
"Sayang, apa kamu ingin ikut mas ke kantor ?"
"Buat apa ?" tanya Jennie mengerutkan keningnya.
"Buat nemenin suami kerja. Kamu cukup duduk manis di samping mas supaya mas semangat kerja !" jelas Kai. Pria itu sangat berharap sang istri mau melakukan permintaannya.
"Memangnya pulang jam berapa ?"
"Pulang jam lima sore yank"
"Ish, kok panggilannya makin aneh-aneh sih, geli tau dengernya" protes Jennie merasa merinding mendengar panggilan baru dari suaminya.
"Loh kok kamu geli sih, itu romantis tau dan panggilan itu terdengar manis" balas Kai.
"Nggak mau, panggil seperti biasanya aja !"
"Memangnya mas sering manggil kamu seperti apa ?" tanya Kai menggoda sang istri.
"Ya, yang biasanya. Atau kalau mau panggil nama saja !" balas Jennie gugup. Wanita itu malu meminta sang suami untuk memanggilnya sayang saja.
"Iya tapi-"
"Sekali lagi mas bertanya, Jennie bakalan larang mas manggil Jennie sayang !" ancam Jennie. Wanita itu tanpa sadar telah memerintah suaminya untuk memanggil sayang.
"Tapi ayank lebih manis dan terdengar seksi" lanut Kai semakin semangat menggoda sang istri. Pria itu sungguh sangat senang melihat wajah istrinya memerah karena merasa malu.
"Mas !!!" pekik Jennie.
"Iya-iya sayangku" jawab Kai mengalah. Pria itu lalu fokus menyetir menuju perusahaannya.
Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh menit akhirnya mereka sampai. Kai memasuki perusahaan sambil merangkul mesra tubuh istrinya.
"Jangan seperti ini mas, malu loh dilihat sama karyawan !" bisik Jennie. Wanita itu merasa risih ketika hampir karyawan menatap ke arah mereka.
"Kenapa harus malu ? Kita kan suami istri dan juga mereka melihat ke arah kita karena mereka kagum melihat keserasian kita, kamu-nya cantik aku-nya tampan" jawab Kai percaya diri.
Jennie hanya bisa memutar bola matanya dengan malas mendengar tingkat percaya diri Suaminya yang begitu tinggi. Wanita itu baru tau jika seorang Kai yang Ia kenal memiliki sifat dingin dan cuek ternyata bisa seperti ini.
"Kamu ingin duduk di sofa atau di pangkuanku ?"
Jennie menatap tajam ke arah suaminya. Wanita itu sudah begitu muak dengan kelakuan suaminya yang terus-menerus menggodanya. Kai yang ditatap tajam hanya bisa terkekeh.
"Loh, mas hanya menawarkan sayang, kan siapa tau kamu pengen mas pangku, iya kan ?"
__ADS_1
"Kenapa mas sekarang berubah jadi cerewet ?" tanya Jennie heran. Perasaan suaminya setelah menikah dengannya begitu banyak bicara.
"Karena mas tidak bosan mengajak istri mas untuk berbicara"
"Sudahlah. Mas sebaiknya selesaikan pekerjaan secepatnya !" ucap Jennie, Ia tidak ingin meladeni perkataan suaminya lagi.
Kai pun memilih menurut dengan sang istri. Pria itu duduk di kursi kebesarannya lalu fokus membaca beberapa e-mail yang masuk, pria itu juga sibuk mengecek beberapa dokumen yang butuh tanda tangannya.
Sementara Jennie sibuk men-scroll handphone miliknya. Tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan asisten Jhon.
"Maaf Tuan, di luar ada-"
"Ck... Kamu ini lama sekali" gerutu seseorang yang tiba-tiba menerobos masuk.
Kai dan Jennie terkejut melihat siapa yang muncul di balik tubuh asisten Jhon. Sementara orang itu tersenyum sinis menatap pasangan suami istri itu silih berganti.
.
.
.
"Ck... Wanita ini kenapa bisa datang lagi sih ?" gerutu Raffa saat melihat Meli muncul di depan kos-kosannya.
"Selamat siang Raffa" sapa Meli dengan senyum manisnya.
"Kenapa kesini sih ?" tanya Raffa ketus.
"Ish, punya wajah tampan tapi ngomongnya kok serem seperti itu"
"Sudahlah, tak perlu banyak bicara ! Sebaiknya kamu katakan apa yang membawa kamu kemari ?"
"Aku kemari karena merindukan kamu" jawab Meli berterus terang. Wanita itu memang tidak berbohong, Meli selalu merasa rindu menatap wajah dingin milik Raffa.
"Alasan macam apa itu ?, Sebaiknya kamu pulang sekarang ! Aku ingin berangkat kerja"
"Kamu mengusirku ?" tanya Meli dengan memperhatikan wajah sedih.
"Mel, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni dirimu" jawab Raffa. Pria itu sudah tak tahu lagi bagaimana cara mengusir Meli.
"Baiklah," jawab Meli, Raffa bernafas lega karena akhirnya Ia tak perlu membuang banyak waktu untuk mengusir Meli.
"Jadi kapan kamu ada waktu ?" lanjut Meli bertanya. Raffa yang tadinya sudah bisa bernafas lega kini merasakan dadanya kembali sesak. Sungguh buka Meli namanya jika tidak keras kepala.
__ADS_1
"Aku tidak pernah ada waktu untuk dirimu"
*Deg*... Meli merasa tertampar dengan jawaban Raffa. Apa sebegitu tidak menariknya dirinya sehingga Raffa dengan terus terang menolaknya, pikirnya. Namun sesaat kemudian, Meli melempar senyum manis.
"Jika seperti itu, maka aku akan menunggu sampai kamu mempunyai banyak waktu untuk diriku" jawab Meli, "ya sudah, aku pulang duluan ya, kamu yang semangat kerjanya !" lanjutnya masih memberikan semangat kepada Raffa. Meski wanita itu tau jika kata-kata semangat darinya tidak akan berarti di mata Raffa.
Raffa menatap kepergian Meli. Pria itu sebenarnya tidak tega mengusir Meli dengan kasar seperti itu, terlebih lagi saat melihat raut wajah Meli tampak sedih. Tapi Ia tidak ada pilihan lain, Ia berharap dengan caranya yang kasar seperti tadi bisa membuat Meli sadar agar tidak mengganggunya lagi.
Akhirnya Raffa melajukan sepeda motornya menuju mini market tempat Ia bekerja. Jika dulu pria itu semangat untuk masuk kerja karena ada sang pujaan hati berbeda dengan sekarang, pria itu seperti tak memiliki semangat kerja lagi.
"Dimana kamu Valen ?" gumannya.
.
.
.
"Arumi..." ucap Kai saat melihat mantan kekasihnya berjalan ke arahnya.
"Sayang, aku merindukanmu"
Dengan tidak malunya Arumi menghampiri Kai dan duduk di pangkuan pria itu. Arumi mengalungkan tangannya di leher Kai lalu mendaratkan sebuah kecupan secara tiba-tiba. Sontak Kai mendorong tubuh Arumi dengan kasar hingga mantan kekasihnya itu tersungkur di lantai.
"Apa-apaan kamu ini ?" teriak Kai. Pria itu emosi dan merasa jijik saat melihat kehadiran Arumi yang tidak tahu malu.
"Kai kenapa kamu kasar denganku ?" tanya Arumi memasang wajah sedih.
Jennie yang melihat pertunjukan tadi segera mendekati suaminya. Wanita itu mengambil tisu basah lalu mengelap bibir suaminya dengan kasar. Kai yang sepertinya tahu sang istri sedang marah hanya bisa terdiam. Dalam hati pria itu begitu senang karena sang istri menunjukkan sifat cemburunya.
Setelah berhasil menghapus bekas bibir Arumi dari bibir suaminya. Kini Jennie melayangkan tatapan permusuhan kepada Arumi.
"Halo mantan calon kakak ipar, ada apa gerangan kamu kemari ? Apa kamu sedang mencoba merayu suami orang ?"
"Kau-" Arumi berdiri dan membalas tatapan permusuhan Jennie. Mantan kekasih Kai itu tentunya sudah tahu jika Jennie sudah menjadi istri dari Kai.
"Kenapa ? Bukankah sudah ku katakan agar berhenti mendekati suami orang !"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo, Sa berikan rekomendasi novel buat kalian🤗 jangan lupa mampir ya😘
__ADS_1
Judul : Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Napen : Yayuk Triatmaja