Bad Love With My Brother

Bad Love With My Brother
Acara Di Rumah Baru


__ADS_3

"Kai bukannya itu pacarmu ?" celetuk Riko.


Valen yang tahu arti pertanyaan dari Riko hanya bisa tersenyum canggung. Wanita itu merasa tidak enak hati saat mengingat kejadian di acara pertunangan Joshua.


"Bukan. Kemarin hanyalah salah paham saja" jawab Kai. Pria itu melempar tatapan tajam ke arah Riko.


"Sudahlah, tak perlu membahas yang tidak penting ! Sebaiknya kalian nikmati hidangan yang ada !" sambung Jennie. Wanita itu tahu jika Valen pasti merasa tidak enak hati padanya.


"Oh ya, mana undangan pernikahan kalian ?"


"Ah, aku sampai lupa" jawab Valen. Wanita itu segera membuka tasnya dan mengambil undangan pernikahannya.


"Wah, aku sangat tidak menyangka jika Tuan Sean sangat pintar memilih pasangan hidup" puji Jennie.


"Berhentilah memuji pria lain !" ucap Kai kesal. Pria itu merasa telinga panas ketika istrinya memuji pria lain.


"Ck... Sungguh dasar bucin" ejek Riko.


"Benar, sungguh menggelikan sikap Tuan Kaindra yang dingin itu" sambung Joshua.


Kai tidak menggubris perkataan teman-temannya. Tak masalah mereka mengatainya Bucin jika pada kenyataannya memang seperti itu.


"Hm... Dia siapa ?" tunjuk Jennie kepada Raffa.


"Dia temanku. Dia juga yang pernah menampung Kai saat diusir" jawab Valen.


"Benarkah ? Wah aku tidak percaya, tenyata masih ada orang yang berbaik hati menolong orang lain yang bahkan tidak Ia kenal. Terima kasih telah membantu suamiku saat kesulitan, kamu sangat murah hati sekali" ucap Jennie dengan tulus.


Lagi-lagi Kai kesal mendengar istrinya memuji laki-laki lain, "sudah ku katakan, berhenti memuji pria lain !"


"Aku tidak memuji. Kamu ini cemburuan sekali" gerutu Jennie kesal.


"Aku memang cemburuan"


"Ck... Punya sifat pencemburu saja bangga" ejek Riko.


"Kamu belum merasakan bagaimana rasanya memiliki pemasangan yang sangat kita cintai. Jangankan untuk memuji pria lain, menyebut nama saja aku akan cemburu" balas Kai.


"Tenang saja Rik, setelah kamu berhasil menaklukkan hati Meli kamu sudah tidak sendiri lagi" sambung Joshua dengan nada mengejek.


"Ck... Kalian sama saja"


Tuan Sean, Valen dan Raffa hanya menjadi pendengar setia perdebatan antara Kai dan teman-teman, sesekali mereka tertawa karena merasa lucu dengan tingkah mereka.

__ADS_1


"Sudah-sudah ! Kalian seperti anak-anak saja" teriak Bunda Maryam yang baru saja muncul membawa minuman.


Semuanya kembali terdiam dan mulai menyantap hidangan di atas meja.


"Ada orang baru ?" tanya Bunda Maryam.


"Ah, ini adalah tunangan Sean dan yang itu teman Kai" jawab Kai memperkenalkan Meli dan Raffa.


"Ya sudah, Bunda mau kembali ke dapur. Nanti Bunda gabung kalau Ayah sudah datang. Kalian nikmati saja hidangan yang ada" ucap Bunda Maryam.


"Bunda, Meli kok belum keluar ?" tanya Jennie.


Raffa yang sedari tadi terdiam dan sibuk memikirkan pernikahan Valen kini membulatkan mata. Pikirannya kini tertuju pada satu nama yang baru saja disebut oleh Jennie.


"Semoga saja bukan dia" gumannya.


"Lagi di toilet, tadi dia bilang perutnya mules" jawab Bunda Maryam sebelum kembali ke dapur.


Setelah kepergian Bunda Maryam, mereka menikmati hidangan yang ada dan sesekali mereka saling berbincang-bincang.


Tak lama kemudian Meli muncul . Tatapan wanita itu tidak sengaja menangkap seorang wanita yang sangat Ia kenal. Sesaat tatapan mereka bertemu, Valen yang memang sudah mengenal Meli melempar sebuah senyuman ramah. Sementara Meli tak hanya menunjukkan ekspresi datar.


"Jadi benar dia wanita yang akan menikah dengan Tuan Sean ?" tanyanya dalam hati.


Jennie yang melihat Meli mematung segera melambaikan dan tangan dan memanggil temannya itu.


Meli berjalan dan bergabung dengan mereka. Wanita itu memilih duduk di samping Riko karena memang hanya ada bagian sofa yang kosong disana.


"Tak perlu mengenalkan aku padanya. Kami sudah saling mengenal. Benarkan Raffa ?" ucap Valen terus menampilkan senyum ramah.


Meli yang belum sadar akan kehadiran Raffa mendadak memegang saat mendengar nama pria yang telah membuatnya jatuh cinta dalam waktu sekejap. Sementara Raffa yang sudah melihat kehadiran Meli hanya bisa terdiam.


"Ya Tuhan... Mengapa dunia ini sangat sempit sekali" ucap Raffa membatin.


Meli menatap ke arah Raffa yang ternyata sedari tadi menatapnya. Wanita itu merasa jantungnya berdebar kencang saat melihat pujaan hatinya. Entah pelet apa yang digunakan Raffa sehingga dirinya bisa terjatuh pada pesona pria sederhana itu, pikirnya.


"Hai, mengapa kamu mendadak jadi pendiam ?" tanya Jennie keheranan.


Mendengar teguran Jennie, Meli segera memutuskan tatapannya dengan Raffa. Wanita itu tak berniat menjawab sama sekali dan hanya melempar senyum pada temannya.


"Iya, kamu sungguh aneh" ucap Riko membenarkan.


"Cih... Aneh-aneh begitu tapi bisa buat kamu jatuh cinta loh" goda Dokter Ricard.

__ADS_1


"Betul sekali. Kalau aku jadi Meli nih ya, aku nggak bakalan kasih Riko kesempatan buat deketin aku. Secarakan dia itu playboy" lanjut Joshua memanas-manasi Riko.


"Sayang, jangan bicara seperti itu !" tegur Pricilla pada Joshua.


"Hehehe Iya sayang" jawab Joshua terkekeh.


Mereka kembali asik bercengkrama dan saling berbagi cerita. Sementara Meli benar-benar hanya terdiam. Wanita itu tidak menikmati acara yang diadakan Jennie. Sama halnya dengan Meli, Raffa juga tidak pernah mengeluarkan suara. Selain karena Ia belum akrab dengan teman-teman barunya, pikiran pria itu juga kini bercabang. Di satu sisi Ia masih memikirkan cintanya yang bertepuk sebelah tangan dan di sisi lain Ia memikirkan Meli yang ternyata telah memiliki gebetan.


"Tak ku sangka ternyata dia juga mendekati pria lain. Untung saja aku belum membuka hati. Pantas saja saat aku memintanya untuk berhenti mendekati ku dengan santai Ia menyetujui. Ternyata sudah ada incaran baru" batin Raffa.


Memang pria itu tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan dan tindakan Meli selama ini. Menurutnya tidak mungkin Meli akan semudah itu jatuh cinta padanya. Terlebih lagi wanita itu terlahir dari orang berada sementara dirinya hanya orang biasa.


"Aku ingin bertanya pada kak Riko. Memangnya Kak Riko beneran serius pada Meli ?" tanya Jennie penasaran.


"Jika pada Meli jelas aku serius" jawab Riko memandang wanita di sampingnya.


"Tapi tanya dulu pada Meli, apakah wanita itu ada perasaan padamu ?" sambung Kai.


"Sepertinya kak Riko harus siap-siap patah hati !" goda Jennie terkekeh.


"Memangnya kenapa ?" tanya Riko penasaran.


"Meli itu banyak cowok kampus yang naksir dengannya"


"Mereka sama saja denganku. Masih sama-sama berjuang dan belum tentu mendapatkan hati Meli" jawab Riko santai.


"Memang benar sih mereka belum bisa meluluhkan hati Meli. Tapi perlu kak Riko ketahui jika sudah ada pria yang berhasil membuat hati Meli luluh dan jatuh cinta"


"Siapa dia Mel ?" tanya Riko pada Meli.


Semua mata memandang ke arah Meli termasuk Raffa. Entah mengapa pria itu berharap bahwa tidak ada yang bisa membuat wanita itu jatuh cinta selain dirinya.


"Lupakan saja dengan yang diucapkan Jennie ! Pria itu sudah mati" jawabnya dengan tegas.


*Deg*... Sesaat Raffa mencerna kata-kata Meli. Ada perasaan tak nyaman yang menyelimuti hatinya saat mengetahui wanita itu benar-benar telah memutuskan untuk berhenti berjuang. Bahkan Meli tak segan-segan menganggapnya sudah mati.


"Aku lupa jika aku harus menjemput kedua orang tuaku di bandara. Aku pamit pulang ya !" lanjut wanita itu berjalan meninggalkan rumah Jennie.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Sa kembali membawa rekomendasi novel untuk kalian semua 🤗 Jangan lupa mampir ya 😘

__ADS_1


Judul : Gadis Bayaran Terjerat Cinta Tuan Muda


Napen : Febrianti


__ADS_2