Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
Bab 57


__ADS_3

“Angelina, ayo kita pergi.” Kata Tuan Handoko yang langsung melangkahkan kakinya menuju pintu.


“Tapi kek…?”


“Sudah ikut saya cepat.” Dengan kesal Tuan Handoko segera pergi dari ruangan Zio dengan wajah yang mengeras menahan kekesalannya dengan cucu itu yang tak menganggap dirinya ada.


“Sialan, kakek tua ini bukannya memisahkan mereka justru pergi. Benar-benar tidak berguna.”


Angelina hanya bisa mengumpat dalam hati dengan apa yang dilakukan oleh Tan Handoko. Namun, dirinya juga tidak mampu untuk melawan atau protes dengan apa yang di lakukan oleh si Tua Handoko karena itu akan sangat bahaya jika kakek tua itu tidak mendungnya nanti.


Tak punya pilihan lain Angekina hanya bisa berbalik lalu mengikuti langkah kaki Tuan Handoko yang keluar dari ruangan pria yang di impi-impikannya untuk menjadi suaminya di masa depan. Wajah sang model itu sangat terlihat menahan dan kekesalan yang besar terhadap sesuatu yang baru saja terjadi itu.


Tanpa diketahui oleh sipau jika Arga selaku asisten dari Zio melihat wajah masam milik Tuan Handoko dan juga wajah penuh kekesalan Angelina. Diam-diam Arga menyunggingkan enyum tipis melihat wajah masam dan kesal kedua orang itu Arga tahu jika sang Nyonya muda telah melakukan sesuatu yang membuat mereka kesal.


Tadinya Arga takut jika akan terjadi kesalahpahaman antara Silvana dan Zio. Arga juga mendengar apa yang mereka bahas tadi di dalam ruangan Zio karena Arga sampai disana sebelum Silvana sampai disana. Ara sudah melarang Silvana untuk masuk namun, wanita itu justru mengusirnya balik.


Sekarang Arga bisa bernapas lega karena Arga yakin jika Silvana bisa mengatasinya sendiri. Arga melupakan sifat Silvana yang sangat berbeda dengan wanita lainnya di luar sana. Arga tentu juga tahu jika sifat itulah yang menarik perhatian Zio.


“Aku rasa, aku tidak perlu mengkhawatirkan masalah Tuan dan juga Nyonya Silvana karena saya yakin jika semuanya aman terkendali.” Guman Arga yang kembali berbalik berjalan menuju ruangannya yang berjarak tidak jauh dari ruangan Zio.


Jika Arga berpikir jika keadaan amn dan tentram maka sangat slah besar karena tanduk Silvana baru saja keluar.


Brukkkk


Tanpa perasaan mendorong Zio begitu keras hingga pria itu terduduk di sofa dengan keras.


“Sayang….”


Zio langsung menelan ludah melihat tatapan tajam Silvana yang sudah seperti kerbau yang akan sebentar lagi mengamuk. Bahkan pria itu kini terlihat seperti ayam hutan yang berada di depan predator.


“Mau menikah lagi hem…,” Silvana menatap tajam Zio dengan berkacak pinggang di depan pria yang menjadi suaminya itu.

__ADS_1


Zio menggelengkan kepalanya dengan keras. “Mana ada sayang, aku…,”


“Aku apa? Jika aku tidak datang kamu pasti akan menikahi wanita itu kan? Ngaku kamu?” Todong Silvana yang menatap garang Zio.


Tidak sayang, aku tidak akan menikah dengan siapapun lagi selain dengan dirimu.” Ucap Zio yang terdengar alay tapi Zio sungguh-sungguh mengatakan hal itu.


Sebelum bertemu Silvanatak pernah sekalipun jika dirinya akan menikah dan hidup berdampingan dengan seorang wanita. Namun, setelah mengenal Silvana Zio mengubah pemikirannya. Bahkan pria itu dengan suka rela ikhlas lahir batin jika harus di repotkan oleh Silvana.


“Awas saja jika kamu ketahuan berselingkuh, akan aku kebiri burungmu itu hingga sampai akar. Akan aku cincang-cincang hingga menjadi bagian-bagian kecil lalu aku goreng dan akan aku berikan anjing liar yang kelaparan di luaran sana!”


Glek


Zio yang mendengar ucapan Silvana langsung menutup sesuatu di bawah sana dengan tangannya. Mendengar saja sudah membuat ketar ketir apalagi melihat Silvana yang sedang mencontohkan gerakan yang sedang mencincang sesuatu.


Brakk


Zio hanya bisa mengelus dada saat mendengar pintu ruangannya yang ditutup dengan keras oleh Silvana.


“Ya Tuha.., ini semua karena pria tua itu. Hampir saja aku dikebiri sama Silvana. Tom kamu tenang saja, aku akan berjuang keras. Kita harus bekerja sama jika tidak ingin kita berpisah nanti.” Bisik Zio yang mengelus sesuatu yang berada di balik celana yang dia kenakan.


“Sayang aku tidak akan melakukan hal itu, aku janji.” Kata Zio yang langsung menyembunyikan selangkangannya.


“Bos…?” Arga menatap heran dengan tingkah sang bos yang sangat aneh.


Zio yang mendengar suara Arga langsung mengangkat kepalanya hingga matanya melotot tajam saat melihat Arga yang sedang menatap ke arahnya dengan pandangan aneh.


“Jangan menatapku seperti itu. Jika tidak mau aku congkel matamu.” Ancam Zio yang melototi Arga.


Arga yang mendengar ancaman dari Zio langsung membuang muka dengan mengatur agar ekspresinya seperti semula.


“Ada apa?” Tanya Zio dengan datar.

__ADS_1


“Ini berkas yang harus anda tanda tangani.”


“Letakan di meja dan kamu segera keluar.” Ucap Zio yang langsung mengusir Arga.


Arga hanya diam berjalan depan meja kerja Zio lalu meletakan beberapa berkas yang di bawahnya di atas meja.


“Saya undur diri Bos.” Arga langsung menunduk sedikit lalu berbalik berjalan depat keluar dari ruangan sang bos


“Sepertinya telah terjadi sesuatu yang aku lewatkan? Tingkah bos juga sangat aneh terkesan sangat ketakutan, apa yang telah nona Silvana lakukan pada bos garang itu?” Guman Arga yang berjalan menuju ruangannya.


Sedangkan di sisi lain seorang wanita masuk dalam kamar dengan menghamburkan apapun yang ada di sekitarnya untuk melampiaskan keksalan dan amarahnya yang sedari tadi sudah mati-matian dia tahan. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Angelina yang baru sampai di kamar hotel yang di huninya.


Brak..


Prang


“SIALAN..!” Angelina berteriak dengan kesal di dalam kamar itu,


Angelina benar-benar karena di tolak mentah-mentah oleh Zio. Di dunia ini siapa yng tidak mengenalnya, dia adalah sang super model dengan kecantikan dan juga beberapa penghargaan juara yang di dapatinya dalam dunia yang di gelutinya beberapa tahun ini.


Wanita yang bahkan hanya melihatnya akan mampu seorang pria langsung bertekuk lutut di bawah kendalinya. Lalu kenapa dengan Zio? Kenapa pria itu tidak takluk dalam pesonanya.


Dirinya tidak pernah menerima sebuah penolakan dalam hidupnya. Namun, Zio pria itu bahkan secara terang-terangan menolaknya mentah-mentah.


Kedua, dalam hidup ini Angelina tidak pernah mendapatkan ejekan apalagi ejekan yang penuh akan hinaan membuatnya malu di depan pria yang disukainya. Angelina sangat marah kepada Silvana yang sudah berani mempermalukannya dengan begitu buruk.


Wanita itu semakin membenci Silvana saat mengetahui jika Silvana merupakan istri dari pria yang di jodohkan dengannya. Angelina menganggap jika Silvana adalah penghalang dari hubungannya dengan Zio. Jika tidak ada Silvana maka Zio akan lanhsung menikahinya dan dirinya tentu tidak akan mendapatkan penghinaan seperti ini.


Di tambah orang yang harus mendukungnya justru diam seperti orang bodoh tambah membuat Angelina kesal. Tuan Handoko harusnya membelanya dengan memisahkan atau menghina dan mencaci wanita yang sudah merebut Zio darinya. Tapi pria tua itu justru pergi dari sana begitu saja.


“Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus memikirkan rencana yang matang untuk membuat Zio dan wanita sundal itu berpisah. Kakek tua itu tidak bisa aku andalkan, dia sama saja tidak berguna. Hanya merepotkan saja aku membawanya kesini.” Gerutu Angelina yang nampak sangat kesal dengan TuanHandoko.

__ADS_1


Angelina kembali mencari tasnya lalu mengambil benda persegi empat. Wanita itu segera mengotak atik ponselnya,


“Hallo…”


__ADS_2