
" Hehehehe Emang enak di kerjain makanya jangan belagu……tau rasa kau sekarang emang enak tuh isi dompet aku kuras hahahha " Tawa Jahat Silvana dalam hati menatap Doni yang sudah bermuka pucat Pasih.
Sedangkan Zio lagi-lagi hanya bisa menyembunyikan senyum tipis di sudut bibirnya melihat pembalasan Silvana kepada mantan kekasihnya itu yang bisa di bilang cukup berbeda dengan dari yang lain.
.." Kau semakin menarik Baby……dan jangan salahkan aku jika aku akan menjeratmu dengan Cepat salahkan saja dirimu yang begitu menarik di mataku " batin Zio menyeringai kejam menatap lekat ke arah Silvana.
" Kok……kok hawanya seram ya……Astaga Tuh bos Napa liat aku kayak gitu…..kaya singa mau terkam mangsa dah " Silvana menelan ludah dengan susah payah karna tatapan mata Zio yang amat tajam sedang menatapnya lalu tiba-tiba Tersenyum Ah bukan tersenyum tapi sebuah Seringaian membuat seluru bulu kuduk Silvana meremang di tempat.
" Astaga kok seram kaya psikopat ya…..tapi kenapa di saat dia seperti itu malah terlihat lebih tampan dan menarik " Celoteh Silvana dalam hati menatap Zio penuh kekaguman membuat Pria yang sedari tadi memperhatikannya langsung mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.
Doni sekuat tenaga menahan kekesalannya terhadap wanita yang menjadi mantan kekasihnya itu apalagi saat melihat tatapan penuh kagum yang di tujukan gadis itu kepada Rekan Kerjanya.
Selama menjalin hubungan Silvana tak pernah memandangnya seterpesona itu. Hampir 3 tahun menjalin kasih bohong jika Doni mengatakan tidak mempunyai perasaan pada gadis itu Nyatanya ia benar-benar mencintai gadis itu tapi karna prinsip gadis itu pula yang membuat dirinya muak dan bosan. Dirinya pria normal, dia butuh akan kepuasan batin tapi gadis itu tak memberikannya hingga datangnya wanita lain yang mau memberikannya akan kepuasan batin perlahan namun pasti ia mulai menghianati dan menduakan gadis itu walau perasaannya tak pernah berubah.
" Baby…..Sayang….." Mona yang kesal Karna Doni yang masih terus menatap Silvana langsung menyentak lengan Doni hingga membuat Doni sadar.
" Ah iya sayang maaf tadi aku agak pusing…." Dusta Doni menatap wajah Mona.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Mereka mulai makan walau di sela-sela acara makan Mona akan selalu memanas-manasi Silvana dengan menyuapi Doni atau meminta Doni meyuapinya membuat Silvana ingin melemparkan piring makanannya ke muka mereka berdua.
Sedangkan Arga dan Zio mereka hanya diam tanpa ikut campur walau dalam hati mereka Mengumpati akan kelakuan dua manusia di depan mereka ini yang melakukan hal menjijikan di depan mereka.
" Menjijikan " Desis Zio yang sudah kelewat jijik akan kelakuan dua orang di depannya membuat Silvana yang mendengar ucapan Zio walau samar-samar langsung tersenyum Menyeringai dengan licik lalu menggeser mendekati Zio.
Zio hanya menatap datar ke arah Silvana yang sedang Cengengesan di dekatnya.
" Tuan mau aku suapi…." Tawar Silvana Enteng membuat mereka yang di meja itu langsung melongo akan perkataan Silvana yang terkesan berani apalagi yang ia ajak bicara ini Seorang ZIONARD.
__ADS_1
Di dunia ini siapa yang tidak kenal akan sosok seorang ZIONARD MORGAN DEWANTARA pemuda dengan sejuta akan pesonanya tapi terkenal akan sifat Dingin Kejam Sadis dan TAK TERSENTUH.
sedangkan Silvana dengan enteng menawarkan untuk menyuapinya makan bahkan gadis itu berani memegang lengannya walau terhalang jas mahalnya namun itu mampu membuat mereka Syok.
Kekagetan mereka bahkan tidak cukup sampai disitu mereka tambah terkaget dan syok saat dengan patuh Zio memakan makanan yang di sedorkan Silvana padanya padahal sendok itu adalah sendok bekas Silvana makan.
" A….apakah E…enak " tanya Silvana yang tiba-tiba saja gugup apalagi jarak Ia dan Zio begitu dekat.
Zio yang merasakan kegugupan dan ketegangan tubuh Silvana hanya tersenyum tipis menatap lekat manik indah mata Silvana yang mampu membuatnya tertarik hanya 1 kali pertemuan.
" Enak….dan sedikit manis…." Bisik Zio di telinga Silvana membuat sang empu langsung memerah sampai ke leher.
Deg
Deg
Deg
" Lagi…." Kata Zio membuyarkan lamunan Silvana.
" Ha….. apa…" Tanya Silvana linglung.
" Suapi aku lagi " kata Zio menatap lembut Silvana membuat semburat merah muncul di pipi Silvana membuat kadar kecantikannya malah bertambah kali lipat di mata Zio.
" Menggemaskan " batin Zio tersenyum tipis melihat Silvana yang tampak malu-malu.
" Suapi aku…." Ulang Zio kali ini dengan sedikit penekanan membuat Silvana langsung menyuapi Zio bahkan kini mereka makan sepiring berdua membuat ketiga orang yang sedari tadi menyaksikan mereka hanya bisa menjatuhkan rahang mereka.
__ADS_1
Apalagi Arga rasanya ia ingin memukul kepalanya dengan besi agar bisa sadar dan membedakan apa benar di depannya ini Tuannya yang Kejam itu atau bukan. Jika benar kenapa bisa Tuannya yang Kejam melebihi Singa liar itu malah bersifat dan tunduk seperti ini apalagi pada wanita yang bahkan belum genap 1 hari ia kenal.
Sedangkan di sisi Doni, pria itu mengepalkan erat tangannya di bawah meja hingga kuku-kuku putih itu melukai telapak tangannya tapi ia tidak rasakan. Rasanya hatinya sekarang begitu terbakar menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya Gadis yang baru kemarin memutuskan hubungan dengannya kini Sedang menyuapi pria lain di depannya bahkan tak ada ekspresi terpaksa atau di buat-buat di wajah gadis itu membuat amarah Doni langsung tersulut.
Brak
" Maaf Tuan Zio Tuan Arga saya kurang enak badan…..saya ijin ke toilet dulu…silahkan lanjutkan makannya " kata Doni lalu berjalan dengan tergesa-gesa menuju Toilet Meninggalkan tanda tanya di kepala Mona. Ada apa dengan kekasihnya itu pikir Mona menatap punggung Doni yang semakin menjauh.
Sedangkan Silvana untuk sesaat ia melihat punggung Doni dengan tatapan Sendu dan Zio tau akan itu membuat Zio mengepalkan kedua tangannya lalu menatap Silvana yang masih berusaha tersenyum sambil menyuapinya.
" Sekali kau masuk kau tidak akan pernah bisa keluar Baby….. Tidak akan " Desis Zio terdengar menakutkan di telinga Silvana membuat Silvana langsung menatapnya dengan bingun lalu kembali Tersenyum Tipis tapi itu semakin membuat Zio emosi lalu berdiri dan menarik Silvana.
Sret…..
" Ikut aku…." Tanpa mendengar jawaban Silvana Zio langsung membawa Silvana keluar dari Ruangan itu lalu menuju Mobil yang terparkir di depan Restoran.
Ceklek
Zio membukakan pintu mobil lalu mendorong Silvana masuk ke dalam mobil lalu di ikuti dengan dia.
Sret
" Eh…." Silvana kaget karna tiba-tiba saja Zio mengangkatnya dan mendudukkannya di atas pangkuannya membuat Jantung Silvana berdegup kencang apalagi jarak keduanya begitu Dekat dan intim.
"Kenapa…kenapa kau membuat ku gila Silvana" Desis Zio tepat di depan wajah Silvana yang hanya bisa mematung menatap pahatan wajah Zio yang terlampau sempurna.
Cup
__ADS_1