
“Jika kamu di suruh milih antara permen yang terbungkus atau permen yang sudah tidak ada pembungkusnya. Mana yang akan kamu pilih?” Ungkap Riko yang memberi dua pilihan kepada Doni.
“Ayo pilih!” Ucap Riko lagi yang menatap Doni dengan santai.
“Permen yang ada bungkusnya.” Kata Doni.
“Kenapa? Kenapa kamu memilih yang mempunyai bungkus dibanding dengan yang tak punya bungkus?”
“Karna yang ada bungkusnya masih bersih sedangkan yang tidak sudah kotor.” Jawab Doni.
“Jika disuruh pilih antara berlian atau batu mana yang kamu pilih?”
“Berlian!”
“Kenapa? Kenapa bukan batu?”
“Berlian berharga sedangkan batu tidak.”
Riko yang mendengar jawaban dari Doni hanya bisa tertawa masam saja. Nyatanya Doni tidak benar-benar ada pada pilihan yang di sebutkan tadi.
“Nyatanya kamu lebih memilih permen telanjang tak terbungkus di banding dengan permen yang masih utuh. Kamu lebih memilih batu di bandingkan berlian. Wanita yang menjaga dirinya di ibaratkan permen yang terbungkus menyembunyikan tubuhnya untuk orang lain demi suaminya. Menyembunyikan kesempurnaannya untuk suaminya. Sedangkan wanita yang kau miliki selama ini adalah permen yang telanjang tak terbungkus yang bisa di sentuh dan di jilat siapa saja termaksud seekor semutpun dan semut itu di ibaratkan pria yang memakainya,”
Deg
Doni yang mendengar penuturan dari pria paruh baya di depannya itu hanya bisa tertegun. Doni tak bisa berkata apa-apa karena semuanya itu adalah kebenarannya.
__ADS_1
“Sebuah berlian walaupun di buang di tempat lumpur ataupun tempat sampah sekalipun. Dia tetap berlian, dia akan selalu berharga dengan nilai fantasi. Sedangkan batu walau kamu letakan di tumpukan emas ataupun di tumpukan berlian sekalipun, dia tetap batu. Harganya tidak akan sama seperti emas apalagi berlian. Harganya akan tetap sama yaitu murah!” Tekan Riko.
Deg
Lagi lagi jantung Doni seperti di remas-remas saat mendengar perkataan menohok dari pria paruh baya di depannya itu yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
“Kamu tak perlu berbohong jika kamu ada di lobby atau pun ada dimana.. Daddy tahu pasti kamu ada dimana. Bukankah Vana yang mempermalukan kalian di depan banyak orang?” Sarkas Riko yang benar-benar kesal saat mengingat momen itu.
Jika saja waktu itu dia tidak memikirkan nama baiknya sudah dia sampaerin putranya itu.
“Jadi…. Daddy tahu masalah aku putus dan Vana dan… Aku juga yang kethuan bermain dengan Mona?” Ucap Doni dengan suara tercekat.
“Dari awal daddy sudah mengingatkan kamu Doni… Mona bukan wanita pertama atau ini bukan pertama kalinya kamu bermain api. Tapi Sudah berulang kali kamu melakukan hal itu di belakang Vana.” Kata Riko dengan nada datar.
“Vana bukan tidak mau memberi tapi sebenarnya dia tidak yakin denganmu. Mana ada wanita yang mau menyerahkan dirinya dengan suka rela saat kamu terus bermain apia…? Apa susahnya untuk kamu menikahi Vana? Itu hanya permintaan kecil yang akan kamu sanggup kamu lakukan jika kamu benar-benar mencintai Vana.”
“Tidak mampu? belum siap? Jangan menyesal jika Vana mencari atau bergantung pada pria lain. Menurut kamu? Apa kamu pikir setelah putus dengan kamu dia tidak akan mendapatkan pengganti kamu? Jangan salah Silvana itu cantikselain cantik dia juga baik dan lebih menariknya lagi dia cerdas.tidak seperti selingkuhan kamu itu.” Sindir Riko yang menatam tajam sang putra.
“Kalin ini aku serius dad.. Aku serius ingin kembali ddengan Vana.”
“Lalu apa masalahnya? Bukankah kalian sudah putus? Cari saja wanita lain yang bisa memuaskan nafsu belaka kamu itu.”
“Nggak dad… Aku benar akan setia dengan Vana. Aku akan benar-benar akan menikahi Vana. Aku mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia.Tolong dad,,,”
“Untukapa menikahinya? Untuk menyakitinya?Tidak perlu biarkan dia menemukan kenahagiaannya.”
__ADS_1
“Tidak dad…! Aku mencintainya…!”
“Apa yang menjadi bukti dari kecintaan mu itu? Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu masih terus mendatangi wanita itu? Kamu mengatakan mencintai Vana tapi tubuhmu selalu mencari kepuasan pada wanita ****** itu. Apa itu yang namanya cinta ha….? Jika kamu mencintai Vana kamu tidak akan mungkin menyentuh wanita yang tidak kamu cintai. Kamu tidak akan mungkin menyentuh wanita lain selain Silvana..!” Bentak Riko yang sudah tidak tahan lagi berura-pura bodoh tidak mengetahui apapun.
“Dad aku…”
“Aku apa ha….? Lihat daddy..! Selama ini apa pernah daddy bawah wanita lain di rumah ini? Apa pernah kamu meliat daddy dekat dengan wanita lain apalagi jika sampai melakukan hubungan suami istri tanpa adanya ikatan status yang sakral? Kamu sudah hidup selama 25 tahun dan ibumu telah meninggalkan daddy selama itu pula. Daddy tidak pernah menyentuh wanita lain bukan karna tidak nafsu tapi karna Daddy terlalu mencintai ibumu. Hingga setiap menatap wajah wanita lain yang daddy lihat adalah wajah ibumu yang menangis..!Itu cinta yang sensubgguhnya Doni…Bukan seperti kamu yang menjajahkan diri kamu dengan begitu gratis pada ****** di luar sana..”
Dengan kesal Riko mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya selama ini.Riko benar-benar tidak habis pikir dengan karakter Doni yang sangat keras kepala dan eois berbeda dengan dirinya terlebih pada istrinya ibu kandung Doni.
Istri Riko merupakan seorang wanita yang mempunyai sifat lemah lembut dan sangat baik pada siapapun. Sifat itu pula yang membuat Riko mencintai istrinya itu.
Sering kali orang mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya tapi kenapa putranya Doni sangat jauh berbeda dengannya?
“Daddy sangat menyayangi kamu lebih dari yang kamu tau nak. Tapi kali ini selesaikan masalah kamu sendiri. Kamu sudah dewasa, sudah bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Daddy anya berharap jika kamu ingin mengejar sesuatu maka kamu harus rela melepas yang lainnya karna kamu tidak boleh egois.”
Pesan Riko yang beranjak berdiri pergi meninggalkan Doni yang kini terdiam dengan kepala tertunduk. Entah menyesali keputusannya ataukah tidak hanya dia yang tahu.
“Sial..! Aku tidak bisa diam seperti iniVana milikku hanya milikku. Aku harus memikirkan cara bagaimana Vana mau memaafkan aku.” Ucap Doni yang mengepalkan tangannya berdiri dan pergi menuju kamarnya.
Tak jauh dari sana Riko berdiri menatap dalam sang putra sebelum menggelengkan kepala dengan wajah miris.
Nyatanya apa yang di katakan olehnya, apa yang dia keluarkan hingga mulutnya berbusa sekalipun nyatanya Putranya itu masih saja pada pendiriannya yaitu egois.
“Jika kamu terus seperti itu sampai kapan pun kamu tidak akan bisa mendaptkan Silvana. Justru jika kamu pun maju maka semakin kamu maju maka akan semakin pulakamu hancur. Pilihan mu hari ini adalah titikawal semuanya berakir. Harusnya kamu melepaskan wanita itu dengan begitu kamu bisa mempunyai peluang untuk kembali bersama Vana.” Guman Riko yang dengan wajah masam melanjutkan langkahnya untuk keluar dari mension itu.
__ADS_1
Otak pria paruh baya itu juga butuh udara segar untuk mendinginkan kepalanya yang panas.