Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Jennie Pingsan


__ADS_3

Sepasang pengantin baru itu baru saja memasuki kamar hotel yang telah disiapkan oleh Ayah Aditya dan Bunda Maryam. Keduanya merasa canggung saat berada dalam kamar tersebut. Mereka menatap ke arah ranjang yang tampak diberi taburan kelopak bunga mawar berbentuk hati dan dua handuk yang berbentuk angsa. Sungguh sangat romantis bukan ?


"Khem... Apa kamu tidak ingin mengganti pakaian ?" tanya Kai hati-hati, Ia takut jika istrinya salah paham.


"Hm... Tapi bisakah kamu keluar dulu ?"


"Baiklah, aku akan keluar" jawab Kai.


Walau berat hati Kai meninggalkan kamar itu namun Ia tetap melakukannya. Ia mengerti jika istrinya belum terbiasa dengan keadaan saat ini.


Sepeninggalan Kai, Jennie segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Rasanya kulitnya begitu lengket. Jennie berendam dalam bathtub dengan air hangat. Ia menyalakan lilin aromaterapi dan mulai memejamkan matanya.


"Sungguh hari ini begitu melelahkan" ucapnya.


Sementara Kai menunggu di depan pintu kamar hotel. Pria itu sesekali berjongkok karena lelah berdiri. Niat hati ingin istirahat di kamar malah mendapatkan nasib seperti ini.


Tak terasa sudah setengah jam pria itu berada di luar. Ia berpikir pasti Jennie sudah selesai dan akhirnya Ia membuka pintu tersebut. Saat Kai berhasil melangkahkan kakinya, Ia tidak mendapati keberadaan Jennie.


"Kemana dia ?" gumamnya.


Kai mendadak cemas karena tak melihat keberadaan istrinya. Ia yakin Jennie masih berada dalam kamar mandi. Tapi mengapa sudah selama ini istrinya belum keluar juga. Akhirnya Ia mencoba mengecek keadaan sang istri. Ia takut jika terjadi apa-apa dengan Jennie.


Untungnya pintu itu tidak terkunci. Kai melangkahkan kakinya dan masuk lebih dalam lagi. Dan Ia mendapati istrinya sedang memejamkan mata. Kejadian beberapa bulan lalu saat Jennie pingsan dalam bathtub berputar dalam pikirannya.


Kai yang panik segera mengangkat tubuh Jennie tanpa berpikir panjang lagi. Kai menelan kasar salivanya ketika melihat tubuh Jennie yang polos. Tubuhnya mendadak panas dingin. Namun pria itu berusaha berpikir jernih agar tidak berbuat macam-macam dengan istrinya.


"Arhg... Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini ? Punya istri tapi belum bisa untuk disentuh" teriak batin Kai.


Pria itu segera membawa tubuh istrinya ke kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Apa yang harus aku lakukan ?" tanya Kai kebingungan.


"Sebaiknya aku menelpon Bunda" dengan cepat Kai mengambil ponselnya dan menghubungi sang Bunda.


"Ish... Bunda ini kenapa tidak mengangkat telpon dariku sih ?" geram Kai mengacak rambutnya frustasi. Sudah tiga kali Ia menghubungi nomor Bunda Maryam namun belum ada jawaban.

__ADS_1


Akhirnya Ia mencoba sekali lagi dan syukurnya dan Bunda menjawab panggilannya.


"Bunda... Tolong Jennie Bunda... Jennie sedang..."


"Kai, kamu ini kenapa sih ? Bicaralah pelan² !" balas Bunda Maryam.


"Bunda... Jennie pingsan"


"Apa ?" pekik Bunda Maryam.


Tanpa banyak bicara lagi wanita paruh baya itu segera menghampiri putra dan menantunya. Saat Bunda Maryam masuk, Kai dapat melihat kepanikan sang Bunda.


"Kai, kamu apakan menantu Bunda ?" tanya Bunda Maryam penuh intimidasi.


Kai menggeleng, "Bunda salah paham... Kai tidak melakukan apa-apa kok" jawab Kai.


"Ck... Kai jangan coba membohongi Bunda ! Mana mungkin Jennie bisa seperti ini jika kamu tidak melakukan sesuatu dengannya ?" balas Bunda Maryam tidak percaya dengan putranya.


Kai menghela nafas dengan kasar, "Bunda, Kai sungguh tidak berbohong" Kai terus menekan diri membuat Bunda Maryam memutar bola matanya.


"Lalu kenapa bisa Jennie pingsan seperti ini jika kamu tidak melakukan sesuatu yang menyakitinya ?" tanya Bunda Maryam.


"Apa ? Kamu meninggalkan menantu Bunda sendirian ? Kamu ini gimana sih ? Dia itu istrimu Kai, bagaimana bisa kamu meninggalkannya di hari pertama pernikahan kalian ?" potong Bunda Maryam. Ia menatap tidak percaya dengan kelakuan putranya.


"Bunda ini kenapa selalu memotong ucapan Kai ?" balas Kai kesal, "Tadi itu Jennie minta Kai buat keluar karena Ia ingin membersihkan tubuhnya. Akhirnya Kai meninggalkan Jennie sendirian" jelas Kai.


"Terus kenapa kamu bisa tahu jika Jennie sedang pingsan ?"


"Ya karena sudah setengah jam Kai nunggu di luar, Kai pikir Jennie sudah selesai dan akhirnya Kai mencoba masuk. Namun alangkah terkejutnya Kai saat tidak mendapati Jennie. Akhirnya Kai mencoba membuka kamar mandi dan Kai mendapati Jennie sudah tak sadarkan diri" lanjutnya menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Ya sudah, sebaiknya kamu menelpon Ayah kamu dan minta agar Ia membawa Dokter untuk memeriksa keadaan istrimu ! Bunda khawatir dengan keadaanku terlebih lagi saat ini Jennie mengandung" ucap Bunda Maryam.


"Kenapa harus memanggil Ayah ? Jennie sedang tidak memakai pakaian, Kai tidak ingin tubuh istri Kai dilihat oleh laki-laki lain termasuk Ayah" tolak Kai.


"Ck... Kamu ini bisa-bisanya mengedepankan rasa cemburu mu saat istrimu sedang dalam keadaan seperti ini" Bunda Maryam menatap tajam ke arah putranya.

__ADS_1


"Cepat hubungi Ayah kamu ! Memangnya kamu mau jika istri dan calon anakmu kenapa-napa ?"


Kai menggelengkan kepalanya. Tentu saja Ia tidak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi kepada orang yang Ia cintai. Akhirnya dengan terpaksa Kai menghubungi sang Ayah namun saat Kai hendak memencet nomor sang Ayah tiba-tiba saja Ia mendengar suara Jennie.


"Bunda..." ucap Jennie dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Jennie... Kamu sudah sadar Nak ? Katakan pada Bunda ! Bagian mana yang sakit ? Apa kamu merasa pusing atau mual ?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut Bunda Maryam.


Kai melihat istrinya tersadar langsung bernafas lega.


Sementara Jennie yang tidak paham dengan ucapan Bunda Maryam hanya mengerutkan keningnya.


"Sekarang kamu istirahat dulu ya ! Sebentar lagi Ayah datang membawa dokter untuk memeriksa keadaan kamu !" lanjut Bunda Maryam.


"Siapa yang ingi diperiksa ?" tanya Jennie bingung.


"Keadaan kamu dan calon cucu Bunda sayang" jawab Bunda Maryam.


Jennie mencoba mencerna ucapan Bunda Maryam, "Memangnya kenapa aku harus diperiksa oleh Dokter ? Aku kan tidak apa-apa" tanya Jennie dalam hati.


"Kai cepat hubungi Ayah kamu !" perintah Bunda Maryam.


Jennie terus memikirkan apa yang sedang menimpanya hingga harus diperiksa. Namun sedetik kemudian Jennie sadar jika sebenarnya tadi Ia berada di dalam kamar mandi, lalu mengapa bisa berada di atas tempat tidur ?


"Tunggu dulu !" teriak Jennie. Wanita itu kemudian membuka selimut dan benar saja dirinya sedang tidak menggunakan apa-apa.


"Kenapa Jennie bisa ada di atas kasur ?" tanya Jennie penasaran.


"Tadi kamu pingsan dalam kamar mandi dan suamimu mengangkat tubuh kamu ke tempat tidur" jelas Bunda Maryam.


Jennie membulatkan matanya dengan lebar, "APA ???" pekik Jennie.


"Ka-kamu mengangkat tubuhku tanpa pakaian sama sekali ?" tanya Jennie terbata.


Kai mengangguk pelan. Ia sangat yakin, pasti istrinya bakalan marah.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*HAI👋 JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL INI DENGAN CARA MEMBERIKAN HADIAH, KOMEN DAN LIKE🙏❤️*


__ADS_2