
“Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus memikirkan rencana yang matang untuk membuat Zio dan wanita sundal itu berpisah. Kakek tua itu tidak bisa aku andalkan, dia sama saja tidak berguna. Hanya merepotkan saja aku membawanya kesini.” Gerutu Angelina yang nampak sangat kesal dengan TuanHandoko.
Angelina kembali mencari tasnya lalu mengambil benda persegi empat. Wanita itu segera mengotak atik ponselnya,
“Hallo…”
"Ada apa, Angel?” Tanya suara serak di sebrang sana .
“Kakek, kakek harus membantuku.” Kata Angelina dengan nada manja.
“Membantu kamu apalagi, Angelina?” Tanya pria tua di sebbrang sana yang merupakan kakek dari Angelina.
“Kakek harus membua Tuan Zio menjadi milikku, apapun yang terjadi.”
“Bukankah sudah ada Tuan Handoko yang mendukungmu disana? Apa itu tidak cukup?”
“Kek.., Tuan Handoko yang tua itu tidak cukup Kek. Apalagi tdi dia tidak melakukan apapun untuk menggertak wanita itu. Kakek tua itu tidak dapat melakukan apapun untuk membelaku. Kakek tahu aku di permalukan oleh wanita yang merebut Zio dariku dan pria tua bangka bau tanah itu hanya diam saja.” Kata Angelina yang mengeluarkan semua unek-uneknya dalam dirinya.
Sedangkan di sebrang sana seorang pria tua menggertakan giginya menahan amarah mendengar cucunya di permalukan. Bagaimana bisa cucu kesayangannya di permalukan dan Tuan Handoko diam saja. Wanita mana yang berani mencari masalah dan perkara dengan cucu kesayangannya. Tuan Rio tentu tidak akan menerima apalagi akan membiarkan seseorang menghina cucu perempuannya itu.
“Katakan siapa yang berani menghina cucu kesayangan kakek ini?” Ucap Tuan Rio di balik telfon.
Angelina yang mendengar nada rendah sang kakek yang sedang menahan amarah langsung tersenyum licik.
“Aku tidak tahu namanya kek, tapi.., dia wanita yang Zio nikahi.” Kata Angelina dengan sedikit ragu.
“Kamu tak perlu ragu, biar kakek yang mencari tahu dan membereskannya untukmu.” Kata Tuan Rio dengan yakin untuk menyingkirkan wanita yang menjadi istri dari pria yang di sukai dan di inginkannya sang cucu.
__ADS_1
“Baik kek, aku akan menunggu kabar bahagia dari kakek.”
“Istrahatlah atau pergi shoping, kakek sudah mengirimkan kamu uang 500juta.”
“Terima kasih kakek.” Ucap Angelina yang menutup sambungan telfonnya.
“Lihat dan tunggu saja balasan karena berani mengusik seorang Angelina. Hanya wanita biasa berani sekali mengusikku. Aku tidak sabar menunggu kabar baik dari kakek. Akan semakin baik, jika dia meninggalkan dunia ini selamanya dengan begitu aku tak perlu repot-repot dengan berjuang untuk membuat Zui jatuh cinta padaku. Lagipula dengan kecantikan yang aku miliki siapa yag akan mampu menolakku.” Guman Angelina yang begitu percaya dirinya.
Sepertinya wanita itu lupa jika beberapa jam yang lalu dirinya baru saja di tolak mentah-mentah oleh io yang tanpa ragu menolaknya. Bukan hanya itu, pria itu bhkan dengan lidah tajamnya memberikan penghinaan kepada Angelina.
Angelina tidak peduli dengan Zio yang sudah menikah atau seorang duda pun, wanita itu tidak peduli. Jika dirinya menginginkan sesuatu maka sesuatu itu harus Angelina dapatkan bagaimana pun caranya.Salah satunya dengan menyingkirkan lawannya atau saingannya yang di anggap dirinya akan berbahaya di masa depan nanti. Bukan hanya menyingkirkan untuk tidak membuat mereka mendapat pekerjaan wanita itu bahkan dengan gilanya beberapa kali membunuh saingannya yang sesama model.
Sedangkan Tuan Rio jelas tahu apa yang di lakukan oleh sang cucu tetapi pria tua itu selalu diam tanpa mengambil tindakan atau menegur sang cucu. Justru sebaliknya pria tua itu akan membungkam mulut orang-orang yang menjadi saksi atau orang yang mengetahui apa yang dilakukan oleh Angelina.
"Lebih baik aku pergi shoping saja untuk melampiaskan kekesalan ku." Guman Angelina yang mengecek ponselnya ada Notif transferan sebesar 500 juta dari sang kakek.
Tanpa di ketahui oleh Angelina jika Tuan Handoko melihatnya saat keluar dari kamar hotelnya.
"Tuan, apa perlu kami mengikuti nyonya Angelina?" Tanya salah satu pria yang berdiri di samping Tuan Handoko.
"Tidak perlu, lain kali jangan memanggil dirinya Nyonya." Balas Tuan Handoko yang melangkahkan kakinya menuju lift di ikuti dua bodyguard di belakangnya.
"Tapi itu Nyonya Angelina yang sendiri minta jika kami harus memanggilnya dengan sebutan Nyonya bukan Nona." Terang bodyguard itu lagi.
Tuan Handoko ya g mendengar itu langsung mendengus kesal tanda tidak menyukai hal itu.
"Dia bukan Tuan kalian, saya yang menggaji kalian jadi turuti apa yang saya katakan. Lagipula dia itu hanya kata calon bukan bahkan mungkin nggak akan pernah menjadi nyonya kalian." Sentak Tuan Handoko yang menatap tajam kedua bodyguard miliknya.
__ADS_1
"Siap Tuan."
Kedua bodyguard itu hanya bisa menuruti apa yang dikatakan dan di perintahkan oleh Tuan Handoko. Lagipula apa yang di katakan oleh Tuan Handoko ada benarnya juga. Angelina hanyalah wanita yang dijodohkan dengan Tuan muda mereka yang bahkan tunangan saja belum.
"Jika dia bukan cucu dari si tua Rio mana mau aku menjodohkan Zio dengan dirinya. Belum apa-apa saja berani sekali memerintah anak buahku seenak jidatnya." Batin Tuan Handoko yang tidak menyukai sifat dan karakter wanita yang di jodohkan dengan cucunya itu.
"Tapi aku masih membutuhkannya untuk memisahkan Zio dari wanita miskin. Setelah Zio dan wanita itu miskin maka akan dengan muda aku menyingkirkan Angelina dari kehidupan cucu ku. Apa jadinya aku jika mempunyai cucu menantu yang tahunya hanya shoping dan menghabiskan uang." Guman Tuan Handoko di dalam lift itu yang masih didengar kedua bodyguard di sampingnya.
Tuan Handoko memang tidak menyukai Silvana karena berasal dari keluarga miskin dan Yatim piatu. Tapi bukan berarti ia juga menyukai Angelina, sedari awal Tuan Handoko hanya menjadikan Angelina umpan dan juga senjata untuk memisahkan Zio dari wanita itu
Walaupun Tuan Handoko tidak menyukai kalangan rendah bukan berarti setiap orang kaya akan dia sukai dan setujui untuk menjadi cucu menantunya. Di hari tua seperti sekarang Tuan Handoko juga ingin hidup menikmati masa tuanya dengan keluarganya yang dengan ikhlas merawat dirinya. Namun, Angelina melihat bagaimana karakter wanita itu, jangankan merawatnya untuk melayani saja Zio nanti tidak akan bisa. Mana mungkin Tuan Handoko mendorong cucunya di jurang kemalangan.
Ting
Tuan Handoko berjalan keluar dari lift menuju restoran yang berada di samping hotel tempat ia menginap. Pria tua itu di temani oleh dua bodyguard masuk ke dalam restoran.
Di sisi lain Angelina dengan gayang anggun namun sombong memasuki sebuah mall terbesar di kota itu. Wanita itu dengan wajah ceria mulai mencari apa yang ingin di belinya hingga dalam hitungan menit sudah terdapat beberapa belanjaan di tangannya.
Tak puas dengan hanya berbelanja pakaian Angelina segera masuk di salah satu toko perhiasan yang berada di mall itu. Saat melihat sebuah cincin matanya langsung berbinar. Sayangnya cincin itu ada di tangan seseorang namun Angelina tidak peduli apapun yang dia inginkan maka dia akan dapatkan.
Sreett
“Cincin seindah ini hanya pantas untukku seorang.” Kata Angelina dengan memasang langsung cincin itu di jari tangannya.
“Hey itu cincin….”
“KAUUUU…”
__ADS_1