Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 16


__ADS_3

" Fiks ini pasti ruangan kedap suara….gimana mau keluar Coba " Gerutu Maya lalu berjalan menghampiri sebuah kursi di sudut ruangan itu sehingga dari tempat ia duduk dia bisa melihat pemandangan di bawah sana yang begitu indah.


Silvana terduduk termenung matanya menerawang jauh ke depan lalu tiba-tiba ia mengingat akan kenangan Dia bersama Doni mantan kekasihnya.


Kedua sudut mata Silvana langsung berkaca-kaca saat mengingat kenangannya bersama Doni. Ia menangis bukan karna Doni melainkan menangisi akan kebodohannya yang hampir 3 tahun karna akan atas nama Cinta.


Selama hampir 3 tahun Ia terus menuruti dan berkorban untuk Doni bahkan pekerjaan pun ia bantu sampai harus lembur dan tidur larut malam. Sekarang dia baru menyadari selama ini hubungan yang ia dan Doni jalani adalah hubungan monoton dimana hanya dia yang mau berjuang dan berkorban sedangkan Doni hanya Stay di tempat.


Grep


" Apa yang kau lakukan "


Silvana langsung tersadar saat merasakan seseorang mendekapnya dari belakang lalu kepala nya menoleh.


" Kau….."


" Wait…..mata mu kenapa Baby….apa kau menangis karna tidak bisa keluar….I'm sorry baby tadi aku tidak mendengar mu….aku sibuk bekerja " Zio langsung menyerecos tanpa Silvana minta membuat Silvana hanya menghela napas.


" Sudah aku duga…dasar gila kerja " Batin Silvana kesal.


" Ini jam berapa " tanya Silvana kepada Zio.


" Ah itu..20:30 " jawab singkat Zio lalu mengulurkan tangannya lalu merapikan helaian rambut Silvana dan menghapus sisa air mata di sudut mata Silvana.


" Maaf yah….kamu pasti ketakutan di dalam ruangan ini…aku tadi hanya bermaksud memindahkan kamu agar kamu bisa tidur nyenyak " Zio menjelaskan maksudnya kepada Silvana memindahkannya ke ruangan rahasia miliknya. Zio sangat Khawatir jika nanti Silvana berpikir buruk tentangnya lancang memindahkan Silvana di sebuah ranjang Ia tidak ingin apabila wanita yang dia cintai itu malah salah paham atau membenci Zio tak menginginkan hal itu terjadi.


" Aku mau pulang.." kata Silvana ketus moodnya tiba-tiba buruk saat mengingat kebodohan yang ia lakukan untuk mantan kekasihnya itu.


" Oke oke…aku antar " Zio hanya bisa mengalah ia tidak ingin Silvana semakin marah terhadapnya.


Silvana berjalan keluar dari ruangan rahasia Zio lalu masuk ke ruangannya mengambil tas dan ponselnya.


Zio berjalan keluar di ikuti Silvana yang memasang wajah dingin membuat Zio merasa serbah salah. Sampai di parkiran ternyata mereka sudah di tunggu oleh Arga.


" Ke apartemen milik Silvana " perintah Zio kepada Arga.


Arga tanpa bertanya atau protes langsung menarik pegal gass lalu pergi meninggalkan perusahaan.


Selama perjalan di dalam mobil itu hanya di isi kesunyian Arga yang memang fokus mengemudi sedangan Zio, Ia ingin berbicara tapi melihat wajah dingin Silvana membuatnya mengurungkan Niat itu dalam-dalam.


Sedangkan disisi Silvana ia terlihat diam tapi percayalah di dalam hatinya segala umpatan, cacian bahkan sumpah serapah ia layangkan untuk mantan kekasihnya.

__ADS_1


" Sudah sampai Nona " kata Arga menyadarkan Silvana dari lamunannya lalu menoleh ke jendela.


" Terima kasih " Ungkap Silvana turun dari mobil lalu matanya menyipit saat melihat mobil yang terparkir tidak jauh darinya.


Silvana sangat mengenal siapa pemilik mobil ini. Silvana lalu membuka kembali lagi pintu mobil hingga membuat Zio kaget.


" Ada apa Baby…" tanya Zio kaget karna Silvana tiba-tiba memunculkan kepalanya.


" Antar aku…." Pinta Silvana.


" Antar kemana lagi…."


" Antar aku ke apartemen…"


Mendengar itu Zio langsung senang senang secepat kilat ia membuka pintu lalu turun dan berjalan ke sisi Silvana


"Ayo tunjukan dimana unit mu" Kata Zio dengan lembut menggenggam tangan Silvana dengan mesra. Silvana hanya diam lalu berjalan menuju lift lalu memencet angka 15 yang berarti unitnya berada di lantai itu.


Sampai di lantai yang di tuju Silvana langsung keluar dengan Zio yang terus menggenggam tangannya.


"Silvana"


Sivana hanya menatap jengah pria di depannya ini. Sudah dia dia duga jika Doni pasti menunggunya.


"Kenapa" tanya Silvana santai.


"Kenapa kamu bilang? Kamu itu masih kekasih aku Silvana" hardik Doni lalu menarik Silvana hingga berada di belakang tubuhnya.


"Yaaaa apa yang kamu lakukan Haaa" teriak Silvana tapi di acuhkan oleh Doni.


"Lepaskan tanganmu dari wanitaku" Kata Zio menatap tajam Doni.


"Dia kekasihku bahkan baru kemarin malam kami berciuman" balas Doni sengit


Bugh


Zio langsung memberi Bogem mentah kepada Doni saking kerasnya Doni langsung terjungkal bibirnya langsung sobek karna pukulan Zio.


"Saya tidak peduli dia kekasih kamu atau kekasih siapa pun yang jelas mulai saat ini dia WANITAKU" ucap Zio menekan kata Wanitaku lalu menarik tangan Silvana.


"Silvana katakan padanya" Doni melihat ke arah Silvana dengan penuh harap ia mau menjelaskan dan kembali padanya.

__ADS_1


"Baby masuk Apartemen" Kata Zio yang seperti perintah. Silvana lalu memasukan sandi Apartemen miliknya lalu masuk di ikuti Zio di belakangnya.


Ceklek


Grep


"Tuan…" pekik Silvana kaget.


Zio yang cemburu karna mendengar Doni dan Silvana Ciuman membuat darahnya mendidih hingga saat masuk Apartemen Zio langsung mengukung Silvana.


"Berhenti memanggilku Tuan aku bukan Tuanmu" kata Zio tajam.


"Tapi"


"Aku kekasihmu Silvana" desis Zio di depan wajah Silvana. Wajah Zio semakin menggelap karna Silvana tidak menuruti keinginannya. Zio sangat tidak menyukai orang-orang yang membantah ucapannya tapi untuk Silvana, Zio berusaha menahan amarahnya.


"Wajahnya sangat menyeramkan" kata Silvana dalam hati tanpa berani melihat Zio.


"Lihat aku" pinta Zio menyentuh dagu Silvana lalu mengangkatnya hingga tatapan mata keduanya bertemu hingga terjadi Adegan saling tatap-tatapan.


"Aku ingin kamu memanggilku dengan sebagai kekasih bukan sebagai Tuan atau tasan kamu. Jika kamu belum bisa menyematkan nama panggilan tak apa kamu bisa memanggilku dengan namaku atau senyaman kamu saja" kata Zio dengan lembut kepada Silvana.


Silvana hanya terdiam menatap manik mata Zio yang begitu indah dan mempesona.


"Zio…." Ucap Silvana pelan Yaris seperti bisikan.


"Katakan lagi" pinta Zio menahan senyum di sudut bibirnya.


"Zio" ulang Silvana sambil menatap Zio.


Cup


"Aku suka" bisik Zio di depan bibir Silvana setelah mendaratkan satu kecupan di bibir Silvana. Silvana hanya bisa membuang muka karna malu.


"Em pulanglah" kata Silvana mendorong tubuh Zio hingga mundur 5 langkah.


"Kamu mengusirku Baby" Kata Zio dengan ekspresi kaget menatap wajah kekasihnya itu.


"Bukan seperti itu tapi ini sudah larut lagipula masih ada Tuan Arga di bawah menunggu kamu" kata Silvana


"Kamu mengkhawatirkan dia" Zio bertanya dengan nada kesal dan jangan lupakan rasa Cemburu itu mulai menyeruak keluar.

__ADS_1


"Eh. Tentu tidak hanya saja…"


"Aku tak suka kamu mengkhawatirkan pria lain selain aku"


__ADS_2