
"Aw..." pekik Kai saat bokongnya mencium lantai dengan cukup keras.
Melihat Kai meringis kesakitan membuat Jennie merasa bersalah. Niatnya tak seperti itu, Ia mengira tendangannya tadi tidak kuat. Wanita itu segera mendekati suaminya dengan wajah cemas.
"Bagian mana yang sakit ?" tanyanya kepada Kai, "aduh maaf ya, aku tidak bermaksud menyakiti kamu" lanjutnya meninta maaf.
Kai yang melihat wajah istrinya tampak cemas tersenyum tipis. Ia tidak menyangka jika wanita di depannya ini begitu perhatian.
"Ke-kenapa menatapku seperti itu ?" tanya Jennie dengan gugup ketika sadar Kai sedang menatapnya,
"aku tanya bagian mana yang-"
*CUP*
Jennie membulatkan matanya saat merasakan bibir kenyal milik Kai mendarat di atas bibirnya.
"Sudah sembuh" jawab Kai tersenyum penuh kemenangan saat Ia berhasil mencuri kecupan istrinya.
"Kau..." Jennie hendak memukul Kai karena telah berani mencuri ciumannya namun pria itu dengan sigap menahan kedua tangan Jennie.
__ADS_1
"Aku tahu pernikahan ini sulit untuk kamu terima dengan baik. Aku tak akan memaksa kamu karena itu hak kamu sebagai bentuk penolakan untuk diriku yang bejad ini. Namun perlu kamu ketahui aku akan berusaha agar kamu bisa menerima kehadiran cintaku yang tulus ini." ucap Kai.
"Aku akan memperjuangkan dirimu, aku akan mengejar cintamu sampai bisa ku gapai." lanjutnya kemudian mengecup kembali bibir istrinya dan meninggalkannya dalam keadaan diam seperti patung.
Jennie menyentuh bibirnya. Ada perasaan menghangat setelah Kai memberi ciuman kedua tadi. Tangan wanita itu kemudian turun menyentuh dadanya yang tak hentinya berdebar kencang.
"Perasaan apa ini ?" gumamnya yang sedang menerka-nerka perasaannya.
🌹🌹🌹
Setelah sarapan mereka meninggalkan hotel dan kembali ke rumah utama. Sebenarnya jatah menginap mereka itu tiga malam namun mana mungkin Jennie mau. Semalam saja sudah membuatnya seperti terkena penyakit jantung apalagi jika tiga malam, Ia tidak bisa membayangkannya.
"Loh kalian kok sudah pulang ?" tanya Bunda heran. Mereka juga baru saja sampai di rumah mereka.
"Loh, baru juga beberapa jam kita nggak ketemu... Ini sudah rindu aja" balas Bunda Maryam tersenyum.
"Untung jadi menantu kita Bun, kalau jadi menantu orang lain bisa-bisa belum nginep di rumah suaminya udah minta pulang" ejek Ayah Aditya.
Jennie mengatupkan bibirnya saat mendengar ejekan Ayah Aditya. Namun dalam hatinya membenarkan ucapan Ayah angkatnya yang kini menjadi Ayah mertuanya itu. Jika saja Ia menikah dengan laki-laki lain apa Ia akan sanggup meninggalkan kedua orang tua angkatnya ?.
__ADS_1
"Jennie ijin ke kamar dulu ya" pamitnya.
"Bunda, Ayah... Kai susul mantu kalian dulu ya" sambung Kai berpamitan. Ia mengikuti istrinya masuk ke dalam kamarnya.
"Bun, kira-kira semalam mereka jadi gituan nggak ya ?" pertanyaan ambigu keluar dari mulut Ayah Aditya setelah anak dan menantunya menghilang di balik pintu.
"Ayah ini ngomong apa sih ?" Bunda Maryam memutar bola matanya dengan malas, tentu saja Ia tau maksud suaminya.
"Ayah tanya semalam mereka jadi esek-esek nggak ya ?" lanjut Ayah Aditya tanpa rasa malu sama sekali.
"Ish... Ayah ini kok ngomong jorok sih ? Ya lagian mana Bunda tahu, kalau Bunda tidur bareng mereka pasti Bunda tau jawabannya" kesal Bunda Maryam.
"Ya kan Ayah cuma nanya doang kok, emang salah ?"
"Nggak salah jika Ayah bertanya sama orang yang bersangkutan" balas Bunda Maryam kemudian meninggalkan suaminya di ruang tengah sendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*HAI👋 JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL INI DENGAN CARA MEMBERIKAN HADIAH, KOMEN DAN LIKE🙏❤️*
__ADS_1
IG : @sa.ekhaupri_
FB : Sa Ekha