Begin Again

Begin Again
Hubungan Tanpa Status


__ADS_3

Di dalam rumah mewah berlantai dua, Chika sedang berusaha keras meninggalkan ranjang yang ditempati Airin. Dia ingin segera pindah dari ranjang itu, sebelum hari semakin larut. Banyak hal yang harus ia selesaikan segera, termasuk membersihkan rumahnya sendiri.


Setelah berhasil lolos dari pelukan Airin, Chika lekas menyelimuti tubuh gadis kecil itu dengan blanket tebal di bawah kakinya. Sebelum pergi meninggalkan ranjang, bibirnya memberikan kecupan di kening Airin. "Selamat tidur anak manis," ucapnya, lalu segera beranjak dari ranjang.


“Kamu nggak tidur di sini?” tanya seorang pria yang baru saja memasuki kamar Airin. Chika terkejut melihat Gangga berdiri tepat di ambang pintu.


“Enggak, Mas. Aku harus segera pulang.” Chika menjawab singkat, sembari mengambil pakaian ganti. Ia lekas berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar Airin.


Setelah keluar dari kamar mandi, ia kembali berpapasan dengan Gangga. Chika sendiri tidak mengira kalau pria itu masih berdiri tegap di sana.


“Kenapa nggak mau? Dari pada kamu bolak-balik apa enggak lebih baik kamu tidur di sini sekalian? Ini sudah malam, loh!”

__ADS_1


“Enggak enak sama tetangga.” Chika meringis, yang direspon gelengan kepala oleh Gangga.


“Aku sampai lupa kalau kamu lebih sering memprioritaskan ucapan tetangga ketimbang kenyamanan kamu sendiri.” Pria itu tersenyum tipis, lalu berjalan keluar kamar terlebih dahulu. “Kalau begitu biarkan aku yang mengantarmu,” cegahnya sebelum Chika berjalan menuruni anak tangga.


“Enggak perlu, Mas! Aku sudah memesan taksi!” tolak Chika. Lalu berjalan menuruni anak tangga. “Terima kasih tawarannya, Mas,” sambungnya.


“Hati-hati, ya!” pesan Gangga, sembari memberikan tas milik Chika yang tertinggal di sofa.


“Iya. Aku pamit ya, sepertinya taksi yang aku pesan sudah datang. Besok kalau Airin mencariku, katakan aku sedang pergi ke pasar,” pesan Chika sebelum membuka pintu utama.


Chika menatap lekat ke arah pria di depannya, kemudian menggelengkan pelan tanda penolakan. “Tidak ada artinya kita menikah, Mas. Kita masih hidup dalam kenangan masa lalu. Dan itu tidak baik untuk masa depan kita dan Airin.”

__ADS_1


“Katakan padaku kalau kamu sudah siap!” pesan Gangga yang masih mengikuti langkah Chika. Wanita itu hanya merespon dengan senyuman tipis. Beruntung taksi yang menjemputnya sudah datang. Jadi, dia memiliki alasan untuk segera pergi.


Setelah berpamitan dengan Gangga, Chika lekas masuk ke taksi. Membiarkan pria itu menatap kepergiannya.


Kalau kalian mengira aku dan mas Gangga sudah menikah itu salah besar. Kami memang dekat sejak beberapa tahun yang lalu. Dan hubungan kami berlanjut sampai detik ini. Tepatnya hubungan tanpa status. Dia tahu aku berada di sampingnya hanya karena Airin. Mendiang istrinya memintaku untuk menikah dengan mas Gangga, tapi aku sendiri belum siap untuk menutup kenangan lamaku dengan kejadian-kejadian baru, yang mungkin akan membuatku lupa akan Emil.


Setiap pulang dan pergi dari rumah Ibnu Gangga Wijaya, taksi yang ditumpangi Chika selalu melewati rumah Emil, seperti malam ini, mobil itu melawati rumah Emil tepat ketika sebuah mobil berhenti di depan pintu masuk.


“Stop dulu, Pak!” perintah Chika pada sopir taksi. Dia ingin melihat siapa sosok yang baru saja keluar dari mobil. Bibir Chika tersenyum tipis saat melihat pria itu tampak baik-baik saja. Tubuh pria itu tampak lebih berisi, itu sudah cukup membuktikan jika Emil sekarang sudah lebih bahagia.


“Maaf, kan aku … aku bukan ibu yang baik untuk anak kita. Maaf karena sudah membuatnya pergi!” lirihnya semakin dalam menatap pintu yang baru saja ditutup Emil.

__ADS_1


Melihat pintu itu sudah tertutup rapat, Chika lekas meminta sang sopir untuk melanjutkan perjalanan menuju kontrakannya. Jarak kontrakan dengan rumah Emil memang tidak begitu jauh dari lokasi rumah Emil. Chika sengaja mencari rumah di area rumah Emil. Supaya bisa mengingat kenangannya di masa lalu.


Dan momen pertemuan seperti ini sudah lama ia nantikan. Sayangnya, keadaan yang sekarang sudah berbeda. Pria itu sudah menemukan wanita lain yang menggantikan posisinya. Yah, sekarang dia sadar kalau sejak pertama mereka berhubungan, dia tidak benar-benar penting untuk seorang Emilyan Caesar Handoko.


__ADS_2