Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
bab 8


__ADS_3

Cup


Kedua mata Silvana membulat dengan sempurna saat benda kenyal itu menyentuh bibirnya.


Awalnya Zio hanya menempelkan bibirnya di atas bibir Silvana tapi karna tidak ada penolakan dari Silvana, Zio menggerakan pelan bibirnya. Zio mulai menyesap dengan lembut bibir Silvana walau Silvana tak membalas namun Zio terus menyesapnya lama kelamaan Silvana mulai membalas Ciuman Zio membuat Zio tersenyum di sela-sela Ciumannya. Mereka berciuman cukup lama hingga Silvana merasakan dadanya butuh pasokan oksigen hingga memukul-mukul dada bidang Zio, Zio yang mengerti pun melepaskan Ciumannya dengan pelan.


Hah. Hah. Hah


" Tuan….ingin membunuhku ya…." Sentak Silvana di sela-sela ia meraup dengan rakus Oksigen.


" Manis " ungkap Zio membersihkan sisa Saliva mereka di bibir Silvana dengan ibu jarinya.


" Kau tau……kau begitu menggemaskan dan menggoda di saat seperti ini " bisik Zio menatap lekat Silvana yang masih berada di pangkuannya. Silvana lalu menatap wajah Zio sehingga tatapan mata mereka bertemu baik Zio atau pun Silvana mereka seakan-akan hanyut dalam pandangan itu.


Ceklek


" Kau…."


" Maaf Tuan tapi kita harus kembali ke kantor sekarang " kata Arga acuh ia sudah kelewat Kesal dari tadi.


" Em Tuan bisakah turunkan aku…." Pinta Silvana menatap memelas kepada Zio pasalnya dari tadi Zio terus memeluk pinggangnya dan tak melepaskannya sedikit pun membuat Silvana tidak bisa apa-apa selain patuh.


" Duduklah dengan tenang Baby…." Pungkas Zio mengabaikan perkataan Silvana karna ia sibuk menghirup aroma mawar dari Silvana membuatnya dia tenang.


Sesampainya di perusahaan Arga langsung keluar lalu membukakan pintu untuk Zio, bersyukur saja Silvana langsung turun dari pangkuan Zio jika tidak dapat di pastikan akan ada orang yang melihatnya nanti.


Zio masuk ke perusahaan dengan wajah datar andalannya seluruh karyawan menunduk hormat saat Zio melewati mereka sedangkan di belakang Arga dan Silvana hanya diam mengikuti langkah lebar Zio.


Sampai di ruangan Zio langsung masuk dan fokus bekerja seperti biasa begitu pula Silvana dan Arga yang juga fokus bekerja dengan pekerjaan mereka masing-masing. Jarum jam terus berputar tak terasa sudah jam 8 malam tapi Silvana dan Zio masih asyik dengan pekerjaan mereka.


Tok


Tok


Tok


" Masuk " sahut Silvana tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di depannya.


" Kau tak ingin pulang " Sebuah suara Serak basah itu membuat Silvana mengangkat kepalanya lalu menatap ke arah sang punya Suara.


" Eh Tuan…." Silvana langsung berdiri saat menyadari jika yang mengetok pintu tadi adalah Bosnya.

__ADS_1


" Belum Selesai " basa basi Zio.


" Sedikit lagi Tuan " jawab Silvana seadanya.


" Sudah simpan dulu…..lanjut besok udah sudah larut. Ayo pulang….. " Zio lalu keluar dari Ruangan berjalan di depan Silvana.


Sampai di Lobby perusahaan Silvana langsung Celinguk kiri kanan mencari taksi karna ia tidak membawa kendaraan saat datang di perusahaan.


" Ayo masuk…aku akan antar…."


" Tuan mengantar ku " tanya Silvana menunjuk dirinya sendiri.


" Yah masuklah…."


Silvana yang merasa lelah dan sudah mengantuk langsung menyetujui ajakan Zio lalu melihat kiri kanan melihat keadaan setelah merasa aman Silvana langsung masuk ke Mobil Zio. Tanpa Silvana ketahui karna Ulahnya itu lagi-lagi menarik perhatian Zio yang sedari tadi menatapnya terus.


" Ayo Tuan Arga cepat…..nanti ada yang lihat " ucap Silvana dengan nada cemas menyuruh Arga untuk segera menjalankan mobilnya.


" Huuuuu " Silvana langsung Mengelus dada lega setelah keluar dari lobby perusahaan membuat Zio dan Arga langsung menatapnya heran pasalnya Silvana seperti habis melakukan perang saja menurut mereka berdua.


" Kenapa….." Zio bertanya dengan suara seksi miliknya membuat Silvana langsung menoleh ke arahnya.


Beberapa jam sebelumnya


Silvana yang merasa haus keluar ruangan dan berjalan menuju Pantry untuk membuat minuman. Namun karena kebelet pipis Silvana membelokan jalannya menuju toilet wanita. Silvana langsung masuk di toilet lalu lalu menyelesaikan urusannya setelah selesai Silvana hendak keluar akan tetapi terhenti saat mendengar samar-samar.


" Kau lihat Tuhan Zio makin tampan "


" Yah kau benar tapi sayang kita hanya bisa memimpikannya " kata wanita Kedua.


" Tapi tetap saja jika tuan memintaku untuk menghangatkan ranjang nya bahkan dengan sukarela aku akan melemparkan diri kepelukannya "


" Kalau itu mah bukan hanya kamu aku juga dengan sukarela menyerahkan tubuhku kepadanya "


" Beruntung apa ya wanita yang bisa mendapatkannya "


" Bisa beruntung bisa rugi kamu nggak lupa kan sama si Sarah manajer keuangan dia kan sangat terobsesi dengan Tuan Zio dia bahkan tak segan-segan menyiksa orang mendekati Tuan Zio "


" Ah kau benar bagaimana bisa aku melupakan keberadaan Si Sarah itu "


" Kau sudah tahu belum tentang karyawan yang baru-baru ini masuk rumah sakit"

__ADS_1


" Oh yang dari staft marketing itu kan "


"Iya. Dia masuk rumah sakit gara-gara si Sarah loh kepalanya sampai bocor karena sarah mukul pakai besi "


" Iiih itu si Sarah mah udah terobsesi banget sama tuan bahkan sudah berulang kali dia menggoda tuan tapi Tuan Zio tetap acuh "


" Lah Namanya sudah Obsesi mah mau di abaikan atau nggak tetap aja ngotot "


" Apalagi aku tadi nggak sengaja lihat Tuan Zio punya sekretaris wanita "


" What…..serius kamu "


" Iyah…malah langsung kerja ini hari juga "


" Woaaah kasian yah jangan sampai wanita itu bertemu dengan si Sarah "


" Sudah ayo pergi ini kelamaan kita disini "


Kedua perempuan itu segera keluar dari bilik toilet meninggalkan Silvana yang masih mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh kedua perempuan itu.


" Jadi……..astaga mati aku….." Guman Silvana bergidik ngeri lalu seger keluar dari toilet dengan cepat berjalan kembali ke ruangannya.


********


" Hiiiiiii " lagi lagi Silvana bergidik ngeri membayangkan dirinya akan di jadikan samsak tinju sama wanita yang menggilai Zio


" Kamu kenapa " Zio menatap heran kepada Silvana yang terus bergidik ngeri dan menatapnya seperti orang yang melihat hantu saja piki Zio.


" Nggak ada…" Silvana menjawab cepat di ikuti dengan gelengan kepala kiri kanan membuat Lagi lagi Zio Terkekeh.


" Arga tutup…" perintah Zio yang langsung di turuti Arga dimana Tiba-tiba muncul pembatas antara jok depan dan jok belakang membuat Silvana langsung membulatkan kedua matanya.


" Tuan kok di tutup " tanya Silvana polos namun Zio malah mendekat dirinya kepada Silvana.


" Kau tau…..aku tak pernah tertarik dengan wanita manapun tapi untuk pertama kalinya aku tertarik dengan wanita yaitu langsung kamu…." Ungkap Zio mengukung tubuh mungil Silvana dengan tubuhnya.


" Eh apa maksudnya…." Tanya Silvana linglung.


" Maksudnya……" Zio menggantung ucapannya lalu tambah mendekatkan dirinya dengan Silvana hingga tubuh keduanya kini terlihat Intim.


" Aku jatuh cinta padamu…. terdengar Gila tapi aku memang menggilai mu "

__ADS_1


__ADS_2