Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 20


__ADS_3

HAHAHAHA


"Berhenti tertawa Zionard" teriak Silvana tambah kesal Karna di tertawakan oleh Kenzo.


"Okey, aku diam" kata Zio berusaha meredakan tawanya lalu kembali berjalan mendekati Silvana.


Hap


Hanya dalam satu kali gerakan tubuh Silvana melayang dan berada di gendongan Zio.


"Apa-apaan kamu ini Zio tidak bisakah kamu membiarkan aku jalan sendiri" ucap Silvana kesal lantaran Zio sudah 2 kali menggendongnya tiba-tiba padahal kakinya tidak sedang sakit.


"Diamlah Baby. Aku sedang ingin menggendongmu lagi pula apa ada larangan menggendong kekasih sendiri' balas Zio yang terlihat santai.


Ceklek


"Tuan…."


Arga yang baru masuk dan melihat keintiman Atasannya langsung mematung di tempatnya dengan mata yang melotot hampir keluar.


"Apa mau ku congkel matamu?" kata Zio layaknya malaikat maut membuat Arga langsung tersadar lalu menoleh ke arah Zio.


Arga langsung menelan ludah melihat tatapan Zio yang tajam bagaikan laser menuju ke arahnya.


"Tuan ini pesanan anda" kata Arga dengan tangan gemetar menyerahkan sebuah kotak persegi ke arah Zio yang duduk di samping Silvana.


"Hm. Letakkan di meja dan pergi" ucap Zio yang langsung mengusir Arga.


"Saya permisi Tuan" pamit Arga yang langsung berbalik lalu berlari kencangwnunu pintu membuat Silvana menatap aneh punggung Arga.


"Jangan menatapnya terus baby" kata Zio dingin.


"Ada apa?" tanya Silvana.


"Aku tidak suka kamu menatap Arga seperti itu baby. Aku cemburu." kata Zio dengan kesal.


"Emang aku kurang tampan atau kurang kaya gitu" lanjut Zio dalam mode merajuk membuat Silvana langsung mengerutkan dahi dalam menatap aneh Zio.


"Nggak bawahan, nggak Atasan sama saja. Sama-sama aneh" kata Silvana dalam hati.


"Aku bukan menatapnya karna tampan aku hanya heran untuk apa dia berlari seperti orang yang di kejar hantu seperti itu? Apa kamu semenakut itu menurutku kamu biasa saja nggak ada seram-seramnya tuh" kata Silvana mengemukakan pendapatnya.


Sedangkan Zio yang mendengar penuturan Silvana diam-diam tersenyum tipis dan menatap dalam wajah Silvana.

__ADS_1


"Kamu belum melihat sisi ganasku baby. aku bahkan bisa menjadi monster jika kehilangan kendali namun aku bersumpah aku tidak akan pernah menyakiti kamu" kata Zio yang bersumpah dalam hati untuk tidak menyakiti Silvana.


"Aku memang kejam baby tapi hanya kepada musuh-musuhku saja" ungkap Zio menatap serius bola mata Silvana.


"Benarkah?" tanya Silvana.


"Yah itu benar" jawab Zio sambil membuka kotak persegi yang di bawa Arga yang ternyata isinya adalah sepatu.


"Jika aku melakukan kesalahan apa kamu akan menghukum ku" tanya Silvana lagi menatap Zio yang kini menatapnya rumit.


"Apapun aku kesalahanmu aku akan tetap memaafkan mu" jawab Zio duduk di bawah kaki Silvana lalu memakaikan sepatu itu yang sangat pas dengan ukuran kaki ramping Silvana.


"Bagaimana jika aku menghianati kamu dengan pria lain" tanya Silvana.


Mendengar pertanyaan itu Zio seketika menghentikan gerakan tangannya di udara untuk memakaikan sebelah lagi sepatu pada kaki Silvana.


"Sekalipun kamu menghianati ku aku akan tetap memaafkan mu dan membawamu ke dalam pelukanku lagi" jawab Zio melanjutkan memasangkan sepatu kepada kaki Silvana.


" Kamu memang aku maafkan tapi tidak dengan pria itu karna pria itu akan menjadi mangsaku akan aku cincang seluruh dagingnya alku memberikannya kepada anjing liar" lanjut Zio dalam hati.


Sedangkan Silvana hanya bisa menekan dadanya yang kini berdebar kencang karna ucapan dan perlakuan Zio barusan.


"Ayo" ajak Zio yang sudah menggenggam tangan mungil Silvana.


Zio hanya mendesah kasar melihat tangan Silvana yang lepas dari genggaman tangannya.


"Huu…. aku harus sabar Silvana masih butuh waktu untuk mengenal ku lebih jauh lagi" batin Zio.


Zio berjalan di depan dan di ikuti Silvana di belakang. seperti biasa wajah datar dan dingin itu adalah hal biasa yang di lihat pada karyawan dan karyawati di perusahaan besar ini hingga tidak heran lagi mereka hanya bisa mengidam-idamkan sosok seorang Zio yang begitu tampan layaknya dewa Yunani tapi kejam dan bengis seperti iblis.


Sampai di parkiran ternyata Arga sudah menunggu mereka dengan berdiri di samping mobil. Arga langsung membukakan pintu untuk Zio sedangkan Silvana langsung memutar dan masuk ke dalam mobil di jok belakang bersama Zio.


"kamu ingin makan di mana baby?" tanya Zio memainkan anak rambut Silvana.


"Terserah kamu saja aku akan mengikut" jawab Silvana seadanya.


Sedangkan Zio yang mendengar itu hanya bisa tersenyum lalu melirik Arga dan berkata.


"Ke tempat biasa" kata Zio datar.


"Baik Tuan" jawab patuh Arga.


"Giliran sama bawahan dinginnya minta ampun tapi lihat saat bersama Nona Silvana dia akan menjadi kucing tak berdaya" kata Arga dalam hati melirik Tuannya lewat kaca spion allu bergidik ngeri.

__ADS_1


Setelah berkendara beberapa menit akhirnya mobil yang di kemudi Arga berhenti di sebuah restoran mewah lantai lima. dengan sigap Arga keluar lalu membukakan pintu untuk Tuannya.


Zio segera menarik lembut tangan Silvana menggenggamnya erat lalu berjalan masuk.


"Lepas" bisik Silvana yang terus mencoba menarik tangannya dari genggaman tangan besar Zio.


"Tenanglah tidak akan ada yang lihat. aku sudah membooking restoran ini hanya untuk kita." kata Zio santai tapi tidak dengan Silvana yang sudah membulatkan mata.


"Booking? tidak ada orang?" guman Silvana dengan wajah bodohnya.


Melihat eksperimen wajah Silvana yang begitu menggemaskan Zio tidak lagi dapat menyembunyikan senyum di wajahnya.


Andaikan ada orang lain yang melihat senyum itu maka di pastikan orang itu akan mati berdiri karna terpesona akan ketampanan seorang Zionard.


"Yah aku telah membooking tempat ini" ulang Zio dengan senyuman menawan di bibirnya membuat Silvana untuk sesaat tertegun menatap wajah tampan Zio yang berkali lipat lebih tampan jika sedang tersenyum seperti itu.


"Tapi untuk apa Zio itu hanya menghambur-hamburkan uang kamu tau itu" kata Silvana menatap tajam Zio.


"Uang aku banyak baby bahkan tidak akan habis tujuh turunan. aku hanya mengutamakan kenyamanan kamu karna kenyamanan kamu adalah yang terpenting bagiku" ucap Zio lembut.


Deg


"Jantungku" pekik Silvana dalam hati merasakan jantungnya berdetak kencang.


"Sudah jangan pikirkan itu lagi. Ayo kita masuk" ajak Zio yang langsung menarik lembut tangan Silvana yang sempat lepas tadi.


Zio dan Silvana melanjutkan langkah mereka dengan tangan yang saling bertautan tanpa memperdulikan orang di belakang mereka.


"Aku harus mencari seorang mulai dari sekarang jika tidak aku akan terus tersiksa lahir batin karna kemesraan Tuan" keluh Arga dalam hatisambil menatap Zio dan Silvana yang berjalan ringan di depannya.


Ternyata Zio membawa Silvana di lantai 5 yaitu lantai paling atas yang bisa melihat pemandangan di luar.


"Jika kita makan di lantai 5 seharusnya kamu tidak perlu membooking semuanya Zio" kata Silvana gregetan sendiri.


"Itu…… aku hanya mengikuti rencana Arga saja" balas Zio menunjuk Arga yang berada di depannya.


Arga langsung membulatkan kedua matanya saat Tuannya malah melemparkan kesalahannya padanya.


"Kenapa harus aku Tuan, bukankah aku sudah bilang untuk membooking 1 lantai saja tapi anda menolak dengan alasan agar Silvana tambah kagum kepada Tuan'


Ingin sekali Arga mengeluarkan semua protesnya kepada Atasannya itu tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa di saat melihat tatapan laser Tuannya.


"Haaa sudahlah bawahan akan selalu salah" pasrah Arga kepada nasibnya yang selalu di salahkan oleh Tuannya.

__ADS_1


__ADS_2