
"Ck... Maksudku makan sepiring berdua... Masa gitu aja tidak ngerti sih ?" jawab Jennie. Wanita yang tadinya malu mendadak kesal karena suaminya tidak peka.
"Sepiring berdua ?"
Jennie mengangguk pelan. Entah mengapa Ia begitu ingin makan sepiring berdua dengan Kai. Ia sendiri bingung, padahal Ia belum bisa menerima Kai sebagai suaminya tapi mengapa Ia meminta hal semacam itu.
Tentu saja dengan senang hati Kai memakan makanan milik Jennie. Bukankah ini sangat romantis, makan sepiring dengan memakai sendok yang sama ?, pikirnya.
Setelah menyuapkan makanan ke mulutnya, Kai kembali menyuapi Jennie. Dan lagi-lagi wanita itu bingung mengapa rasa makanannya tiba-tiba berubah, rasanya begitu nikmat.
"Sudah habis" ucap Kai memperlihatkan piring yang sudah bersih.
"Aku masih lapar" ungkap Jennie.
"Masih lapar ya ?" tanya Kai dibalas anggukan kepala oleh Jennie, "kalau begitu kita makan makanan milikku saja !" tawar Kai.
"He'em..." jawab Jennie singkat.
Kai segera berjalan mengambil makanan miliknya yang belum sempat Ia sentuh tadi. Pria itu kembali menyuapi istrinya dengan perasaan senang.
"Tuhan, bisakah aku berharap segera mendapatkan balasan cinta darinya ?" tanya hati Kai penuh harap.
Sungguh mengenakan melihat wanitanya makan dengan lahap. Malam ini Kai sungguh merasakan kebahagiaan. Ia merasa bagaikan tumbuh bunga-bunga yang bermekaran di hatinya karena bisa melakukan hal semanis ini dengan sang istri.
Setelah selesai makan, Jennie mengambil handphone miliknya dan membuka pesan Tuan Sean yang belum sempat Ia buka tadi.
💌 (From Sean)
Selamat atas pernikahanmu dengan Kai 🙏
Aku do'akan semoga kamu bisa bahagia dengan pernikahan ini 😇
Oh iya, maaf ya karena aku tidak sempat memberikan ucapan selamat secara langsung. Tadi tiba-tiba saja temanku meminta bantuan makanya aku tidak bisa berlama-lama.
^^^💌 Jennie^^^
__ADS_1
^^^Terima kasih Sean atas ucapan doanya🙏 semoga secepatnya kamu bisa menyusul ya 😁^^^
Setelah selesai membalas pesan Tuan Sean, Jennie membaringkan tubuhnya. Sementara Kai memilih duduk di sofa dan mengutak-atik handphone miliknya.
Jennie mencoba memejamkan matanya namun matanya tak bisa terpejam. Rasanya Ia tidak bisa tidur dengan nyaman. Wanita itu akhirnya bergerak-gerak mencari posisi yang nyaman sehingga mengusik pria yang sedang duduk di sofa.
Kai menghampiri istrinya saat Ia melihat wanitanya itu tampak gelisah.
"Ada apa ?" tanya Kai membuat Jennie membuka matanya lebar.
"Apa kamu tidak bisa tidur ?"
"Iya"
"Jika tidak bisa tidur sebaiknya jangan dipaksakan ! Ini juga baru jam sembilan malam, waktu belum terlalu larut" ucap Kai.
Sebenarnya pria itu hendak membelai lembut kepala istrinya namun Ia merasa takut jika sang istri menolak. Akhirnya Ia memilih duduk dan bersandar di kepala ranjang. Pria itu hanya terdiam tanpa melakukan aktifitas apapun.
"Mataku sangat berat tapi aku sulit tidur karena tak mendapat posisi yang nyaman "
"Apa kamu ingin dipeluk ?" tanya Kai dengan hati-hati.
"Ck... Itu sih maunya kamu" cibir Jennie.
"Itu bukan kemauanku, aku hanya menawarkan" elak Kai yang mencoba membela diri.
"Alasan saja"
Jennie memutar bola matanya dengan malas. Wanita itu memunggungi dan suami lalu kembali memejamkan matanya. Namun lagi-lagi Ia merasa sulit untuk tidur.
Kai yang merasa Jennie masih gelisah segera ikut membaringkan tubuhnya dan membawa sang istri dalam pelukannya meskipun tadinya Ia merasa ragu.
Jennie yang merasakan tubuhnya didekap oleh Kai hendak melepas diri namun dengan cepat Kai mempererat pelukannya agar wanita itu tidak bisa melepaskan pelukannya.
"Tidurlah ! Ingat kamu sedang mengandung calon bayi kita !" bisik Kai dengan lembut.
__ADS_1
Jennie merasakan tubuhnya mendadak menegang terlebih saat merasakan hembusan nafas Kai yang hangat menyapa telinganya. Jantung wanita itu seakan memompa dua kali lebih cepat dari detak jantung normalnya.
"Jika seperti ini detak jantungku, lalu bagaimana bisa aku tertidur ?" tanya batin Jennie.
Kai yang merasakan tubuh istrinya menegang tiba-tiba merasa cemas, Ia pikir wanita itu ketakutan. Kai menunggu penolakan dari bibir Jennie namun tak kunjung keluar. Ia sendiri bingung akhirnya mencoba bertanya.
"Mengapa tubuhmu menegang ?"
Jennie tentu tidak menjawab. Mana mungkin Ia mengatakan jika Ia merasa gugup sehingga tubuhnya menegang. Lagian itu sangat memalukan jika mengatakan hal seperti itu dengan Kai. Bisa-bisa pria itu juga akan jadi besar kepala.
Tak mendapat jawaban dari sang istri membuat Kai semakin dilanda rasa takut. Akhirnya pria itu melepaskan pelukannya lalu mencoba membalikkan tubuh istrinya dengan pelan. Alangkah terkejutnya Kai saat melihat wajah sang istri memerah seperti kepiting rebus. Ia mengulurkan tangannya dan menyentuh kening wanitanya, Ia berpikir Jennie sakit makanya wajahnya bisa semerah itu.
"Kamu sakit ?" tanya Kai dengan lembut.
Jennie menggeleng pelan tanpa membuka matanya. Wanita itu tidak ingin melihat wajah Kai.
"Lalu mengapa wajahmu memerah ?" tanya Kai dengan polos.
Mendengar pertanyaan sang suami membuat Jennie tiba-tiba membuka mata dan membulatkan matanya. Wanita itu semakin malu saat tahu ternyata wajahnya memerah karena merasa gugup dengan pelukan Kai tadi.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan ? Ini memalukan sekali" teriak batin Jennie frustasi.
Tangan Kai kembali menyentuh wajah istrinya dengan lembut. Ia menatap lekat mata bulat milik Jennie. Dan dengan tidak sadar Jennie membalas tatapan Kai, wanita itu merasa terhipnotis saat menatap netra sang suami. Ada rasanya nyaman dan hangat yang menjalar di hatinya. Sementara Kai merasakan ada sengatan cinta yang kuat mengalir melalui tatapan tersebut.
Kai seakan ditarik oleh sebuah magnet untuk mendekati wajah sang istri. Jennie yang merasakan jika jarak wajahnya dan wajah Kai semakin menipis merasa semakin gugup. Jantung seakan ingin meledak saking kencangnya detak jantung miliknya.
Kai mengapa bibir mungil Jennie yang berwarna pink alami. Sungguh pria itu masih mengingat bagaimana rasa dari bibir istrinya itu, tiba-tiba Ia menginginkan dirinya merasakan kembali manis bibir dari wanita itu. Kai semakin mengikis jarak diantara mereka. Pria itu memejamkan matanya hendak menikmati bibir milik istri namun Jennie segera tersadar dengan cepat Ia mendorong wajah suaminya menjauh.
"Ck... Sudah ku bilang kan, kamu hanya ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan" omel Jennie tanpa melihat ke arah Kai. Wanita itu membuang wajah ke sembarang tempat karena merasa malu sendiri.
"Hampir saja aku ikut dalam permainannya" guman Jennie.
Kai yang tersadar segera mengacak rambutnya dengan kasar. Ia mengumpat dirinya sendiri karena tak bisa menahan diri.
"Ck... Dasar bodoh kamu Kai" umpatnya kepada diri sendiri.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*HAI👋 JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL INI DENGAN CARA MEMBERIKAN HADIAH, KOMEN DAN LIKE🙏❤️*