
Sore harinya Kamar tempat Jennie dirawat cukup ramai karena kedatangan ketiga sahabat Kai dan juga Meli.
"Syukurlah karena bayi kalian masih bisa diselamatkan" ucap Dokter Ricard.
"Iya. Semalam aku kemarin khawatir dengan keadaan Jennie dan bayi kalian saat mendengar kabar dari Riko. Tapi aku nggak sempat menjenguk karena istriku sedang ngidam parah, untungnya hari ini ada mama mertua jadi aku masih sempat kemari" ucap Joshua.
"Tidak masalah Jo, oh iya istri kamu hamil berapa bulan ?" tanya Kai pada Joshua.
"Baru jelang tiga Minggu. Doakan ya semoga sehat terus sampai baby kita lahir !"
"Tak perlu khawatirkan itu ! Kami akan terus mendoakan yang terbaik kok" balas Dokter Ricard.
Sementara Riko tampak diam saja. Mata pria itu fokus menatap Meli yang sedang duduk di samping ranjang tempat Jennie berbaring. Riko merasa dirinya benar-benar telah jatuh hati pada wanita itu. Padahal awalnya Riko hanya bercanda saja, Ia hanya suka menggoda Meli yang memiliki sifat bar-bar.
"Kenapa dilihatin aja ? Kalau suka ya tinggal sikat bro !" goda Joshua karena menyadari Riko menatap Meli.
"Lambat dikit bisa kena tikung" sambung Kai membuat Joshua dan Dokter Ricard terkekeh.
"Bisa diam nggak sih ?" ucap Riko kesal.
"Nggak bisa" jawab ketiga pria itu serempak membuat Riko memutar bola matanya dengan malas.
"Aku sarankan agar kamu bergerak cepat ! Karena saat ini Raffa mulai kembali mendekati Meli" ucap Kai membuat Riko mengerutkan keningnya.
"Raffa ? Maksud kamu yang pernah datang di acara pindahan rumah kamu ?" tanyanya penasaran.
__ADS_1
"Hm... Jadi Meli itu dari dulu ngejar Raffa tapi waktu itu Raffa sukanya sama Valen. Sekarang Valen sudah nikah Raffa berbalik arah ke Meli" jelas Kai.
"Berarti Raffa bukan suka sama Meli tapi cuma mau jadikan Meli pelarian saja dong" tebak Joshua.
"Aku juga kurang tahu sih untuk masalah itu. Intinya Meli masih suka sama Raffa" jawab Kai.
Pria itu memang tahu perasaan Meli karena Meli sering cerita dengan Jennie dan Jennie juga sering bocor sama Kai.
"Ternyata ada saingan berat" ejek Dokter Ricard.
"Ck.. diam kamu jomblo !" kesal Riko.
"Jomblo teriak jomblo" balas Dokter Ricard membuat Kai dan Joshua terkekeh.
"Kenapa kalian ketawa ?" tanya Jennie penasaran.
"Sialan kamu Kai !" umpat Riko.
Jennie dan Meli saling melirik karena belum mengerti ucapan Kai. Kedua wanita itu kembali mengobrol.
"Yakin kalau kamu masih bisa tahan diri jika Raffa datang mendekati kamu ?" tanya Jennie. Entah mengapa wanita itu tidak yakin jika Meli tetap pada pendiriannya untuk jual mahal pada Raffa.
"Yakinin ajalah" jawab Meli yang juga tidak yakin jika dirinya tidak akan goyah pada Raffa sebelum pria itu berjuang lebih keras untuk mendapatkan cinta Meli.
"Tapi aku nggak yakin kalau Raffa sudah punya perasaan padaku" lanjut Meli dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
"Kata mas Kai, Raffa tuh memang kelihatan lagi coba-coba cari perhatian kamu."
"Sepertinya suamimu itu sok tahu deh. Darimana dia tahu jika Raffa sedang mencari perhatian padaku ?"
"Aku juga tidak tahu. Tapi doakan saja semoga itu beneran. Jadi cinta kamu nggak bertepuk sebelah tangan lagi" ledek Jennie membuat Meli mencebik kesal.
"Tapi jangan khawatir ! jika cintamu tidak terbalaskan oleh Raffa karena masih ada kak Riko yang setia menanti" lanjut Jennie.
"Pria itu hanya main-main" jawab Meli.
"Tidak. Kak Riko itu kali ini serius suka sama kamu" balas Jennie yakin.
"Udah ih, nggak usah bahas itu lagi !" ucap Meli, "Oh iya, apa kamu sudah melihat wajah putrimu ?" tanya Meli mengalihkan pembicaraan.
"Belum" jawab Jennie sendu.
Jennie memang belum melihat putrinya yang masih berada dalam inkubator. Padahal Ia sangat ingin melihat wajah putrinya tapi bayinya belum bisa dibawa keluar kata dokter. Sementara Jennie belum terlalu mampu bergerak karena merasa perih di bagian perutnya yang dibedah kemarin.
Melihat wajah sendu Jennie membuat Meli merasa tidak enak hati, "Pasti wajahnya sangat cantik sama kayak kamu, apalagi bapaknya ganteng" ucap Meli berusaha membuat Jennie tersenyum.
Dan ternyata ucapan Meli benar mampu membuat Jennie tersenyum walau masih ada raut sedih di wajah wanita itu.
"Kamu bisa aja sih Mel" ucap Jennie.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Maaf Ya jarang Update 🙏 soalnya lagi sibuk banget🤧