintaan itu walau dengan suara yang terdengar lirih. Ayah Aditya dan bunda Maryam yang mendengar permintaan Jennie semakin dibuat heran.
"Apa ?" tanya ayah Aditya tidak percaya, Ia berharap dirinya salah dengar.
"Coba ulangi sayang !" pinta bunda Maryam yang juga berharap salah dengar.
"Jennie maunya makan mangga muda yang dipanjat sama Kak Kai" Jennie mengatupkan bibirnya dan sebentar lagi wanita itu akan menangis.
"Ok, Ayah panggil kakakmu ya"
Ayah Aditya segera menaiki tangga dan berlari menuju kamar putranya, Ia mengetuk pintu kamar Kai namun tak ada jawaban sama sekali.
"Kai... Bangunlah !" teriak ayah Aditya dari luar namun lagi-lagi tak mendapat jawaban, "ck... Anak ini kenapa lama sekali sih ?"
Akhirnya ayah Aditya turun kembali dan meminta kunci cadangan kamar milik Kai, "Bi, berikan kunci kamar Kai !" pinta ayah Aditya kepada BI Narti sang asisten rumah tangga.
__ADS_1
"Yah kenapa minta kunci cadangan ?" Bunda Maryam yang melihat sang suami berteriak meminta kunci kamar marasa bingung.
"Kai tidak membuka pintu kamarnya" jawab ayah lalu kembali menaiki tangga. Pria paruh baya itu membuka pintu kamar Kai dan mendapati putranya masih tertidur.
"Anak ini kenapa bisa bangun telat sih ?" tanya ayah Aditya memijit keningnya. Belum selesai pusingnya karena permintaan aneh Jennie kini ayah Aditya dibuat semakin pusing saat melihat Kai masih tertidur.
"Bangun Kai !" ayah Aditya mencoba mengguncang tubuh putranya agar terbagun.
Merasakan tubuhnya diguncang membuat Kai tersadar dari tidur nyenyak, pria itu mengucek kedua matanya yang masih terasa berat.
"Ayah kenapa bisa masuk kamar Kai ?" tanya pria itu dengan suara khas orang bangun tidur.
"Jennie mencari mu" ucap Ayah berhasil membuat Kai membulatkan matanya tidak percaya.
"Coba katakan sekali lagi Yah !"
Pria itu tampak bersemangat saat mendengar sang ayah menyebut nama Jennie dan berharap Ia tidak salah dengar.
"Jennie memanggilmu, cepat bangun dan cuci wajahmu lalu segera turun !" Perintah ayah Aditya kemudian meninggalkan putranya yang masih mematung.
"Jennie memanggilku ?" tanya Kai tidak percaya.
"Kamu memanggilku ?"
Dengan nafas tersengal-sengal Kai bertanya kepada wanita yang tampak menundukkan kepalanya itu. Sang wanita hanya mengangguk dengan posisi kepala yang masih menunduk.
"Kai adikmu ingin makan mangga muda tapi..." bunda Maryam tampak ragu melanjutkan ucapannya, Ia takut Kai akan menolak dan membuat Jennie sedih dan kembali menangis, "Jennie ingin kamu memanjat pohon mangga milik tetangga kita yang di depan rumah"
Ucapan bunda Maryam sontak membuat bola mata Kai membulat dengan sempurna.
"Kai memanjat pohon ?" tanya Kai tidak percaya dengan permintaan sang adik... Ah ralat, maksudnya adik angkatnya sekaligus wanita yang Ia cintai.
"Iya, Jennie sangat menginginkan mangga muda tapi nggak mau kalau bukan kamu yang panjat" jawab Ayah Aditya.
"Yang benar saja ?" tanya Kai masih tidak percaya, "Kai tidak bisa panjat pohon" lanjutnya berkata dengan jujur.
Mendengar permintaannya tidak bisa terpenuhi, Jennie kembali terisak membuat semua orang kembali panik tak terkecuali Kai. Pria itu menggaruk kepalanya bingung dengan permintaan Jennie, apalagi wanita itu menangis hanya karena ingin makan mangga yang baru dipanjat olehnya.
__ADS_1
"Kenapa tidak beli saya ?" tanya Kai dengan lembut.
"Seandainya Jennie mau, Ayah tidak akan menyuruhmu bangun," jawab ayah dengan ketus. Pria paru baya itu berdiri dan berbisik di telinga Kai, "cepat turuti permintaannya ! Bisa jadi ini akan menjadi kesempatanmu untuk berbaikan dengannya. Dan jika kamu sudah bisa berbaikan dengan Jennie maka ayah akan mencoba menjelaskan fakta tentang dirinya"
Mendengar bisikan dari sang ayah akhirnya Kai mengangguk dengan semangatnya, 'Berjuang demi cinta semua akan aku lakukan' batinnya.
"Baiklah, Kai akan mencoba memanjat pohon mangga itu" ucapnya membuat Jennie tersenyum senang.
Entah kemana perginya rasa benci dan amarahnya terhadap Kai, yang wanita itu rasakan hanyalah rasa senang saat melihat Kai yang tampak bersemangat menuruti permintaannya.
"Kalau begitu ayah coba minta dulu sama pemiliknya setelah itu baru kamu kesana memanjatnya jika mendapat izin"
Setelah dua puluh menit menunggu sang ayah. Akhirnya ayah Aditya datang dan mengatakan jika si pemilik pohon mangga memberikan izi dan bebas mau ambil berapa banyak buah mangga.
Jennie tentu merasa senang mendengar itu, terlebih lagi Ia akan melihat Kai memanjat pohon mangga untuknya, rasanya sangat bahagia sekali saat permintaannya dituruti.
Sesampai mereka disana, Kai menatap pohon mangga itu dari bawah. Ia bergidik negeri saat melihat pohon itu ternyata sangat tinggi, pria itu tiba-tiba saja membayangkan dirinya terjatuh saat memanjat pohon dan tulang-tulangnya patah.
"Ee... Apa ada tangga ?" tanya Kai berusaha menghilangkan rasa takutnya.
"Jangan pakai tangga... Kak Kai langsung panjat pohon itu saja !" Jennie merengek agar Kai mau menuruti permintaannya.
Pria itu menelan salivanya dengan kasar, 'Ya Tuhan, kenapa permintaannya bisa seperti ini sih ? Kanapa tidak minta dinikahi saja ? Kalau itu pasti aku sanggup' gerutu Kai dalam hati.
Akhirnya mau tidak mau Kai memanjat pohon itu tanpa bantuan tangga. Meskipun pria itu berkali-kali gagal tapi pada akhirnya Ia bisa berada di atas pohon, Ia berusaha menggapai buah mangga yang masih bergelantungan di tangkainya.
"Sudah cukup !" teriak Jennie dari bawah saat merasa mangga yang dipetik Kai sudah cukup banyak. Wanita itu segera mengambil mangga tersebut dan berlari kembali ke rumah mereka.
Kai yang masih di atas pohon merasa kesal saat melihat Jennie meninggalkannya, "huft... Sabar Kai ! Berkorban demi cinta tidak masalah... Untung saja aku sangat mencintai wanita itu" ucap Kai pelan.
"Turunlah !" perintah ayah Aditya dan memberikan tangga agar putranya bisa turun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*SILAHKAN BERIKAN SARAN DAN KRITIKANNYA DI KOLOM KOMENTAR!*
Hiii selamat bergabung di karya keduaku🤗 Jangan lupa jadikan novel ini novel favorit kalian ! Berikan dukungan dengan cara like dan komen ! Kirim-kirim juga hadiah untuk novel ini supaya Author tambah semangat 💪❤️❤️❤️
__ADS_1
~Salam dari Merauke - Bugis❤️~