Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Perdebatan di Pagi Hari


__ADS_3

Kai yang tersadar segera membalik tubuhnya dan mengacak rambutnya dengan kasar. Ia mengumpat dirinya sendiri karena tak bisa menahan diri.


Keduanya saling memunggungi dan sibuk mengatur detak jantung mereka agar kembali berdetak normal. Lagi-lagi tercipta suasana canggung diantara pasangan pengantin baru itu.


Setelah mulai merasa lebih rileks, Jennie mencoba kembali memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama nafas wanita itu sudah terdengar teratur.


Kai yang tidak merasakan pergerakan dari istrinya lagi segera mengintipnya. Ia tersenyum saat mengetahui sang istri sudah masuk kedalam mimpi.


Dengan pelan Kai memutar tubuhnya dan mambawa tubuh Jennie kedalam dekapannya. Kai mendaratkan kecupan di pucuk kepala sang istri dengan lembut.


Ia merasa sangat bahagia karena bisa bersatu dengan pujaan hatinya meskipun Ia harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan cinta sang istri.


"Untuk sekarang memiliki dirimu saja sudah cukup bagiku. Masalah dicintai olehmu itu adalah bonus dan aku menantikan bonus tersebut" ucapnya sebelum ikut tertidur.


Pukul 8 pagi, handphone milik Jennie terus berdering sehingga mengusik tidur si pemilik handphone. Jennie membuka matanya perlahan walau masih terasa berat. Saat hendak bergerak menggapai handphone miliknya, Jennie merasa tubuhnya terasa berat.


Bagaimana tidak berat jika tangan Kai melingkar di perutnya dan kaki milik pria itu menindih kaki milik Jennie. Jennie terkejut dengan posisi tidurnya. Dengan pelan Ia menyingkirkan tangan dan kaki suaminya.


"Ck... Bisa-bisanya Dia memelukku" cibir Jennie setelah berhasil terlepas dari pelukan suaminya.


Saat wanita itu hendak mengambil handphone miliknya di atas nakas tiba-tiba saja Kai menariknya dan kembali mengunci tubuhnya dengan pelukan erat.

__ADS_1


"Mau kemana ?" ucap Kai dengan suara serak.


Jennie melebarkan matanya saat mendapatkan serangan mendadak dari Kai. Lagi-lagi Ia dibuat senam jantung dengan tindakan suaminya.


"A-aku ingin mengangkat telpon" jawabnya dengan gugup.


"Tak perlu !"


"Mana bisa begitu, siapa tau itu panggilan penting ?" Jennie hendak melepas pelukan suaminya namun Kai justru semakin mempererat pelukannya.


"Kau bisa membunuhku jika memeluk seperti ini"


"Tapi bisa saja panggilan itu penting" balas Jennie yang tak ingin menurut dengan suaminya.


Kai melepas pelukannya dan segera mengambil handphone milik Jennie yang terus berbunyi. Ia begitu kesal saat melihat nama yang tertera di layar handphone milik sang istri.


"Halo ! Ada apa ?" jawabnya dengan malas ketika panggilan sudah terhubung.


"Cepatlah turun, kita sarapan bersama !" perintah sang penelepon yang tak lain adalah sang Bunda.


"Jennie belum bangun, Bunda dan Ayah sebaiknya sarapan duluan saja !" ucap Kai berbohong kemudian mematikan telpon.

__ADS_1


"Ais... Bunda ini mengganggu saja" batinnya kesal.


Jennie melempari Kai dengan bantal karena telah berbohong.


"Kenapa kamu berkata aku belum bangun tidur ?" tanyanya kesal.


"Karena Bunda menganggu acara pagi kita" jawab Kai yang merasa tidak berdosa.


"Apa katamu ? Yang menelpon tadi adalah Bunda ?" pekik Jennie. Ia tak habis pikir dengan Kai yang menganggap Bunda Maryam pengganggu.


"Bisa-bisanya kamu mengatakan jika Bunda menganggu kegiatan pagi kita. Memangnya kita sedang melakukan kegiatan apa ?"


"Kita sedang melakukan kegiatan saling berbagi kehangatan dengan sebuah pelukan" jawab Kai dengan tidak tahu malu.


"Sudahlah ! Sebaiknya kita lanjutkan acara tadi ! Lagian aku sudah memesan sarapan jadi tak perlu turun lagi untuk sarapan dengan Bunda dan Ayah" lanjut Kai.


Ia berbaring dan hendak memeluk istrinya lagi namun dengan cepat Jennie menendangnya. Kai yang mendapat serangan mendadak tidak bisa menahan tubuhnya hingga akhirnya Ia tersungkur ke lantai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*HAI👋 JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL INI DENGAN CARA MEMBERIKAN HADIAH, KOMEN DAN LIKE🙏❤️*

__ADS_1


__ADS_2