Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Kisah Masa Lalu


__ADS_3

*Flashback On*


Dua puluh tahun yang lalu...


Kai yang berumur lima tahun begitu senang saat mendengar kabar jika sahabat orang tuanya terlah melahirkan putri cantik.


"Yah, kata Bunda Uncle Bram sudah punya dedek bayi ya ?" tanya Kai kecil dengan wajah polosnya.


"Iya sayang, Uncle Bram dan Aunty Desi sudah punya Bayi cantik" jawab Ayah Aditya mencubit pipi putranya dengan lembut, Ia sangat gemas melihat wajah bahagia putranya.


"Berarti adek bayinya cewek ?" tanya Kai kecil melompat senang, "Yeay akhirnya Kai punya adik cewek"


"Berhentilah melompat sayang !" tegur Ayah Aditya, "Kai mau lihat adik bayinya ?" tanya Ayah Aditya.


"Apa boleh ?" tanya Kai yang mendapat anggukan oleh Ayah Aditya, "Ayo berangkat sekarang !" ucap Kai kecil yang begitu semangat.


"Tungguin Bunda dong !" ucap Bunda Maryam yang baru saja selesai bersiap-siap.


"Bunda kok lama sih ? Kai kan sudah tidak sabar melihat adik bayinya" ucap Kai kecil memanyungkan bibir mungilnya.


"Maaf sayang" ucap Bunda Maryam mengusap kepala putranya kecilnya, "Kai senang punya adik baru ?" tanya Bunda Maryam.


Kai kecil mengangguk dan tersenyum, "tentu saja Kai senang" jawabnya.


"Baiklah kita berangkat sekarang !" ucap Ayah Aditya lalu menggendong tubuh Kai kecil.


"Ayah turunkan Kai !" pinta Kai yang memberontak ingin turun dari gendongan sang Ayah, "Yah, Kak bukan anak kecil lagi, Kak sudah jadi kakak itu artinya Kai sudah besar" lanjut Kai kecil yang kini berjalan sendiri.


Mendengar ucapan polos putranya membuat Bunda Maryam dan Ayah Aditya tertawa.


Sesampai mereka di rumah sakit, Kai langsung mendekati box bayi dan melihat langsung bayi mungil yang sedang tertidur nyenyak.


"Yah, Bunda, dedek bayinya tertidur" ucap Kai yang masih menatap bayi mungil itu.


Ayah Aditya dan Bunda Maryam tersenyum mendengar ucapan putranya. Mereka lalu memberikan ucapan selamat kepada sahabatnya yang telah mendapatkan seorang putri cantik.


"Selamat ya Mbak" ucap Bunda Maryam kepada sang ibu bayi, "akhirnya setelah penantian tujuh tahun Mbak Desi dan Mas Bram mendapatkan momongan" lanjut Bunda Maryam yang ikut berbahagia atas kelahiran putri sahabatnya.

__ADS_1


"Terima kasih Mbak" ucapan Ibu Desi yang tanpa sadar menjatuhkan air mata bahagianya.


Bunda Maryam lalu mendekati box bayi itu, Ia melihat putranya yang masih setia menatap bayi mungil yang baru berusia satu hari itu.


"Bunda adik bayinya cantik ya ?"


"Iya, apa Kai menyukainya ?" tanya Bunda Maryam yang kini telah menggendong putri kecil yang kulitnya tampak masih memerah.


"Siapa namanya putrimu Bram ?" tanya Ayah Aditya yang mendekati istrinya dan melihat putri kecil sahabatnya.


"Jennie Clarissa" jawab Ayah Bram.


"Nama yang cantik" puji Bunda Maryam.


"Bunda apa kita bisa bawa pulang adik bayinya ?" tanya Kai kecil dengan polos.


"Tidak bisa sayang" ucap Bunda Maryam.


"Kenapa tidak bisa ?" lagi-lagi Kai kecil bertanya dengan wajah polosnya.


"Apa karena adik bayinya masih kecil ?"


"Iya, nanti kalau adik Jennie sudah besar Kai bisa mengajaknya bermain di rumah Kai" sambung Ayah Bram yang merasa gemas dengan Kai kecil.


"Yeay, Kai tidak sabar menunggu adik Jennie tumbuh besar" ucap Kai dengan semangat.


Begitulah kebahagiaan yang dirasakan oleh keluarga Bram dan juga keluarga Aditya. Memang hubungan persahabatan mereka sudah seperti hubungan saudara, itu sebabnya Ayah Aditya juga merasakan kebahagiaan atas kejadian Jennie kecil.


Namun kebahagiaan itu hanya bertahan satu tahun, Ayah Bram dan Ibu Desi justru meninggalkan Jennie dalam keadaan masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya. Setelah kecelakaan yang mengakibatkan keduanya meninggal di tempat dan hanya Jennie yang selamat dari maut tersebut.


Akhirnya Bunda Maryam dan Ayah Aditya memutuskan untuk mengadopsi Jennie, dan kehadiran Jennie membuat keluarga mereka semakin bahagia. Namun lagi-lagi kenyataan pahit harus dihadapi oleh keluarga mereka saat Jennie yang masih berumur dua tahun divonis menderita penyakit gagal jantung.


Itu sebabnya Bunda Maryam dan Ayah Aditya lebih memperhatikan Jennie dan melimpahkan semua kasih sayang mereka dengan Jennie karena merasa kasihan dengan nasib putri angkatnya.


Kai yang semakin tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya semakin lama Ia tidak menyukai keberadaan Jennie, Ia merasa iri dengan adiknya yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang secara berlebihan dari orang tuanya. Bahkan ketika Jennie dinyatakan sembuh kedua orangtuanya masih saja pilih kasih.


Seiring berjalannya waktu, Kai tumbuh menjadi seorang remaja, saat itu Kai yang berumur lima belas tahun mengetahui sebuah fakta jika Jennie bukanlah adik kandungnya. Ya memang Kai tidak ingat jika Jennie hanyalah anak angkat karena saat itu umurnya masih terlalu kecil untuk mengingat hal semacam itu.

__ADS_1


Kebencian Kai semakin bertambah saat tau ternyata posisinya sebagai anak kandung di ambil alih oleh adiknya yang hanya seorang anak angkat. Semenjak saat itu Kai tidak pernah menganggap Jennie lagi sebagai adiknya, Ia juga tidak melihat Jennie sebagai saudara melainkan orang asing.


*Flashback Of*


"Jennie bukan adik kandung Kai" lanjut Kai membuat Ayah Aditya menatap putranya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kai tau jika Jennie hanyalah anak angkat Bunda dan Ayah, Kai tau jika kedua orang tua Jennie telah meninggal, Kai tau jika makam yang sering kita kunjungi adalah makan kedua orang tua Jennie, Kai sudah tau semuanya" lanjutnya lagi menjelaskan jika dirinya telah tau semuanya dan kedua orang tuanya tak perlu lagi menyembunyikan rahasia itu.


"Tapi sampai kapanpun Jennie masih menjadi adikmu, tak peduli dia itu anak angkat atau bukan yang jelas dia tetap adikmu Kai" balas Ayah Aditya dengan tegas.


"Tapi Kai tidak bisa menganggap Jennie sebagai adik" ucap Kai dengan jujur.


"Ayah tidak membutuhkan pengakuanmu terhadap Jennie putriku" balas Ayah Aditya dengan dingin.


"Apa Kai boleh jujur ?" tanya Kai yang tidak mendapat respon dari kedua orang tuanya.


"Kai sebenarnya menyukai Jennie" Pengakuan Kai membuat Ayah Aditya dan Bunda terkejut.


"Coba ulangi sekali lagi !" pinta Ayah Aditya berharap dirinya salah dengar.


"Kai menyukai Jennie, Kai mencintai Jennie, Kai menyayangi Jennie sebagai lawan jenis bukan sebagai adik" ungka Kai dengan jujur.


"Anak kurang ajar" emosi Ayah Aditya seketika meledak saat mendengar pengakuan putranya, baru saja Ia ingin melayangkan pukulan ke wajah putranya tiba-tiba saja Dokter keluar dari UGD.


"Maaf keluarga pasien atas nama Nona Jennie ?" tanya sang Dokter.


"Ya, saya Ayahnya Dok" ucap Ayah Aditya, "bagaimana keadaan putri saya ?" tanya Ayah Aditya yang penasaran dengan keadaan putrinya.


"Nona Jennie sudah siuman, dan saya sudah memberikan obat penenang agar putri Tuan tidak merasakan cemas yang berlebihan" jelas sang Dokter, "Sekarang Tuan dan Nyonya bisa menjenguk Nona Jennie" lanjut sang Dokter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*SILAHKAN BERIKAN SARAN DAN KRITIKANNYA DI KOLOM KOMENTAR!*


Hiii selamat bergabung di karya keduaku🤗 Jangan lupa jadikan novel ini novel favorit kalian ! Berikan dukungan dengan cara like dan komen ! Kirim-kirim juga hadiah untuk novel ini supaya Author tambah semangat 💪❤️❤️❤️


~Salam dari Merauke - Bugis❤️~

__ADS_1


__ADS_2