Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 61


__ADS_3

Ting


Zio langsung membuka pesan yang dikirimkan oleh Arga padanya berisi lokasi tempat Angelina dan sang kakek menginap.


“Aku datang, bersiaplah untuk menerima kemarahanku.”


Zio langsung berjalan cepat menelusuri lorong Rumah sakit keluar dari sana dan menuju mobilnya melaju kan-nya dengan kecepatan tinggi. Zio tidak peduli dengan teriakan dan juga umpatan pengendara lainnya karena dirinya yang kebut-kebutan.


Sedangkan di sisi lain Tuan Handoko entah kenapa merasakan hawa yang kurang menyenangkan bahkan sampai bulu kuduknya merinding.


“Apa sesuatu yang buruk akan terjadi?” Guman Tuan Handoko yang masih di dengar oleh dua orang penjaga di sampingnya.


“Sesuatu yang buruk apa Tuan? Cuaca di luar juga sedang baik-baik saja” Kata bodyguard di samping Tuan Handoko.


“Entahlah, tapi aku merasakan perasaan merinding sepertinya sesuatu hal akan terjadi”


BRAK


Baru saja selesai berbicara pintu kamarnya langsung terbuka dengan kasar menimbulkan suara yang cukup keras. Tuan Handoko dan dua bodyguardnya langsung kaget dan langsung berdiri menatap ke arah pintu. Tuan Handoko mengernyitkan alis saat melihat wajah sang cucu yang masuk ke dalam kamarnya dengan raut menahan amarah.


“Zio apa yang kamu…”


“Dasar pak tua…! Mana wanita sialan itu?” Bentak Zio yang menatap Tuan Handoko seperti seorang musuh yang siap untuk membuatnya menjadi mayat hidup.


“Apa yang kamu maksud cucu sialan?”


“jangan berpura-pura lagi Pak tua. Di mana kamu sembunyikan wanita sundal itu?” Zio bertanya dengan emosi yang sudah berada di ubun-ubun menahan amarah yang sudah siap meledak.


“wanita mana yang kau maksud, Zio?” Tuan Handoko bertanya balik dengan dahi yang mengkerut tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh cucunya itu.


“wanita mana lagi? Tentu saja wanita yang kamu bawa itu. Kamu tahu, wanita itu tidak hanya merebut perhiasan yang di-inginkan oleh istriku. Akan tetapi juga dengan sifatnya yang tak bermoral itu menyerang istriku hingga kesakitan dan pingsan.” bentak Zio yang benar-benar menatap sang kakek dengan penuh amarah.


Zio menduga jika Apa yang dilakukan oleh Angelina adalah atas suruhan dari Tuan Handoko. Zio tidak menyangka jika Tuan Handoko selaku kakeknya itu akan memisahkannya dari Silvana dengan cara yang begitu hina dengan mengirimkan Angelina ke dalam rumah tangga mereka.

__ADS_1


“Semua itu pasti karena suruhan kamu, bukan? Apa tidak ada cara yang lebih terhormat yang anda bisa gunakan selain dengan cara murahan itu?” sarkasme Zio yang menatap sinis Tuan Handoko.


Sedangkan Tuan Handoko yang mendengar apa yang dikatakan oleh Zio langsung membulatkan mata. Pria itu kaget mendengar apa yang disampaikan oleh Zio karena dirinya tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh wanita yang direkomendasikannya itu untuk menjadi cucu menantunya.


“kakek tidak tahu menahu akan soal kejadian itu” ucap Tuan Handoko dengan tenang.


“tidak perlu berbohong Aku sudah tahu semuanya, mengaku saja. Jika kamu yang menyuruh wanita itu untuk melukai istriku!” ucap Zio dengan suara rendah namun penuh penekanan setiap katanya.


“Sudah aku katakan, aku benar-benar tidak mengetahui hal itu. Kakek benar-benar serius mengatakan ini. Kakek tahu jika dia tadi keluar namun kakak tidak tahu jika ia pergi mencari istrimu ataupun dirimu.”


“Aku tidak percaya. Di mana wanita itu, tunjukan sekarang juga!" Sentak Zio yang menatap nyalang kedua bodygurd milik sang kakek.


Kedua bodyguard itu hanya bisa saling melirik satu sama lain sebelum keduanya dengan kompak melirik ke arah Tuan Handoko. Tuan Handoko yang melihat jika Zio benar-benar marah hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Jika sudah seperti ini tidak ada cara lain selain memberitahu dimana Angelina berada.


“Sebenarnya apalagi yang sudah di perbuat wanita itu?” Kata Tuan Handoko dalam hati yang mengumpat Angelina.


“Sudah sini ikut kakek.” Tuan Handoko segera berdiri lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar di depannya yang berjarak 3 kamar.


“Tidak perlu!” potong Zio yang langsung maju di depan pintu.


Saat tangannya terangkat untuk mengetuk pintu Zio tiba-tiba berhenti berbalik melihat Tuan Handoko dengan pandangan yang penuh curiga dan waspada.


“Ada apa? Ayo buka pintunya.” Ucap Tuan Handoko kepada Zio.


Zio yang melihat itu tidak langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan Handoko. Zio mundur 2 langkah lalu mengangkat kakinya hingga.


BRAKK


Pintu kamar itu langsung terbuka dengan kasar membuat Tuan Handoko dan kedua bodyguardnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dan juga mengelus dada. Tuan Handoko jadi bertanya-tanya sejak kapan cucunya itu menjadi seperti itu pikir Tuan Handoko yang menatap heran sang cucu.


"SIAPA YANG…."


"Aku, kenapa? Mau marah?" Potong Zio yang tersenyum sinis ke arah Angelina.

__ADS_1


Zio masuk di dalam kamar Angelina di-ikuti Tuan Handoko di belakangnya. Angelina yang melihat pria yang di sukainya ada di depannya langsung tersenyum senang. Dengan gerakan cepat Angelina berjalan menuju ke arah Zio.


"Zio kamu datang, kamu pasti mau minta maaf sama aku kan?" Ucap Angelina langsung memeluk lengan Zio.


Zio yang marah sedari tadi langsung bertambah marah saat Angelina dengan kacangnya memeluk lengannya. Tanpa perasaan pria itu langsung mendorong Angelina hingga jatuh tersungkur di lantai.


Bruk


"Zio kamu…"


Srettt


"Aaah lepas…, ini sakit Zio…!" Teriak Angelina yang merasa kesakitan.


Zio melepaskan rambut Angelina namun, sebagai gantinya pria itu langsung mengayunkan tangannya menampar wajah Angelina hingga sudut bibir wanita itu sobek dan berdarah.


Plak


Tuan Handoko yang melihat kemarahan cucunya Zio hanya bisa menelan ludah. Walau tahu jika temperamen sang cucu yang sanga emosian tapi Tuan Handoko belum pernah melihat Zio semarah ini.


“Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu dan perusahaan kecil ayahmu itu jika sampai istriku kenapa-napa.” Bisik Zio yang penuh penekanan setiap katanya.


“Sebenarnya apa yang terjadi pada wa…, maksud kakek apa yang terjadi pada Silvana, yah Silvana.” Ucap Tuan Handoko yang memperbaiki panggilannya terhadap Silvana bukan wanita itu.


“Jangan menatap kakek seperti itu. Kakek benar-benar tidak tahu menahu pa ang dilakukan oleh Angelina pada istrimu Silvana. Kakek benar-benar tidak tahu apa-apa.” Kata Tuan Handoko lagi yang menyakinkan Zio jika semua yang terjadi bukan karenanya atau campur tangan darinya.


“Wanita ini menarik rambut istriku dengan kencang hingga istriku kesakitan dan pingsan. Bukan hanya itu saja Istriku sampai masukl rumah sakit katanya dia bisa hilang ingatan karena jambakan dari wanita ini.” Kata Zio dengan amarah yang meledak-ledak.


“APA..?”


“Jika sampai Silvana Hilang ingatan maka aku sendiri yang akan membunuh wanita ini.”


UHUKK UHUKK

__ADS_1


__ADS_2