Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
Bab 14


__ADS_3

" Apa aku ketahuan…..? Bagaimana ini


Sial…. Aku harus memikirkan jawaban yang tepat jika tidak aku akan tamat " batin Pria itu yang mulai gelisah memikirkan nasibnya ke depannya.


Sedangkan di belakang Zio dan Arga saling melempar senyum misterius lalu menyeringai menatap pria paruh baya di depan mereka berdua.


" Si …silahkan Tu….tuan " kata pria paruh baya itu setelah sampai di tempat penampungan bahan-bahan bangunan.


" Kenapa kamu nampak gugup " Kenzo berkata dengan datar dan berjalan mendekati pria paruh baya itu. Sontak pria itu langsung tambah gematar.


" Ah tidak tuan…" Elak Pria paruh baya itu keringat dingin mulai membasahi di punggungnya.


" Tapi……lebih baik lap dulu keringat di dahi mu itu " Kata Zio santai lalu mulai memeriksa satu persatu bahan bangunan itu.


Pria paruh baya itu gelagapan mengusap dahinya yang berkeringat karna Zio.


" Cih… Siapa yang membawa bahan ini ha….." Teriak Zio.


Pria paruh baya itu langsung gelagapan


" Aah itu Tuan…..di antar seperti biasa " jawab pria paruh baya itu.


" Siapa yang mengantar. Panggil dia kesini SEKARANG…." Bentak Zio.


Pria paruh baya itu dengan gemetar berlari mencari orang yang mengantar bahan untuk bangunan itu.


" Arga cek semua bahan-bahan ini " perintah Zio datar menahan amarah.


" Baik Tuan…." jawab Arga patuh lalu mulai mengecek satu persatu bahan di dalam ruangan itu.


30 menit kemudian Arga sudah mengecek semua bahan lalu kembali berjalan mendekat ke arah Zio.


" Bagaimana….." Zio bertanya tanpa melihat ke arah Arga.


" Seperti dugaan Tuan…." Jawab Arga.


" Brengsek…." Umpat Zio.


" Tu…tuan…hah….hah " Terlihat dua orang pria paruh baya berjalan mendekat ke arah Zio dan Arga dengan napas yang tersengal-sengal karna berlari.


" I….ini Tuan….orang yang mengantar bahan bangunan " kata pria paruh baya 1.


" Iya…itu saya Tuan…." Pria paruh baya 2 membenarkan apa yang di ucapkan pria paruh baya 1.

__ADS_1


" Dimana kamu mengambil bahan-bahan ini "


" Di tempat biasa Tuan…di tokoh langganan anda " jawab pria paruh baya.


" Benarkah " Zio Menyeringai saat melihat kedua pria paruh baya di depannya ini mulai merasa gelisah.


" Be…benar Tuan…." Jawab pria paruh baya 2 sbil melirik pria paruh baya 1 yang sedang menatapnya tajam.


" Kamu yakin " Zio semakin Menyeringai dengan senang melihat pria paruh baya 2 mulai tampak tak tenang.


" Ya…yakin Tuan.." pria paruh baya itu sudah gelisah, keringat sebiji jagung sudah terlihat di dahinya.


" Cih KALIAN PIKIR SAYA BODOH HA…." Teriak Zio membuat kedua pria paruh baya itu terlonjat kaget dan hampir terjungkal ke belakang karna bentakan Zio.


" Tum…tuan a…ada apa ke..napa Tuan marah " Pria paruh baya 1 memberanikan diri bertanya kepada Zio.


" Masih bisa bertanya Rupanya " kata Zio menatap Sinis kedua pria paruh baya di depannya.


" Ma…maksud Tu..tuan " pria paruh baya 2 menimpali.


" Berhenti Berpura-pura. Kalian pikir saya tidak tahu kalau bahan-bahan ini adalah kualitas yang paling rendah ha…." Sentak Zio membuat kedua pria paruh baya itu terdiam.


" Kemana dana yang saya berikan ha….. saya memberikan dana yang besar karna saya ingin bahan kualitas yg tinggi bukan yang rendah seperti ini "


" Rupanya kalian berani bermain-main denganku " Zio menyeringai dengan kejam membuat kedua pria paruh baya itu bergetar.


" Tu….tuan ma…maafkan kami…kami khilaf ka..kami "


" Cukup. ARGA BAWAH MEREKA " Perintah Zio kepada Asistennya.


" Baik Tuan" jawab Arga patuh lalu mendekati kedua pria paruh baya yang sedang berlutut itu.


" Tuan…..tuan….tuan maafkan kami…Tuan…" Teriak kedua pria paruh baya itu sambil berontak dari pegangan beberapa orang yang berpakaian serbag hitam dan berbadan kekar.


" Bawah di tempat biasa " kata Arga kepada orang yang berpakaian rapi warna hitam.


" Baik Tuan " jawab ke empat orang itu lalu menyeret paksa tubuh kedua pria paruh itu.


Setelah kepergian kedua pria paruh baya itu Zio dan Arga lalu mulai berjalan melihat-lihat bangunan yang roboh itu.


" Cih karna dua bedebah itu aku harus rugi lagi " kata Zio dengan sinis menatap bangunan di depannya dengan tajam.


" Terus ini harus di apakan tuan " tanya Arga ikut menatap bangunan di depannya itu.

__ADS_1


" Mau gimana lagi. perintahkan orang-orang kita untuk merobohkan bangunan ini sampai rata dengan tanah lalu " Zio menjeda kalimatnya selanjutnya membuat Arga penasaran


" Lalu " beo Arga


" Bangun lagi dengan kualitas yang paling terbaik " kata Zio lalu beranjak pergi di ikuti Arga di belakangnya.


****


Krek krek krek


Bunyi tulang yang di renggangkan


" Ah enaknya…." Guman seorang gadis yang sedang meyandarkan tubuhnya di kursinya lalu memutar-mutar kan.


" Eh…..kemana tuh Si kulkas " Guman gadis itu saat melihat ruangan Bosnya yang kosong.


Silvana menyatukan kedua Alisnya lalu meneliti dan melihat setiap sudut ruangan milik Zio dari dalam ruangan miliknya.


Merasa kurang puas Silvana memberanikan diri untuk keluar dari ruangan miliknya lalu mulai menjelajahi ruangan milik Zio.


" Jangan salahkan keluar masuk dalam ruangan mu karna ruangan ku tidak memiliki pintu selain pintu ke ruangan mu " kata Silvana menunjuk potret Zio di atas meja kerjanya.


" Tidak bisakah ia menyimpan fotonya yang lagi tersenyum di sini kenapa harus foto yang berwajah datar itu dan apa itu? Pakaiannya dari ujung kaki Ampe badan semua hitam-hitam kaya orang mau ngelamar saja " komentar Silvana mengomentari cara pakaian Zio.


" Ini ruangan kenapa seluas ini sih bahkan ruangan ini lebih luas daripada Apartemen milikku…. Em duduk di kursi ini kurasa….apa aku boleh duduk yah " Silvana mengetuk ngetuk dagunya dengan jari tanda sebagai sedang berfikir.


" Tapikan….dia nggak ada disini Silvana jadi nggak apa-apa kamu duduk di situ lagi pula ia tidak akan melihat kamu "


" Jangan Silvana…itu bukan kursi milikmu "


" Tidak apa-apa duduk saja hanya meminjamkan tidak mengambil atau mencurinya. Lagipula itu hanya kursi "


" Jangan…..apa kamu lupa jika bos kamu itu galak "


" Sudah duduk saja….kursi itu pasti sangat bagus untuk di duduki. Lihatlah betapa indah dan empuknya kursi itu "


Bisik-bisik itu terus terdengar di telinga Silvana membuat Silvana terlihat Ragu untuk sesaat hingga sedetik Kemudian.


Dugh


" Ah nyamannya, empuk dan harum Nyatanya benar ya kursi CEO itu lebih nyaman. Sudah nyaman empuk pula " Celoteh Silvana mengagumi kursi milik Zio.


" Kamu tahu kamu itu tampan….tapi sayang kamu nggak tahu cara Tersenyum sekali tersenyum malah terlihat aneh dan sama seperti Zombie Hiiii " Silvana tiba-tiba bergidik ngeri mengingat bagaimana Zio tersenyum tapi terlihat aneh dan lebih mengerikan lagi sama seperti Zombie.

__ADS_1


Ceklek


" Kau Nyaman Baby…" kata Zio tiba-tiba muncul.


__ADS_2