Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Kamu Bukan Daddy Yang Baik


__ADS_3

Sudah sebulan pernikahan Kai dan Jennie berjalan namun hubungan mereka masih jalan di tempat. Meskipun Jennie sudah tak seketus awal² pernikahan namun wanita itu masih memberi jarak antara mereka. Kai benar-benar haru berjuang lebih keras lagi untuk meluluhkan hati wanita itu.


"Sayang, nanti malam kamu mau ikut ke acara pertunangan Joshua ?" tanya Kai sambil memasang dasinya.


"Kenapa memanggilku sayang lagi ? Berapa kali harus aku katakan, jangan memanggilku dengan sebutan itu !" kesalnya. Ya seperti itulah Jennie jika dipanggil sayang oleh suaminya maka Ia tidak akan terima panggilan tersebut.


"Kalau begitu ku panggil Honey saja ?" bukannya berhenti Kai justru semakin membuat wanita itu meradang. Hal seperti inilah yang membuat Kai semakin mencintai sang istri, Ia begitu senang menggoda wanita itu hingga berubah menjadi kesal. Dan kekesalan wanita itu menjadi mood booster Kai karena bisa melihat wajah lucu sang istri.


"Tidak ! Itu lebih menggelikan, panggil nama saja !"


"Jika memanggil nama saja itu nggak romantis. Kalau pakai Sayang atau Honey kan lebih romantis gitu" ucap Kai semakin gencar menggoda sang istri.


"Ck... Sudahlah ! Tadi kamu bertanya apa ?" ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Kamu mau nggak ikut ke acara pertunangan Joshua ?" tanya Kai serius kepada sang istri.


"Jam berapa ?"


"Jam 8 malam" jawab Kai.


"Boleh deh tapi aku ingin cari gaun dulu. Apa warna dress code untuk acaranya ?"


"Random aja. Jika kamu ingin cari dress nanti siang aku jemput kamu buat ke butik, mau tidak ?" tawar Kai.


"Boleh, nanti sebelum jemput telpon aku dulu ya !"


Kai mengangguk paham dengan ucapan sang istri. Pria itu berjalan menghampiri sang istri yang masih sibuk di meja rias. Semenjak hamil Jennie begitu senang berdandan bahkan ingin tidurpun wanita itu selalu memakai maskara sebelum masuk ke alam mimpi.


*CUP* Kai membungkuk lalu mendaratkan kecupan di kening sang istri. Jennie hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Setiap pagi sang suami selalu melakukan hal seperti ini. Jennie sudah muak meminta laki-laki itu agar berhenti memberikan kecupan untuknya di pagi hari namun sang suami tidak peduli.

__ADS_1


"Aku pamit kerja dulu ya !" ucapnya setelah berhasil memberikan kecupan untuk wanitanya.


"Hm..." jawab Jennie singkat.


Kai mengambil tas kerjanya dan berjalan keluar dari kamar namun sebelum pria itu memegang handle pintu sang istri sudah berteriak.


"Apa kamu tidak merasa melupakan sesuatu ?" tarian Jennie bertanya.


Kai memutar tubuhnya dan menatap ke arah sang istri. Ia mengerutkan keningnya sambil berpikir barang apa yang Ia tinggalkan.


"Sepertinya tidak ada" jawabnya yakin. Memang apa yang Ia lupakan ? Jelas-jelas Ia sudah memegang tas kerjanya dan semua dokumen kerja dan laptopnya sudah Ia masukkan semalam.


"Coba ingat-ingat lagi !"


Kai mencoba berpikir keras sambil mengedarkan pandangannya mencari barangnya yang ketinggalan. Namun pria itu tidak melupakan apa-apa. Kai kembali menggelengkan kepalanya dengan mantap.


Dengan cepat Kai mengumpat dirinya sendiri karena telah melupakan ritualnya yang satu itu. "Sial, mengapa aku bisa melupakan calon bayiku", Kai segera berjalan mendekati sang istri yang sedang kesal dengan.


"Sayang maaf ! aku sungguh lupa dengan yang satu itu. Itu semua karena aku terburu-buru" jelasnya kepada sang istri yang tampak merajuk.


"Ck... Alasan saja kamu, jika buru-buru mengapa tidak langsung pergi kerja saja ? Kenapa masih berada disini ?" jawab Jennie dengan ketus. Mata wanita itu tampak berkaca-kaca.


"Sayang, aku sungguh lupa dan aku mengaku salah. Tolong maafkan aku ya !" Ia memutar tubuh sang istri dan berjongkok di depannya dengan wajah memelas.


Jennie yang melihat Kai tampak tulus meminta maaf hanya mengangguk. Kai tersenyum kemudian mengecup perut sang itu lalu mengusapnya dengan lembut.


"Sayang, Daddy pamit kerja dulu ya, Kamu jangan nakal di perut Mommy. Kami sangat menyangi kamu Nak" ucapnya dengan tulus.


"Cepat berangkat kerja ! Nanti kamu bisa telat loh"

__ADS_1


"Kan aku bosnya sayang" jawab Kak dengan bangga.


"Ck... Justru karna kamu bos makanya haru memberikan contoh yang baik dengan menjadi pemimpin yang disiplin ! Jika kamu memberikan contoh yang buruk maka jangan salahkan karyawan kamu tidak bisa diatur" omel Jennie.


Kai hanya tersenyum mendengar omelan sang istri. Sungguh Ia lebih senang Jennie mengomelinya daripada harus mendiaminya.


"Ya sudah, aku pergi ya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para Readers tercinta 👋 sambil nungguin Up bab baru mampir dulu yuk di novel "Perawan Lima Ratus Juta" karya ; Morata



"Jangan pernah menghindari Ku, Kakak kamu akan mendapatkan perawatan dan pengobatan ekslusif. Asalkan kamu bersedia menjadi teman tidur ku selama dua Minggu. ucap Daniel Gladuks.


Kelamnya masa lalu telah membentuk Daniel Gladuks menjadi seorang laki-laki yang sangat tidak percaya dengan namanya cinta. Itu sebabnya ia kerap memandang rendah pada wanita. Dan selalu menganggap wanita itu hanya mainan saja. Hal itu yang membuat Daniel Gladuks selalu bergonta ganti pasangan untuk memuaskan nafsu birahinya.


Tetapi Olivia Jason hadir di kehidupannya dengan membawa segala ketulusan yang ia punya.


Akankah Olivia Jason mampu membuat Daniel Gladuks berubah dan dapat percaya bahwa cinta tulus dari seorang wanita benar-benar ada?


Simak ceritanya di "Perawan 500 juta


Original by Morata


FB.nolan s


Ig.sihalohoherlita

__ADS_1


__ADS_2