Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Detak Jantung Bayi


__ADS_3

Saat ini Jennie dan Bunda Maryam berada di salah satu Mall. Ya... mereka memutuskan untuk shopping. Saat sedang berjalan Jennie tidak sengaja menabrak seseorang.


"Kamu buta ya ?" bentak wanita yang ditabrak Jennie secara tidak sengaja.


"Maaf saya-" ucapan Jennie terputus saat melihat siapa wanita itu.


"Arumi..." ucap Bunda Maryam pelan.


Ya, wanita yang Jennie tabrak adalah Arumi mantan kekasih Kai. Arumi yang melihat Bunda Maryam dan Jennie kini tersenyum ramah.


"Tante, apa kabar ?" tanya wanita itu berubah lembut.


"Kabar baik" jawab Bunda Maryam singkat.


"Tante sama Jennie mau kemana ?"


"Mau mancing" balas Jennie ketus. Entah mengapa wanita itu merasa emosi melihat wajah Arumi. Ia ingat betul dengan cerita suaminya semalam jika Arumi ketahuan berselingkuh bahkan sudah tidur bareng laki-laki lain. Lalu tadi, bukannya wanita itu membentaknya ? Mengapa tiba-tiba berubah menjadi lembut ?...


"Ck... Dasar wanita bermuka dua tapi suka cari muka" umpat Jennie dalam hati.


"Mancing kok di Mall, kamu ada-ada sih Jen" ucap Arumi tertawa hambar.


"Kamu nggak punya mata ya ? Udah tau di Mall buat shopping masih aja nanya"


"Kamu kok ngomongnya ketus gitu sih sama calon kakak ipar kamu ?" tanya Arumi heran. Padahal dulu Jennie selalu merengek dengan Arumi agar meminta Kai bersikap baik dengannya.


"Kamu calon kakak ipar aku ? Kamu mimpi di siang bolong ya ?" tanya Jennie dengan wajah mengejek.


"Kamu..."


"Asal kamu tau ya, mas Kai sudah menikah. Jadi jangan berharap kamu jadi kakak ipar ku !" potong Jennie.


"Kamu mencoba menipuku ?" geram Arumi.


"Untuk apa aku menipumu ? Nggak ada untungnya bagiku. Jika tidak percaya kamu bisa cari di media sosial ! Jangan kaget ya jika sudah ketemu beritanya !" ucap Jennie. Wanita itu kemudian menarik tangan Bunda Maryam agar meninggalkan Arumi.


Arumi terdiam sejenak mencoba berpikir.


"Apa setelah kepergian ku keluar negeri membuat diriku ketinggalan sebuah berita besar ?" gumamnya.


.


.


.


Setelah pertemuannya dengan Arumi, Jennie kembali badmood. Wanita itu selalu terdiam saat diajak sang Bunda bicara. Tentu saja Bunda Maryam bisa merasakan perubahan mood sang menantu.


"Sayang, kamu kenapa diam saja ?"

__ADS_1


"Nggak apa-apa kok Bun, Jennie cuma nggak semangat aja setelah ketemu ****** itu" jawab Jennie berterus terang.


"****** ? Maksud kamu Arumi ?" tanya Bunda Maryam bingung.


"Iya Bun, asal Bunda tau, wanita itu sudah selingkuh di belakang ma Kai dan yang lebih parahnya wanita itu sudah tidur bareng laki-laki lain" jelas Jennie membuat Bunda Maryam melebarkan mulutnya. Bunda Maryam tampak tak percaya dengan kenyataan tentang Arumi.


"Trus muncul bilangnya calon kakak ipar, nggak tau diri banget sih jadi perempuan" lanjut Jennie kesal, "awas aja kalau dia berani deketin mas Kai, Jennie pastikan wajah jeleknya itu penuh bekas cakaran"


Bunda Maryam yang mendengar umpatan dan luapan emosi menantunya hanya geleng-geleng kepala. Tapi Ia cukup bahagia melihat kelakuan Jennie jika sedang cemburu, itu artinya menantunya sudah memiliki perasaan cinta dengan putranya.


"Sudah sayang, nggak usah bahas itu lagi. Kita sebaiknya cari pakaian bayi !" ajak Bunda Maryam.


Jennie mengangguk semangat saat mendengar ajakan sang Bunda. Wanita itu tidak sabar memilih baju lucu-lucu untuk calon bayinya.


.


.


.


Tiga hari berlalu setelah kejadian dimana Jennie bertemu dengan Arumi. Hari ini Jennie sedang menunggu Kai menjemputnya, mereka ingin ke rumah sakit melihat perkembangan janinnya. Tak lama kemudian orang yang ditunggu pun datang.


"Sayang, maaf ya mas agak lambat" ucap Kai.


"Nggak kok"


"Ya udah kita berangkat sekarang ya !"


"Mas, fokus nyetir dong !" tegur Jennie.


"Mas fokus kok sayang" jawab Kai kemudian lanjut mengecup tangan istrinya kembali. Aroma tubuh Jennie membuat Kai merasa candu, ini adalah salah satu alasan mengapa Ia selalu merindukan istrinya setiap saat.


"Kira-kira kapan ya kita bisa melihat jenis kelamin bayi kita ?"


"Nanti jika sudah empat bulan, pekan ini umurnya sudah tiga bulan jadi sebulan lagi kita bisa melihat jenis kelaminnya" jawab Jennie.


"Kamu mau anak cewek apa cowok ?"


"Apapun jenis kelaminnya itu sama saja menurutku. Yang penting bayinya sehat dan normal itu sudah cukup" jawab Jennie.


"Tapi mas mau anak cewek. Kalau anak cowok mas bisa-bisa cemburu" ujar Kai terdengar kekanak-kanakan di telinga Jennie.


"Ish, mana bisa begitu seorang Daddy cemburu dengan anaknya sendiri" protes Jennie.


"Bisa. Itu semua karena aku tidak ingin kamu mencintai laki-laki lain selain diriku"


"Tetap saja itu tidak boleh terjadi ! Masa iya sih mas cemburu dengan anak sendiri ?"


"Untuk sekarang mas belum ingin anak laki-laki, tidak tau jika besok atau lusa"

__ADS_1


Jennie hanya bisa menghela nafas panjang. Wanita itu tidak habis pikir dengan pemikiran suaminya, namun sedikit rasa bahagia terselip di hatinya. Wanita itu merasa sangat dicintai oleh sang suami.


"Sebesar itukah cintanya untukku ?" tanyanya dalam hati.


Keduanya sama-sama terdiam hingga sampai di tempat tujuan. Kai turun dari mobil lalu membuka pintu untuk sang istri. Pria itu memeluk pinggang istrinya dengan posesif, Ia seakan ingin menunjukkan kepada orang-orang jika mereka adalah pasangan. Sementara Jennie sedikit risih dengan perlakuan suaminya, bagaimana tidak risih jika hampir semua mata memandangi mereka.


Saat masuk dalam ruangan Dokter Obgyn. Kai merasa berdebar saat menatap ke arah layar monitor. Pria itu menatap lekat dan mencari dimana letak bayinya.


"Sekarang sudah masuk tiga bulan ya, panjangnya 7,6 cm dan berat badannya sudah mencapai 24 gram. Pertumbuhan yang sangat bagus."


"Sering-sering ajak calon bayinya bicara ya ! Karena janinnya sudah bisa mendengar !" lanjut sang Dokter.


Kai hanya mengangguk meskipun pria itu tidak mengerti dengan perkataan sang dokter. Sama halnya dengan Jennie, wanita itu juga belum mengerti.


"Sekarang kita coba dengan detak jantungnya !"


Tak lama terdengar suara detak jantung dari janin yang ada dalam perut Jennie. Jantung kedua calon orang tua itu berdetak kencang. Kai dan Jennie merasa terharu mendengar degup jantung calon bayinya. Bahkan Kai tak sadar meneteskan air mata bahagia.


"Detak jantungnya normal ya" jelas sang Dokter.


"Apa ibu masih sering mual ?" lanjut sang Dokter bertanya.


"Sudah jarang Dok" jawab Jennie.


"Tapi masih mengalami kan ?" tanya Dokter sekali lagi dan dijawab anggukan kepala oleh Jennie, "kalau begitu Sa tetap kasi obat pereda mual ya untuk jaga-jaga"


"Iya Dok" jawab Jennie.


"Dok saya boleh bertanya ?" ucap Kai.


"Boleh, silahkan bapak ingin tanya apa ?"


"Diusia kehamilan seperti ini, apa saja yang menjadi pantangan ibu hamil ?" tanya Kai.


"Tentu saja menghindari makanan atau minuman yang mengandung kafein, makanan mentah, melakukan aktifitas berat, dan jangan telalu banyak pikiran !" jawab sang Dokter, "ada lagi yang ingin ditanyakan ?"


"Tidak ada Dok" ucap Kai menggeleng.


"Kalau begitu, ini resep obatnya, silahkan bapak tebus di Apotek !"


"Terima kasih Dok"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ini ada rekomendasi Novel bagus lagi buat kalian🤗



Judul : Tautan Takdir

__ADS_1


Napen : Azellea Rensima


__ADS_2