Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
BB 36


__ADS_3

“Masih tidak mau mengeluarkannya hm…?” Bisik Zio yang tersenyum tipis melihat wajah memerah Silvana menahan hasrat.


Ah


Silvana kalah! gadis yang mungkin sebentar lagi menjadi wanita seutuhnya itu kalah saat Zio dengan semangatnya mengobrak abrik sesuatu di bawah sana.


“Akhirnya!” Zio tersenyum manis berdiri lalu melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya termaksud pakaian terakhir yang menyembunyikan pitonnya.


“Aku masuk ya…” Izin Zio yang hanya di balas anggukan kepala oleh Silvana yang sepertinya sama seperti Zio yang telah terbagar gairah.


Berulang kali Zio mencoba masuk pelan-pelan tapi selalu gagal membuat Zio mendesah frutasi. Tak punya pilihan harus Zio tekan lebih keras lagi sepertinya.


“Maaf ini mungkin sedikit sakit..” Bisik Zio yang menatap wajah Silvana yang semakin cantik dan terlihat seksi saat wajahnya memerah dan penuh peluh seperti itu.


Jleb


Ahhhh


Silvana memekik kesakitan saat benda lain menerobos masuk dalam dirinya. Silvana yang merasa sakit langsung melampiaskan kesakitannya dengan mencakar dan menggigit bahu Zio.


“Tidak apa-apa…. Lampiaskan saja raasa sakitmu padaku.” Bisik Zio yang memilih untuk diam sebentar.


“Kamu hanya milikku Silvana…. Hanya milikku takkan aku biarkan bajingan itu atau pria lain merebutmu dari sisiku. Siiapapun yang merebutmu makan akan aku hancurkan mereka termaksud bajingan itu.” Kata Zio dalam hati yang menyeringai dingin.


“Aku bergerak ya….”


“Pelan-pelan…”


Dengan penuh kelembutan Zio bergerak keluar masuk dalam diri Silvana. Suara yang awalnya ringisan kesakitan kini perlahan mulai berganti rintihan kenikmatan membuat Zio semakin bersemangat memacu dirinya membuat kekasihnya puas dengan pelayanan yang diberikannya.


Gerakan yang awalnya pelan kini mulai cepat bersamaan dengan napas keduanya yang memburu seperti sedang di kejar sesuatu.


Ah…..


Keduanya mendesah panjang saat sesuatu yang di tahan itu meledak keluar.


Suara napas keduanya terdengar ngos-ngosan setelah percintaan panas itu. Zio menatap lembut gadis yang kini elah berubah seutuhbya menjadi wanita karna dirinya. Wanita yang mampu menarik perhatiannya sejak pertama bertemu.


Bagi Zio di saat seperti ini Silvana terlihat begiru cantik dan seksi dengan peluh yang membasahi wajahnya.

__ADS_1


“Aku mengantuk.” Guman Silvana dengan suara pelan dan mata tertutup. Entah masih sadar atau tidak hanya dia yang tahu.


“Tidurlah… Maaf aku membuatmu kelelahan.” Bisik Zio yang mengecup pelipis Silvana dengan sayang.


Hanya butuh beberapa detik sebelum terdengar denguran halus pertanda Silvana tertidur.


“Astaga aku lupa… Ini pasti tidak nyaman..” Kata Zio yang melihat tubuh mengkilat sang kekasih karna sisa peluh percintaan mereka tadi.


Dengan pelan Zio turun dari ranjang menuju kamar mandi. beberapa detik berlalu Zio keluar dengan membawa wadah kecil yang berisikan air dan handuk kecil di bahunya.


Dengan penuh perhatian dan kehati-hatian Zio duduk di dekat Silvana yang sudah tertidur lelap. Di celupkannya handuk bersih itu ke dalam wadah lalu di perasnya menyisakan sedikit airnya. Zio dengan penuh kelelbutan mulai menglap seluruh tubuh Silvana dengan handuk bersih itu.


Setelah memastikan jika tubuh sang kekasih telah bersih Zio langsung menyelimutinya dengan selimut tebal sampaileher.


Ziio kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai dengan membersihkan dirii Zio langsung naik ke atas ranjang dan masuk dalam selmut yang sama dengan Silvana.


Sinar mentari menyinari bumi memasuki kamar dua insan yang sedan berpelukan itu terusik. Lebih tepatnya tidur wanita itu terusik dengan sinar mentari itu sedagkan sang pria telah terbangun dari tadi tapi tidak ingin membangunkan sang wanitanya membuat pria itu lebih memilih untuk membiarkan kekasihnya itu bangun sendiri.


“Hoaaaam….. Sudah pagi ternyata…” Guman sosok wanita itu yang mr\=enarik kembali selimutnya untuk tidur kembali.


“Belum mau bangun sayang..?”


“Kamu disini?” Tanya Silvana kepada Zio yang seperti orang linglung.


“Aku dari semalam disini sayang…..Aku menginap di apartemen kamu.” Terang Zio yang gees dengan tingkah kekasihnya itu.


Silvana yang mendengar itu langsung menurunkan pandangannya membuka selimut yang menutupinya. Mata Silvana semakin melotot hampir keluar dari tempatnya melihat tubuhnya yang tidak mengenkan apapun selain dari selimut yang membungkusnya.


“Ini…… Jadi tadi malam itu aku tidak mimpi.” Guman Silvana yang masih di dengar oleh Zio.


Zio yang mendengar gumanan dari Silvana mencoba menahan tawa tapi tidak bisa.


HAAHAHAHAAHA


Zio tertawa terbahak-bahak melihat wajah syok Silvana membuatnya benar-benar tidak tahan untuk tidak tertawa.


“Apa sentuhanku semalam tidak kau rasakan sayang…? Aku bahkan menggemprmu habis-habisan bagaimana bisa kamu beranggapan jika itu mimpi.” Bisik Zio tak lupa mulai memberi rangsangan kecil pada Silvana lewat gigitan kecil di kuping Silvana.


“Apa perlu kita ulangi lagi kegiatan panas kita tadi malam. Aku sepertinya menginginkannya lagi.” Bisik Zio yang semakin menjadi-jadi dengan tangan yang sudah bergerak naik di puncak gunung.

__ADS_1


Blusssh


Wajah Silvana langsung memerah sampai di telinga karna godaan Zio. Baru saja Silvana membuka mulutnya dengan tujuan ingin menolak tapi mau di apa sesuatu di bawah sana telah menyerobos masuk.


Jleb


Ah….


Silvana dan Zio sama-sama mendesah saat merasakan sensasi yang di rasakan mereka masing-masing.


Clap


Clap


Suara kulit yang saling bertubrukan membuat semakin panas percintaan itu. Zio dan Silvana sama-sama bergerak mengejar sesuatu yang sebentar lagi akan meledak dalam diri mereka masing-masing.


"Ah Sil….Vana sa…sayang aku mencintaimu…" Ungkap Zio di sela-sela desahannya yang meledakan hasratnya.


Akibat percintaan mereka tadi keduanya mini terlambat untuk bersiap. Sedangkan Arga yang wajah berseri-seri sang Bos hanya bisa mengerutkan dahi bertanya-tanya ada apa dengan Bos nya itu. Namun, Arga membulatkan mata saat ingat apa yang di katakan oleh Bosnya itu kemari di lobby apartemen.


“Kenapa senyum-senyum seperti itu?” Tanya Zio dengan datar dan sinis.


“Bos habis ehem ya..?” Goda Arga kepada sang bos yang di tanggapi dengan santai oleh Zio.


“Makanya cari cewe sana biar rasain gimana nikmatnya.” Balas Zio yang tersenyum penuh kemenangan pada Arga.


Arga yang mendengar sindiran dari Bosnya itu hanya bisa tersenyum masam. Bagaimana bisa dia mencari wanita sedangkan sang Bos menginginkan dirinya untuk selalu ada di sampingnya.


“Jika aku terus di tuntut untuk mengikuti Bos kemana pun. Sanpai lebarann monyet juga kagak akan bisa cari wanita.” Omel Arga dalam hati yang berbanding terbalik dengan apa yang di tunjukan oleh Arga yang tersenyum tipis.


“Aku sudah siap… Ayo berangkat!” Kata Silvana yang baru muncul.


Arga yang melihat pakaian dan cara berpakaian Silvana yang berbeda dengan sebelumnya menatap Silvana dengan mata terpaku.


“Apa yang kamu lihat dari wanita ku?”


“Cantik..”


Glek

__ADS_1


__ADS_2