Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 25


__ADS_3

Ceklek


"Baby….." Zio berteriak kencang melihat Silvana yang meringkuk di sudut sofa.


"Baby kamu kenapa" tanya Zio panik langsung memeluk Silvana.


"Sa…sakit ssssst" jawab Silvana di iringi dengan ringisan di akhir kalimatnya.


"Apanya yang sakit baby? ayo bilang"


"Perutku sakit"


"Apa perut"


Zio gelagapan sendiri lalu mengangkat Silvana membawanya di ruang pribadinya.


"Kamu tunggu disini dulu yah aku panggil Dirga dulu" kata Zio lalu berbalik keluar.


"ARGA……" teriak Zio memanggil Asistennya itu.


"Ada apa Tuan" jawab Arga ngos-ngosan.


"Panggil Dokter sekarang 10 menit harus sampai jika tidak tanggung sendiri akibatnya" kata Zio yang berbicara panjang kali lebar karna khawatir.


Beberapa menit kemudian dokter datang dan langsung memeriksa Silvana sedangkan Zio berdiri gelisah di depan pintu ruang pribadinya.


Ceklek


"Bagaimana keadaan kekasihku? Kenapa dia kesakitan?" Zio langsung memberi pertanyaan berurutan kepada Dokter yang Baru keluar.


"Itu sudah hal biasa Tuan"


"Hal biasa kau bilang! bahkan kekasihku dari tadi meringis sakit" sentak Zio menatap tajam Dokter di depannya.


"Itu memang hal biasa bagi kami kaum wanita Tuan, setiap bulan akan ada tanggalnya kami untuk mengalami itu, yang di alami Nona Silvana adalah syndrom Dismenorea adalah kondisi di mana wanita mengalami nyeri saat menstruasi, umumnya pada hari pertama dan kedua haid. Gejalanya berupa nyeri atau kram di perut bagian bawah yang terus berlangsung dan terkadang menyebar hingga ke punggung bawah serta paha. Rasa nyeri tersebut juga bisa disertai sakit kepala, mual, dan muntah.


Dismenorea bisa terjadi karena kadar hormon prostaglandin yang tinggi saat hari pertama haid. Setelah beberapa hari, hormon ini akan berkurang kadarnya dan membuat nyeri haid ikut mereda. Nyeri haid jenis ini biasanya akan mulai berkurang seiring bertambahnya usia atau setelah melahirkan." jelas Dokter itu dengan sabar menjelaskan dari A-Z kepada Zio.


"Apa tidak ada cara untuk menghentikannya?" tanya Zio datar.


Pfffft


Arga yang sejak tadi berada di belakang Zio hampir mengeluarkan tawa mendengar pertanyaan bodoh Bosnya yang terkenal jenius kenapa sangat bodoh dalam hal itu.


"I….itu tidak da cara menghentikannya Tuan kecuali usia wanita sudah tua atau memasuki usia 60-70 tahun baru berhenti" jawab Dokter itu yang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi saya tidak mau wanitaku kesakitan. pokoknya pikirkan untuk menghentikan Em…..syndrom apa tadi?"

__ADS_1


"Dismenorea Tuan" sahut Arga yang sedang menahan tawa.


"Ya itu cari cara menghentikannya" kata Zio lebih tepatnya seperti perintah.


"Tidak bisa Tuan jika Nona Silvana tidak mengalami haid atau datang bulan itu artinya Nona Silvana mengidap penyakit" jelas Dokter.


"Selain itu Tuan juga tidak akan punya keturunan jika Nona Silvana berhenti menstruasi" lanjut Dokter.


Wajah Zio yang tadinya datar kini langsung berubah pucat pasi saat mendengar penjelasan Dokter yang mengatakan untuk tidak memiliki keturunan.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Zio yang membuat Dokter dan Arga geleng-geleng kepala terutama Dokter itu sudah garuk-garuk kepala menatap aneh Zio.


"Tidak usah dengarkan Dok. lebih baik Dokter segera pergi sebelum Dokter menjadi ikut gila" kata Arga dengan tertekan karna ulah dari Bosnya itu.


"Ah begitu. Permisi Tuan" pamit Dokter itu segera pergi sebelum mendapat pertanyaan aneh-aneh lagi dari Zio.


"Arga kamu……"


"Tuan,lebih baik Tuan masuk lalu menamani Nona Silvana jadi jika Nona Silvana nanti sadar orang yang pertama akan di lihat adalah anda dan dapat di pastikan Nona Silvana akan semakin mencintai anda" potong Arga cepat karna tidak ingin mendapat Omelan dari Bosnya itu.


"Benarkah Silvana akan semakin mencintai ku?" tanya Zio penuh binar.


"Yah Nona Silvana akan semakin mencintai Tuan" jawab Arga menahan tawa.


"Ya sudah kamu cari makan sana! Jangan lupa pesan bubur untuk Silvana. pastikan bubur yang terenak" kata Zio lalu dengan semangat masuk ke dalam ruang pribadinya.


Sedangkan Arga hanya bisa geleng-geleng kepala akan kelakuan Bosnya itu.


Arga hanya bisa mendengus geli mengingat sifat Bosnya yang seperti kucing bila bersama Silvana.


Beberapa menit berlalu tak terasa Silvana sudah hampir 2 jam tertidur selama itu pula Zio tidak beranjak dari sisinya.


Enguhhh


Silvana mengercapkan beberapa kali matanya lalu mulai melihat se kelilingnya.


"Kamu sudah bangun baby?" kata Zio dengan penuh senyuman membuat Silvana bukannya terpesona malah merinding.


"Kamu nggak kesurupan kan?" tanya Silvana.


Dhuarrrrr


Senyum cerah Zio langsung pudar di ganti dengan muka masam menatap Silvana yang sedang menatapnya penuh tanda tanya.


"Arga sialan…… beraninya kamu menipu haaaa" kata Zio dalam hati mengutuk Arga sang sekretarisnya itu.


Uhukk uhukk

__ADS_1


"Siapa yang sedang Mengumpatiku" kata Arga yang sedang makan langsung tersedak tiba-tiba.


"Mana yang sakit baby?" tanya Zio mengalihkan topik karna tak ingin menjawab pertanyaan Silvana.


"Nggak ada yang sakit tapi sekarang aku lapar" kata Silvana memegang perutnya.


"Ya sudah ayo makan!" kata Zio menarik lembut Silvana.


Sampai di ruang kerja Zio. Zio langsung membawa Silvana duduk di sofa lalu membuka boxs di atas meja.


"Makanlah" kata Zio menyodorkan 4 potong ayam crispy kepada Silvana beserta beberapa lauk lain.


Akhirnya Silvana makan dengan lahap sedangkan Zio hanya duduk memperhatikan Silvana sesekali ia akan menyelinapkan anak rambut yang menghalangi Silvana untuk makan.


"Kamu juga harus makan" kata Silvana menyuapi Zio hingga mereka berdua mulai makan dengan satu sendok yang sama.


Beberapa menit kemudian terlihat Silvana.yang bersandar di sofa dengan mengelus perutnya karna kekenyangan.


"Sudah kenyang?" tanya Zio mengelus kepala Silvana.


"Hm" Silvana hanya berdehem lalu menganggukan kepalanya tanda mengiyakan.


"Aku ke ruangan aku dulu yah. kerjaan aku pasti pada numpuk" kata Silvana beranjak berdiri namun di cekal oleh Zio.


Cup


"Ambil pekerjaan mu di ruangan Arga" kata Zio lembut setelah melayangkan satu kecupan di sudut bibir Silvana.


"Kenapa disana?" tanya Silvana dengan kerutan di dahi dalam.


"Ambil aja nanti kamu juga tau" kata Zio.


"Baiklah aku keluar dulu" Silvana berbalik lalu berjalan keluar menuju ruangan Arga untuk mengambil pekerjaannya seperti apa yang di katakan oleh Zio.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" sahut dari dalam.


Ceklek


"Tuan…. Saya ingin mengambil pekerjaan saya yang di titipkan kepada anda" kata Silvana sopan.


"Aih itu….. ini dia" kata Arga mengambil tumpuhkan berkas lalu memberikannya kepada Silvana yang hanya bisa menghembuskan napas kasar.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi Tuan" kata Silvana lalu segera berbalik dan keluar dari ruang kerja Arga.


"Tuan saya begitu mencintai anda Nona hingga pekerjaan anda saja Tuan Zio dengan senang hati mengerjakannya untuk Nona" kata Arga dalam hati.


__ADS_2