Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 6


__ADS_3

" Dia ini dulu pernah bekerja sebagai sekretaris Kekasih ku tapi karna ia selalu saja menggoda kekasih ku jadi kekasihku memutuskan untuk Memecatnya " ungkap wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Mona wanita yang di temui Silvana kemarin sedang bercumbu dengan mantan kekasihnya di sebuah kamar hotel.


" Menggoda…..bukankah kamu yang menggodanya….dia itu kekasihku dari 3 tahun lalu….lalu kamu datang menggoda hingga ia berkhianat selain itu bukankah kemarin kalian baru saja dari hotel…." Balas Sarkasme Silvana Tersenyum Sinis ke arah Mona dan Doni yang sudah memucat.


" Kau……." Doni emosi sampai ubun-ubun namun dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menunjuk dan menatap tajam ke arah Silvana yang tampak biasa saja.


" Apa hadiah yang aku berikan kemarin masih kurang " tanya Silvana santai sambilainka. Kedua alisnya.


Hadiah yang di maksud Silvana adalah bagaimana kemarin ia mempermalukan kedua orang inj di depan orang-orang banyak.


Sontak mendengar itu membuat Mona dan Doni semakin menatap tajam dirinya. Bagi keduanya perbuatan Silvana kemarin membuat reputasi mereka hancur terumata Doni. Karna kasus kemarin beberapa investor bahkan menarik sahamnya dari perusahaan Atmadja membuat Doni kelipungan.


" Tuan Nona jika kalian hanya ingin bertengkar maka kami akan pergi " Kata Arga menatap tajam Doni dan Mona.


" Ah maaf….saya Minta Maaf Tuan…. mari… " Doni gelagapan saat Arga mengancam akan pergi harapan mereka satu-satunya ada di perusahaan ini jika mereka gagal maka dapat di pastikan cepat atau lambat perusahan miliknya akan terkena masalah besar.


Doni terpaksa membuang egonya karna demi kelangsungan Perusahaan untuk saat ini. Mereka semua duduk lalu mulai berdiskusi.


Setelah 40 menit mereka akhirnya selesai melakukan diskusi dan Zio juga mau bekerja sama dengan perusahaan Doni membuat Doni besar kepala lalu menatap sombong ke arah Silvana yang terlihat biasa saja padahal Ia sudah menunjukkan kemesraannya dengan Mona di hadapan Silvana tapi tampaknya Silvana tidak terpengaruh sedikitpun.


" Dasar buaya buntung…..aku ingin sekali memukul wajah sombongnya itu…..kenapa aku begitu bodoh selama ini mencintai laki-laki seperti dia ini. Sudah muka pas-pasan nggak ada ahlak lagi….." Silvana terus mengumpat dalam hati. Ia merasa bodoh dulu pernah mencintai pria di depannya ini dengan gila.

__ADS_1


" Hiii Ngeri " Silvana begidik ngeri mengingat-ingat dirinya yang mau saja di bodohi sama bajingan di depannya ini.


" Nona…."


" NONA…."


Brak..


" AAAAAAA TIDAK…." teriak Silvana kaget karna Arga.


" Maaf maaf " Silvana hanya bisa menelan ludah melihat tatapan mata Bosnya yang sudah setajam silet itu menatapnya. Silvana Merutuki kebodohannya yang menghayal di saat seperti ini padahal ini adalah keadaan yang genting.


Sedangkan Zio yang sedari tadi terus memperhatikan Silvana hanya bisa menghela nafas. Gadis itu membuatnya ingin mencekiknya di tempat bisa-bisanya dia melamun di saat seperti ini. Bisa saja jika klien lain ia akan mengalami kerugian karna ulah gadis itu dan Zio sangat tidak menyukai akan namanya kegagalan dalam hal apapun itu dan tanpa alasan apapun juga semuanya harus sempurna.


Mendengar itu Arga lalu menoleh ke arah Tuannya yang hanya berekspresi datar namun terdapat anggukan samar membuat Arga menatap kembali ke arah Doni dan Mona yang ada di depannya saat ini.


" Itu ide yang bagus tuan…kami juga sudah kelaparan lagi pula hitung-hitung Tuan Doni lagi Reuni dengan MANTAN sekretaris anda yaitu Nona Silvana " kata Arga menekan kata Mantan lalu melirik Silvana.


Silvana yang tidak terimah akan hal itu langsung menatap tajam ke arah Arga bahkan matanya sudah melotot jika bisa keluar maka mata itu akan keluar dari tempatnya Namun Arga hanya bersifat biasa saja. Sedangkan Doni hanya bisa tersenyum kikuk karna di singgung tentang Silvana apalagi Doni tau jika maksud dari Arga adalah mantan pacar bukan matan Sekretaris membuat Doni hanya bisa menghela Napas tanpa harus berbuat apa.


" Apa maksudnya coba….dulu aku bodoh bisa cinta mati mah ini buaya buntung…. sekarang aku mah ogah lebih baik aku mengejar Tuan Zio " batin Silvana saling menatap tajam dengan Arga lalu tiba-tiba menatap Zio dengan Cengingiran yang membuat Zio menatapnya tajam.

__ADS_1


." Waiters…." Panggil Doni kepada Waiters yang lewat hingga Waiters itu berjalan ke meja mereka dengan sebuah buku di tangannya.


" Silahkan Tuan-tuan Nona-nona " Waiters itu mempersilahkan mereka untuk memilih menu yang akan di pesan.


Mereka mulai menyebutkan satu satu nama makanan dan minuman yang mereka inginkan hingga tertinggal Silvana yang belum menyebut satu pun minuman atau makanan membuat semuanya langsung menoleh ke arahnya.


" Yang bayar ini makanan siapa " pertanyaan bodoh yang di lemparkan Silvana hampir membuat Zio yang sedari tadi berwajah datar hampir tertawa.


Zio mengangkat pandangannya dari layar ponsel lalu melihat ke arah Silvana yang sedang menatapnya dengan polos dan mengedip-edipkan matanya menunggu jawaban Semua orang tentang siapa yang mau membayar makanan yang mereka pesan.


Bukan karna apa! Hanya saja Silvana yang doyan makan takut memesan banyak jika nanti ia harus bayar sendiri karna dia tidak punya cukup uang untuk itu. Bekerja saja masih belum genap 1 hari pikir Silvana.


" Pesanlah sesukan mu Nona Silvana….karna yang akan membayar tagihannya adalah kekasihku….Benarkan Baby " ungkap Mona bergelayut manja di lengan Doni.


" Ah tentu saja….sebagai bentuk terimah kasih saya silahkan pesan sesuka mu Nona….nanti saya yang akan membayar tagihannya " Doni berkata dengan di iringi senyum manis namun senyum manis itu langsung berganti dengan senyum sinis saat menatap Silvana.


" Ah lihat itu…..kekasih ku ini sangat baik dan memanjakan ku Nona Silvana jadi silahkan pesan menu apa saja yang Nona Silvana suka " Kata Mona Lagi seakan menunjukan jika apa yang di katakan Doni selalu menurutinya tanpa protes sangat berbeda jika dulu bersama Silvana bahkan untuk makan berdua saja Doni tidak pernah membayarkannya.


" Ho'oh rupanya ingin bermain……baiklah jangan salahkan aku jika isi dompet mu itu akan ludes wahai buaya buntung " batin Silvana tersenyum licik lalu mulai menunjuk menu di atas buku menu itu yang dengan telanten Waiters di sampingnya itu mencatat semua pesanan Silvana.


" Saya juga mau ini ini ini ini ini ini dan ini lalu minumannya ini ini dan Ini……ku rasa cukup itu saja " kata Silvana dengan senyum manis Namun mampu membuat Doni melototkan kedua matanya.

__ADS_1


Doni menatap tajam Silvana namun silvana hanya Acuh sambil tersenyum-senyum sendiri sedangkan Doni ia sekarang mulai duduk gelisah apalagi semua menu yang di pesan Silvana adalah penuh paling mahal di restoran itu.


__ADS_2