
“Enak saja istri secantik kamu di biarkan keluar sendirian? Kalau kamu di culik duda-duda kaya bagaimana? Atau berondong aku harus gimana?” Lanjut Zio dalam hati yang rupa-rupanya takut jika Silvana di culik lebih tepatnya Zio cemburu.
Mendengar itu Silvana tidak lagi bersuara toh juga tidak ada gunanya Zio merupakan orang yang tidak bisa di ganggu gugat ucapannya, Jika dia bilang A maka A tidak akan berubah menjadi B apalagi C.
Sedangkan di tempat lain seorang pria tua duduk angkuh dengan memangku satu kakinya menatap tajam bahan di depannya itu.
“Bagaimana? Sudah kamu dapatkan data-data identitas wanita itu?” Tanya pria paruh baya itu kepada bawahannya.
“Sudah Tuan, semua data-data wanita itu ada di dalam map ini.” Jwab sang bawahan yang langsung menyodorkan sebuah map kuning pada pria tua di depannya yang merupakan Tuannya atau majikannya.
Pria tua itu dengan cepat mengambil map itu lalu membukanya terburu-buru seperti di kejar hantu saja. Mata pria tua itu langsung melotot hingga bisa mungkin akan keluar dari tempatnya. Terlihat sepertinya pria tua itu cukup kaget dengan apa yang dia lihat dan baca yang ada di atas kertas itu.
BRAKKK
“APA-APAAN INI…!” Teriak Pria tua itu dengan penuh amarah menggebrak meja.
Pria tua itu adalah Handoko Dewantara yang merupakan kakek dari Zionar Morgan Dewantara. Tuan Handoko sangat marah saat mengetahui identitas asli dari wanita yang di nikahi sang cucu semata wayangnya. Tuan Handoko benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa sang cucu menikahi seorang gadis yatim piatu yang sangat tidak sederajat dengan mereka yang merupakan kalangan atas.
“Apa informasi ini benar adanya?” Tanya Tuan Handoko yang mencoba tenang.
“Semua akurat Tuan besar, bahkan pernikahan mereka juga telah tercatat di kantor catatan sipil.” Terang sang bawahan.
“APAA…? SIALAN! ANAK ITU BENAR-BENAR KURANG AJAR. BERANINYA DIA MENIKAH DENGAN WANITA KELAS RENDAH SEPERTI WANITA ITU…! PANGGIL ANGELINA UNTUK DATANG MENEMUIKU SEKARANG JUGA…!” Perintah Tuan Handoko kepada sag bawahan dengan amarah yang sudah benar-benar berada di ubun-ubun.
__ADS_1
“Baik Tuan.” Sang bawahan langsung berbaluik pergi dari ruangan itu untuk menjemput wanita yang sudah sangat ia kenali karena di gadang-gadang akan menjadi istri dari Zionard yang merupakan Tuan Mudanya.
“Sial, ini tidak bisa di biarkan aku harus segera memisahkan Zion dengan wanita miskin ini.” Monolog Tuan Handoko yang sudah bertekad akan memisahkan sang cucu dengan Istrinya.
Awalnya Tuan Handoko akan membiarkan dan merestui hubungan pernikahan sang cucu dengan wanita pilihan sang cucu sendiri. Namun, saat mengetahui identitas asli dari wanita yang di nikahi cucunya Tuan Handoko langsung tidak menyetujui itu. Bagi Tuan Handoko sangat tidak pantas seorang sampah masyarakat bersanding dan berdiri di samping putra kesayangannya. Mereka adalah kelas dan kasta tinggi bagaimana bisa bersanding dengan wanita yang yatim piatu bahkan berasal dari keluarga rendah. Hal itu, tentu membuat Tuan Handoko langsung membenci dan tidak menyukai Silvana selaku istri sang cucu Zio.
Tuan Handoko tidak menduga ataupun menyangka jika sang cucu kesayangan akan melakukan hal sebesar ini. Menikah dengan tanpa sepengetahuannya. Bahkan dengan beraninya cucunya itu menikahi wanita dari kelas rendah. Sungguh Tuan Handoko tidak bisa menerima kenyataan itu.
“Aku tidak akan membiarkan waniata parasit seperti mereka mendekati cucuku, tidak akan!” Kata Tuan Handoko mengepalkan tangan kuat-kuat dengan tatapan mata yang tajam setajam silet.
Terlihat Tuan Handoko yang langsung merobek-robek potret dari Silvana wanita yang menjadi cucu menantu darinya.
Di sisi lain seperti yang di katakan oleh Zio tadi. Sekarang pria itu terlihat mengekori Silvana dengan mendorong troli di belakang. Tak hanya satu dua orang yang melihat bahkan mengenal Zio sebagai pengusaha sukses menemani istrinya berbelanja. Bahkan tak sedikit dari mereka merekam kegiatan pasangan yang baru menikah itu. Video itu tentu saja viral dan menjadi topik terhangat di internet.
“Pengusaha sukses menemani istrinya berbelanja di super market?” Guman sosok wanita yang menggunakan pakaian putih itu.
“Tapi ini kan Tuan Zio? Bukannya Tuan Zio sedang menjalin kasih dengan wanita ****** itu? Atau jangan-jangan Tuan Zio sudah mencampakan Silvana?” Kata Wanita yang itu yang tak lain adalah Mona mantan sekretaris dan juga mantan wanita malam Doni.
“HAAHHAHA, nasib mu memang selalu buruk Silvana.” Hina Mona yang mengambil gelas di depannya yang berisikan juz.
Mona meminum juznya dengan tangan yang satunya memainkan ponselnya membuka berita terpanas yang merupakan video dari Zio bersama istrinya. Tapi Mona tidak mengetahui siapa wanita yang menjadi istri dari pengusaha sukses itu.
Air yang di minum Mona Langsung di saat melihat dengan jelas siapa yang menjadi istri dari pengusaha sukses itu. Matanya melotot hampir keluar dari tempatnya saat melihat wajah Silvana disana wanita yang sangat dia benci itu ternyata sekarang telah menjadi seorang istri. Namun, lagi lagi Mona merasa iri dengan apa yang di miliki oleh Silvana.
__ADS_1
“Sial, kenapa saat lepas dari Doni wanita sialan itu justru dapat pria yang jauh lebih kaya dari si Doni. Bukan hanya kaya namun dari segala aspek pun Tuan Zio jauh lebih unggul dibandingkan Doni.?” Gerutu Mona yang benar-benar tidak habis piikir gimana Silvana mendapatkan semua itu.
“Tapi tak apa, dengan begini tidak ada lagi penghalan aku mendapatkan Doni. Walaupun Doni tidak sekaya Tuan Zio tapi bisa untuk membuatku menjadi nyonya kaya.” Monolog Mona yang tersenyum senang karena penghalang pertamanya sudah selesai.
Mona meminum juznya dengan senyum penuh kemenangan di bibirnya memikirkan langkah selanjutnya untuk mendapatkan Doni menjadi miliknya.
Ceklek
“DONI…!”
“TUAN,,!”
Tuan Riko dan Gio berteriak kaget saat masuk ke dalam ruangan Doni sudah tergeletak di lantai dengan mata yang menutup membuat Tuan Riko semakin takut terjadi apa-apa pada sang putra semata wayang.
“Cepat angkat pindahkan di sofa..!” Ucap Tuan Riko dengan nada cemas dan khawatir secara bersamaan.
Gio segera mengangkat tubuh kaku sang Bos memindahkannya d atas sofa.
“Panggil Dokter.” Perintah Tuan Riko lagi.
Gio segera merogoh saku celananya lalu menghubungi dokter. Setelah selesai Gio segera kembali membereskan kekacauan yang di buat oleh sang atasan.
“Heran aku sama Bos, dulu saja saat Nona Silvana masih menjadi kekasihnya malah di sia-siain. Di selingkuhi beberapa kali bahka tak memberikan perhatian sedikit pun kepada Nona Silvana. Giliran di tinggalkan dan menikah sama pria lain eh…. Si bos malah jadi drop. Terus yang salah disini siapa yah si Bos lah.” Gerutu Gio dalam hati.
__ADS_1