Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 10


__ADS_3

" Dasar Doni Buaya buntung Hiks hiks hiks kenapa juga dia harus balik lagi aku tidak akan mau kembali lagi bersama dia tidak akan hiks hiks " Racau Silvana di sela-sela Tangisnya.


" Yah aku tidak akan kembali padanya. Lebih baik aku fokus untuk bekerja saja soal Cinta belakangan " Guman Silvana lalu menghapus Air matanya lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk istirahat karna tidak hanya tubuhnya yang butuh istirahat tapi hatinya juga butuh istirahat dan ketenangan menghadapi semua ini.


Silvana berjalan dengan lesuh masuk kamar lalu langsung melepaskan asal pakaiannya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian Silvana keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan jubah mandi. Tanpa memperdulikan udara yang dingin Silvana langsung menuju kasur lalu naik ke atas ranjang dan menutup matanya.


*****


Sinar mentari pagi masuk melewati sela gorden hingga membuat sosok yang sedang tertidur pulas itu terusik hingga dengan malas sosok itu bangun.


" Hooam sudah pagi ternyata " Guman Silvana mengucek-ucek matanya lalu dengan malas beranjak dari ranjang ke kamar mandi.


Hanya 5 Menit Silvana sudah keluar lagi lalu keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak sarapannya. Sampai di dapur Silvana langsung memasak makanan lalu mulai makan di saat sudah masak.


Skip…..


Silvana dengan cekatan memilih pakaian yang ia akan kenakan hari ini setelah selesai Silvana langsung ke meja Rias lalu berjalan keluar dari Apartemen.


" Masuk " Suara bariton itu membuat langkah Silvana yang tergesa-gesa langsung terhenti lalu menoleh ke arah asal Suara.


Dahi Silvana mengerut saat melihat Bosnya itu berada di depannya. Untuk apa Bosnya ke tempat ini atau mungkin bosnya itu tinggal di sekitar sini pikir Silvana lalu melanjutkan langkahnya mengacuhkan keberadaan Bosnya itu.


" Silvana….." kali ini suara itu terdengar lebih datar membuat Silvana lagi lagi menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Zio yang sudah turun dari Mobil mewah miliknya.


" Ada apa tuan…..kenapa tuan bisa disini….atau apa tuan tinggal di sini juga " Silvana langsung mencecar Zio dengan 3 pertanyaan sekaligus membuat Zio semakin menatapnya datar.


" Masuk " Tekan Zio dengan suara berat miliknya menatap Tajam Silvana yang masih belum bergerak dari tempatnya.


" Masuk kemana Tuan " tanya Silvana menatap polos Zio yang sudah gregetan karna ulahnya.


" Masuk ke mobil SEKARANG " tekan Zio lagi. kali ini Silvana langsung tangkap apalagi saat melihat Zio yang sudah menatapnya seperti siap di terkam membuat Silvana langsung masuk di mobil Zio.


" Tuan kenapa bisa disini " tanya Silvana setelah mobil jalan.


" Menjemputmu " jawab Zio singkat padat jelas dan jangan lupakan akan nada Datar andalannya.


" Menjemput ku " Beo Silvana menunjuk diri sendiri.

__ADS_1


" Kenapa…." Lanjut Silvana yang mengerutkan dahi menatap lekat Zio yang berwajah Datar.


" Bukankah wajar menjemput kekasih ku "


" Ha…..kekasih….sejak kapan……kita kekasih " kagwt Silvana menjuk-nunjuk Zio lalu diri sendiri.


" Kamu lupa atau pura-pura lupa…" Kata Zio menoleh ke arah Silvana hingga tatapan mata mereka langsung bertubrukan.


" Lupa? Apanya….." Beo Silvana memutar otaknya apa maksud dari pernyataan Zio barusan.


" Kamu lupa mulai dari tadi malam kau menjadi kekasih ku " kata Zio enteng membuat Silvana membelalakkan kedua matanya menatap tajam ke arah Zio


" Kapan aku….."


" Aku tidak terimah penolakan Baby…..mau atau tidak kamu kekasihku Camkan Itu " ungkap Zio lalu menyelipkan anak-anak rambut Silvana ke belakang Tonga membuat posisi mereka menjadi dekat. Lebih tepatnya Zio sengaja mendekat ke arah Silvana.


Cup


" Morning Kiss " bisik Zio Setelah mengecup bibir pink Silvana.


Sedangkan Silvana hanya bisa diam mematung dengan mata yang di kedip-kedipkanbhingga terlihat menggemaskan bagi Zio. Melihat itu Zio tiba-tiba terfikirkan sebuah ide lalu menyeringai.


" Kenapa…..masih kurang. Minta lagi hm


" Dasar Mesum " Teriak Silvana membuang muka. Zio hanya terkekeh melihat itu baginya Ekspresi wajah Silvana sangat menggemaskan untuk di pandang.


Setelah kejadian beberapa menit lalu kini dalam mobil itu hanya ada keheningan tak ada yang membuka suara sampai mereka di Perusahaan. Arga dengan cepat keluar lalu membukakan pintu untuk Bosnya.


Zio berjalan masuk ke perusahaan seperti biasa berwajah datar dan tanpa ekspresi. Para karyawan langsung memberi hormat kepada Zio yang melalui mereka.


Sampai di lantai 50 mereka bertiga langsung menuju ruangan masing-masing untuk melakukan pekerjaan masing-masing.


Jarum jam terus berputar hingga memasuki waktu makan Siang tapi 2 orang yang berada dalam Ruangan itu tak ada tanda-tanda untuk beranjak. Hingga beberapa menit kemudian Zio mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arah Silvana yang masih fokus bekerja.


Zio terus menatap Silvana dengan intens setelah puas ia lalu melihat jam tangan yang melingkar di tangannya lalu mengambil ponselnya di saku celana lalu mengotak Atik benda Canggih itu setelah itu Zio langsung tersenyum Simpul dan masukan kembali ponselnya di saku Celana lalu beranjak berdiri berjalan ke arah Silvana.


Tak


" Eh…"

__ADS_1


" Istirahat dulu…." Kata Zio di belakang Silvana.


" Tuan…." Silvana langsung berdiri lalu menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda menghormati atasannya itu.


Grep


" Jangan lakukan itu….." kata Zio menarik pinggang Silvana hingga mendekat ke arahnya.


" Tuan….."


" No…aku tidak suka kau memanggil Tuan baby…No tuan But Honey or sayang " kata Zio enteng membuat Silvana melototkan kedua matanya.


" Tu…."


Cup


" No Baby……aku kekasih mu bukan Tuanmu " bisik Zio.


" Tapi aku tidak pernah menjawab iya Tuan… apalagi mau menjadi kekasih Tuan" protes Silvana menatap Kesal Zio yang terus memeluk pinggangnya dan tak mau melepaskannya.


" Dan aku tidak terimah penolakan Silvana. Kau kekasih ku dan aku kekasihmu " Ucap Zio tegas dan tanpa ragu.


" Tapi aku tidak mencintai mu Tuan….."


" Dan aku tidak peduli mau kau cinta atau tidak aku tidak peduli. Salahkan saja dirimu yang terlalu menarik di mataku " papar Zio menatap tajam Silvana yang terus memberontak keluar dari pelukannya.


" Aku sudah punya kekasih Tuan…." Hardik Silvana.


" Si brengsek itu maksud kamu ha….. putuskan. " Tekan Zio menekan pinggang Silvana hingga membuat sang empu meringis Namun Zio abai akan itu.


" Jika pun kamu tidak ingin memutuskannya aku yang akan merebut mu darinya dengan cara apapun itu " Desis Zio di telinga Silvana.


" Tapi aku tidak mencintai mu..aku hanya mencintai nya " Kata Silvana dengan Lirih membuat remasan di pinggangnya sedikit melonggar.


" Dia sudah menyakiti kamu Silvana dia sudah menghianati kamu " ungkap Zio emosi hingga tanpa sadar tangannya meremas pinggang Silvana dengan kasar.


" Aku tau….tapi nggak secepat ini aku lupain dia…dia cinta pertama aku kekasih pertama aku… kami menjalin kasih Cukup lama kami…."


" Stop…..sekali lagi aku nggak peduli kamu mencintai siapa yang aku tau kami milikku Silvana MILIKKU " Zio yang emosi pun menghimpit tubuh mungil Silvana dengan dinding kaca. Zio menarik tengkuk Silvana lalu melabuhkan bibirnya di atas bibir Silvana, Zio tidak peduli dengan semua perlawanan yang di berikan Silvana Ia terus mencium Silvana Dengan kasar dan menuntut. Harga dirinya terasa jatuh saat tahu jika Silvana berani menolaknya terang-terangan padahal selama ini tidak ada yang bisa menolak pesonanya bahkan wanita dengan suka rela melemparkan diri mereka di atas ranjang miliknya. Tapi kenapa di saat ia hanya menginginkan satu wanita, wanita di dekapannya ini kenapa justru wanita ini pula yang menolaknya.

__ADS_1


Zio akui ia benar-benar gila bisa mencintai wanita di depannya ini dengan sebesar ini tapi ia bukan pria bodoh atau Gengsi yang akan menahan apa yang dia rasakan. Dia ZIONARD apapun yang dia inginkan maka harus ia dapatkan baik itu dengan cara Baik-baik atau cara Buruk sekalipun ia tidak peduli.


Cinta tidak bisa di paksa tapi Zio selalu punya pilihan dimana jika tak cinta sekalipun maka Silvana akan tetap terus berada di sisinya.


__ADS_2