Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Kecelakaan


__ADS_3

"Dia kekasihku, mengapa kamu melarang ku menemuinya ?" balas Arumi tak kalah kesalnya.


"Kamu lupa memberikan kata mantan di depannya !" ejek Jennie menekan kata mantan sehingga membuat Arumi semakin kesal.


"Hei anak pungut, jangan mentang-mentang kamu sudah menjadi istri Kai kamu bisa seenaknya menghinaku !"


Mendengar ucapan Arumi membuat Jennie semakin naik pitam. Sama halnya dengan Jennie, Kai dan asisten Jhon ikut emosi. Kai tentu tidak terima istrinya dihina.


"Kau..." Kai hendak memaki Arumi namun dirinya dibuat kaget dengan yang dilakukan sang istri secara tidak terduga.


*Plak*


Jennie mendaratkan tamparan keras di wajah Arumi. Harga dirinya sebagai seorang istri merasa diinjak-injak oleh Arumi. Tak hanya tamparan, Jennie juga menjambak rambut wanita itu lalu mendorongnya.


"Beraninya wanita murahan sepertimu menghinaku ! Kau pikir dirimu lebih baik dariku ?" teriak Jennie.


Arumi berdiri dan berdiri di dekat Jennie. Kai yang melihat mantan kekasihnya mendekati istrinya segera menarik istrinya dalam pelukannya. Ia tidak ingin Arumi menyakiti wanita yang Ia cintai.


"Apa katamu ? Wanita murahan ?" tanya Arumi terkekeh.


"Apa kamu juga tidak sadar jika dirimu juga murahan ? Ingat ya Jennie sayang ! Kai menikahi kamu hanya untuk bertanggung jawab saja bukan karena cinta" lanjut Arumi tersenyum miring. Wanita itu semakin mendekat lalu memajukan kepalanya tepat di dekat telinga Jennie.


"Kamu tentu ingatkan bagaimana bencinya Kai denganmu ? Jadi mana mungkin Kai menikahi kamu karena cinta. Semua yang dilakukan Kai hanyalah sebatas rasa tanggung jawab karena telah menghamili kamu" Bisik Arumi di telinga Jennie namun masih bisa di dengar oleh Kai.


Jennie tertegun dengan ucapan Arumi. Ada benarnya juga kata-kata wanita itu. Kai tidak akan mungkin tiba-tiba mencintainya secerah pria itu begitu benci kepadanya. Seketika wanita itu merasa tidak percaya dengan suaminya.


"Arumi !!! Kau sudah sangat keterlaluan, sekarang kamu keluar sebelum aku menyuruh asisten Jhon mengusir mu !" teriak Kai emosi.


"Tapi Kai-"


"Asisten Jhon, seret wanita ini dan kamu ingat, jangan sekali-kali kamu membiarkan wanita ular ini menginjakkan kaki disini !" perintah Kai.


Asisten Jhon segera mendekati Arumi dan menariknya dengan kasar. Wanita itu terus memberontak dan berteriak.


"Kai... Kamu tidak bisa seperti ini denganku ! Aku kekasihmu... Dialah yang merebut kamu dariku... Sayang.... Isss lepaskan... Kai dengarkan Aku... Kamu jangan lupa dengan malam-malam yang pernah kita lalui..." Teriak Arumi sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan asisten Jhon.


Kai menghembuskan nafas lega ketika pintu ruangannya telah tertutup. Pria itu kemudian memeluk tubuh istrinya begitu erat.

__ADS_1


"Sayang, jangan dengarkan perkataan wanita sialan itu !" ucapnya. Ia takut sang istri terpengaruh dengan omongan Arumi.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Jennie. Yang ada tubuh wanita itu bergetar hebat sehingga membuat Kai panik.


"Sayang kamu kena-" pertanyaan Kai terputus saat melihat istrinya sedang menangis namun tak mengeluarkan suara.


"Sa-sayang..."


"Aku ingin pulang !" ucap Jennie dengan suara pelan dan terdengar serak.


"Sayang, mengapa menangis ? Sudah mas katakan, jangan mendengarkan ucapan wanita ular itu ! Jangan percaya kata-katanya !"


"Sudah ku katakan, aku ingin pulang ! Jika kamu tidak bisa mengantarkan aku maka aku bisa pulang sendiri" teriak Jennie kemudian berlari keluar.


Kai mengusap wajahnya dengan kasar kemudian mengejar sang istri. Namun saat hendak menyusul sang istri masuk lift yang sama, lift tersebut sudah tertutup.


"Sial !!!" Umpatnya frustasi. Kai segera berlari masuk lift yang lain. Semoga saja dirinya bisa mengejar sang istri, batinnya.


Pria itu merasa takut dan khawatir dengan sang istri. Terlebih lagi saat ini wanitanya sedang mengandung, rasa cemasnya pun semakin besar.


"Sayang..." Teriak Kai saat Jennie sudah berada di ambang pintu perusahaan.


Jennie semakin mempercepat larinya saat melihat semakin dekat. Sesekali Ia memegang perutnya yang terasa nyeri.


"Sayang, ku mohon berhentilah !" teriak Kai.


Namun Jennie tak menggubrisnya. Wanita itu terus berlari dan menyebrangi jalan raya. Tapi wanita itu terlalu ceroboh dan tidak memperhatikan lampu lalu lintas yang berwarna hijau. Saat dirinya sudah berada di tengah jalan sebuah mobil menghantam tubuhnya. Kecelakaan tak bisa terhindar, tubuh Jennie terpental. Wanita itu meringis kesakitan terutama di bagian perutnya.


Kai yang melihat kejadian itu berlari kencang dan langsung memeluk tubuh istrinya.


"Sa-kit..." ucap Jennie lirih.


"Sa-sayang, kamu tahan ya ! Mas bawa kamu ke rumah sakit" ucap Kai bergetar terlebih saat melihat darah merembes di pakaian sang istri. Pikirannya saat ini tertuju pada calon bayinya. Rasa takut, cemas, sedih datang secara bersamaan.


"Jhon, cepat bawa kami ke rumah sakit !" Perintahnya, "sayang tahan sebentar ya !" ucapannya dengan suara serak.


Ia segera masuk dan membaringkan tubuh istrinya. Jennie terus merintih saat merasakan perutnya semakin sakit. Dan Kai yang mendengar rintihan istrinya tak bisa menahan air matanya.

__ADS_1


"Jhon tidak bisakah kamu membawa mobil lebih cepat !" Teriaknya. Ia semakin kalut saat istrinya sudah tak sadarkan diri.


Sesampai rumah sakit Kai segera membawa masuk istrinya ke dalam UGD.


"Dokter, cepat tolong istriku !" Teriaknya hingga membuat kegaduhan. Beberapa orang menatap kesal ke arah Kai karena terlalu berisik. Dan beberapa orang menatap ubah melihat wajah panik dan sedih Kai.


"Tuan tenanglah ! Jangan teriak-teriak ! Anda bisa menganggu pasien lain" ucap seorang perawat.


"Maaf Sus, saya tidak bisa tenang melihat kondisi istri saya seperti ini" balas Kai terdengar lirih.


"Kai, Jennie kenapa ?" tanya Dokter Ricard yang kebetulan berada dalam UGD.


"Ricard, tolong istriku ! Tolong selamatkan bayiku !" pintanya. Pria itu tidak bisa lagi menahan tangisannya.


Dokter Ricard yang melihat keadaan Kai yang tampak kacau segera mengangguk. Sebenarnya pria itu begitu penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan Jennie. Namun Ia rasa ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya.


"Sebaiknya kamu tunggu di luar ! Aku akan memanggil dokter kandungan untuk memeriksa keadaan Jennie !" ucap Dokter Ricard.


Dangan keadaan berat, Kai akhirnya meninggalkan istrinya. Ia terus berdoa agar istrinya dan calon anaknya bisa selamat.


Sebenarnya mobil yang menabrak Jennie hanya melaju dengan kecepatan sedang. Dan luka di tubuh hanya luka ringan. Hanya saja karena wanita itu sedang hamil sehingga membuat keadaannya begitu memprihatinkan.


"Sebaiknya Tuan menghubungi Tuan Besar dan Nyonya Besar agar segera kemari !" saran dari asisten Jhon.


"Kamu masih berani menyuruhku di saat seperti ini ? Mengapa bukan kamu saja yang menghubungi mereka ?" teriaknya tanpa sadar.


Asisten Jhon hanya bisa mengelus dada. Ia mengerti dengan keadaan atasannya sekarang. Jika Ia berada diposisi itu, maka Ia akan merasakan hal yang sama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Hei 👋 Ini ada lagi rekomendasi novel terbaik untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya😘


Judul : Ambil Saja Dia Untukmu


Napen : Aveeiiii

__ADS_1


__ADS_2