Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Saat ini Jennie dan Tuan Sean berjalan menuju salah satu restoran cepat saji, mereka memutuskan untuk makan siang dulu setelah itu pulang.


"Mau makan apa ?" tanya Tuan Sean.


Jennie melihat buku menu namun tidak ada pilihan makanan yang menggugah seleranya.


"Apa tidak ada yang kamu inginkan disini ?" Tuan Sean dapat melihat wajah Jennie tampak kebingungan.


"Iya..." wanita itu mengangguk dan meletakkan buku menu itu di meja, "sepertinya aku ingin makan Coto Makassar" ucap Jennie.


"Ya udah kita cari restoran yang menyediakan menu yang kamu cari !"


Tuan Sean berdiri dan menarik tangan Jennie dan membuat wanita itu terkejut saat Tuan Sean menggenggam erat tangannya.


"Apa aku bisa menyebut ini kencan pertama kita ?" Tuan Sean melempar senyum manis kepada Jennie.


"Eh..." lagi-lagi Jennie dibuat terkejut dengan ucapan Tuan Sean, matanya membulat sempurna membuat pria di sampingnya terkekeh.


"Hahaha aku hanya bercanda"


"Hahahha... I-iya " wanita itu membuang wajahnya ke arah lain karena merasa malu telah menganggap serius ucapan Tuan Sean.


"Aku hanya bercanda tapi, lain kali kita bisa atur waktu untuk berkencan jika kamu mau" kali ini Tuan Sean tampak serius dengan ucapannya.


"Kenapa kita harus berkencan ? Bukannya itu hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang sedang dalam masa pendekatan dan saling memiliki perasaan satu sama lain ?" balas Jennie.


"Pendapat dari mana itu ?" tanya Tuan Sean mengerutkan keningnya.


"Pendapatku sendiri" jawabnya, "tapi memang pada kenyataannya kebanyakan pasangan melakukan kencan karena ini lebih dekat dan lebih mengenal satu sama lain ? mereka juga melakukan kencan karena memiliki keseriusan dalam hubungan bukan ?" lanjut Jennie lagi.


"Dan itu memang tujuanku..." balas Tuan Sean, "aku ingin mengenal kamu lebih dekat"


Ucapan Tuan Sean membuat Jennie kembali membulatkan matanya. Kali ini Ia dapat menangkap keseriusan di wajah Tuan Sean.


"Masuklah !" Pria itu membukakan pintu mobil untuk Jennie.


Setelah mereka masuk mobil Tuan Sean segera melajukan mobilnya menuju tempat makan yang menyajikan makanan yang diinginkan oleh wanita di sampingnya. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di sebuah warteg, ya Jennie meminta agar mereka makan di warteg saja. Tuan Sean sempat menolak tapi Jennie tetap ingin makan Coto Makassar buatan warteg.


"Kamu yakin mau makan disini ?" tanya Tuan Sean sekali lagi.


"Yakin dong, emangnya ada apa dengan makanan warteg ?" giliran Jennie yang bertanya mengapa Tuan Sean enggan makan di sebuah warteg.

__ADS_1


"Bukan tidak mau makan disini hanya saja aku tidak percaya model secantik kamu mau makan di tempat seperti ini" jawab Tuan Sean, "ya sudah kita masuk cari meja kosong" Tuan Sean kembali menggenjot tanggan Jennie.


"Mbak pesan Coto Makassar satu, Konro bakar satu, minumnya es teh manis saja satu" ucap Jennie, "kalau kamu mau makan apa ?" tanya Jennie kepada Tuan Sean.


"Emm... Aku pesan Coto Makassar satu dan teh tawarnya satu" pesan Tuan Sean.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan mereka tiba, Jennie yang sudah sangat lapar segera melahap makanan itu tanpa rasa malu kepada Tuan Sean. Sementara Tuan Sean memperhatikan Jennie yang begitu lahap menahan senyumnya, lagi-lagi Ia menemukan kemiripan Jennie dengan mendiang calon istrinya.


"Ukuk... Uhuk..." sakin lahapnya wanita itu memakan makanan yang Ia inginkan hingga membuatnya tersedak.


Tuan Sean segera menyodorkan es teh manis kepada wanita di depannya, "makan pelan-pelan ! Nggak ada yang bakalan bantuin kamu habiskan makananmu" ucap Tuan Sean.


"Hehehe... Habis makanannya enak sih" ucap wanita itu terkekeh.


Tuan Sean ikut terkekeh mendengar ucapan Jennie. Pria itu ikut menyantap makanan khas Makassar itu, "ternyata enak juga ya" ucapnya, ini memang pertama kalinya Tuan Sean memakan makanan berkuah khas Sulawesi Selatan itu.


"Kan Jennie udah bilang" balas Jennie dengan mulut yang penuh.


"Makannya dikunyah dan ditelan dulu baru ngomon Jen !" tegur Tuan Sean yang tidak ingin Jennie kembali tersedak makanan.


"Iya-iya, dasar bawel"


"Tapi sebelumnya antar aku ke taman buat ambil mobilku !" pinta Jennie. Mobilnya memang masih berada di taman tempat mereka bertemu tadi, Ia meninggalkan mobilnya karena perintah Tuan Sean.


"Baiklah" jawab Tuan Sean.


Mereka kembali menikmati makan siang mereka tanpa pembicaraan lagi. Setelah selesai makan siang kedua manusia itu kembali menuju taman untuk mengambil mobil Jennie.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya" pamit Jennie.


"Iya, hati-hati di jalan ya !" tanpa segan Tuan Sean mengacak gemas rambut Jennie hingga membuat wanita itu mengatupkan bibirnya.


"Iss... Rambut Jennie jadi berantakan gara-gara kamu" Jennie merapikan rambutnya.


"Habis kamu menggemaskan" kali ini Tuan Sean mencubit pipinya.


"Sakit..." pekiknya, "oh ya, terima kasih untuk siang ini" ucap Jennie berterima kasih.


"Jika ingin berterima kasih kamu terima saja permintaanku untuk kencan !"


"Kencan lagi ?" Jennie sangat heran dengan Tuan Sean yang bersikeras ingin mengajaknya kencan.

__ADS_1


"Hm... Mau kan ?" tanya Tuan Sean penuh harap.


"Ok, hari Minggu kita pergi kencan" akhirnya Jennie menerima ajakan pria itu.


"Baiklah !" balas Tuan Sean.


Pria itu tidak tau lagi harus berkata apa, Ia sangat senang Jennie menerima ajakannya untuk berkencan, Ia berharap semoga dengan cara itu Ia bisa memiliki Jennie.


"Aku pulang ya" Jennie segera masuk dalam mobilnya dan melajukan mobil itu menuju rumah sakit.


"Apa boleh aku berharap untuk hidup bersamamu ?" guman Tuan Sean, Ia menatap mobil Jennie yang semakin jauh, setelah mobil wanita itu menghilang dari pandangannya Ia juga segera melajukan mobilnya.


Saat di perjalanan Tuan Sean tidak fokus menyetir karena memikirkan bagaimana caranya agar Ia bisa memiliki Jennie, karena hal itu membuatnya hampir saja seseorang menabrak seseorang yang sedang menyebrang, untung saja Ia cepat sadar dan menginjak rem mobilnya. Tuan Sean tampak syok saat tidak melihat wanita yang menyeberang tadi. Akhirnya Ia turun dan melihat wanita itu yang ternyata sedang berjongkok sambil menutup telinganya.


"Ck... Kenapa mala berjongkok ? Apa dia sengaja cari mati ?" tanya Tuan Sean.


Tuan Sean mendekati wanita itu dan menyuruhnya berdiri tapi Ia melihat tubuh wanita itu bergetar, sepertinya wanita itu ketakutan.


"Hei, berdirilah !" Tuan Sean ikut berjongkok lalu menepuk pundak wanita itu.


Saat wanita itu mendongakkan kepalanya, Tuan Sean tampak syok melihat ternyata wanita itu adalah wanita yang Ia kenal.


"Kamu..." "Kamu..." ucapnya bersamaan dengan wanita itu.


.


.


.


Jennie sudah sampai di rumah sakit, saat wanita itu hendak membuka pintu lebar-lebar, tiba-tiba saja Ia mendengar percakapan seseorang yang membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.


"Apa maksud dari ucapan mereka ?" guman Jennie penasaran, akhirnya Ia memilih berdiri di depan pintu dan mencoba menguping.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*SILAHKAN BERIKAN SARAN DAN KRITIKANNYA DI KOLOM KOMENTAR!*


Hiii selamat bergabung di karya keduaku🤗 Jangan lupa jadikan novel ini novel favorit kalian ! Berikan dukungan dengan cara like dan komen ! Kirim-kirim juga hadiah untuk novel ini supaya Author tambah semangat 💪❤️❤️❤️


~Salam dari Merauke - Bugis❤️~

__ADS_1


__ADS_2