
" Aku jatuh cinta padamu…. terdengar Gila tapi aku memang menggilai mu " ungkap Zio sungguh-sungguh tepat di depan wajah Silvana yang hanya bisa melongo.
" Aku jatuh sejatuh-jatuhnya padamu Baby jadi jangan pernah berharap kau akan lepas dariku karna itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi " lanjut Zio.
" Tapi…."
" Ssssst aku tidak terimah penolakan Baby. Mulai hari ini detik ini kamu adalah milikku dan aku adalah milikmu camkan itu"
Silvana yang masih syok hanya bisa membulatkan kedua matanya menatap syok ke arah Zio sedangkan Zio tatapan matanya sudah berhenti di benda kenyal dan semerah cerih yang sedari tadi sudah menggodanya hingga tanpa ragu Zio langsung menyergap benda itu.
Emmmh
Perbuatan Zio yang tiba-tiba membuat Silvana lagi lagi syok Zio ******* lembut Bibir Silvana bergantian atas bawah Silvana yang mulanya tidak merespon lama kelamaan mulai membalas Ciuman Zio sehingga membuat Zio semakin menggila bahkan kedua lidah mereka saling membelit satu sama lain.
Srek
Zio yang merasa posisinya kurang nyaman langsung menarik Tubuh mungil Silvana lalu mendudukannya di atas Pangkuannya hingga membuatnya leluasa mencium Silvana.
Bugh Bugh Bugh
Silvana yang sudah tidak bisa bernafas pun langsung memukul mukul dada Zio tanda Berhenti hingga Zio melepaskan Ciumannya lalu menatap Lekat ke arah Silvana yang sedang terengah-engah di pangkuannya namun itu malah terlihat seksi di mata Zio.
" Mulai sekarang kau kekasihku! Kekasih seorang ZIONARD " Tekan Zio sambil mengecup dalam kening Silvana. Sedangkan Silvana ia hanya bisa mematung mendapatkan perlakuan seperti itu walau pernah menjalin kasih dalam jangka waktu yang cukup lama Tapi Doni tak pernah memperlakukannya semanis dan seistimewa ini.
" Turunlah atau ingin ku antar sampai di depan Apartemen mu…." Bisik Zio di telinga Silvana yang membuat Silvana langsung tersadar lalu melihat sekelilingnya ternyata ia sudah sampai di depan gedung apartemen tempat ia tinggal.
Dengan pelan Silvana beranjak turun dari pangkuan Zio lalu keluar dari mobil dengan muka yang yang memerah. Tanpa ba-bi-bu Silvana langsung berlari Cepat menuju Lift meninggalkan Zio yang sedang tertawa terbahak-bahak di dalam mobil.
__ADS_1
" Jantung sialan…..berhentilah…" Rutuk Silvana dalam lift yang terus memukul mukul dadanya yang masih terus berdegup kencang.
Ting
Silvana berjalan keluar dari lift saat sudah sampai ke lantai apartemen miliknya. Silvana terus berjalan sambil menundukemcari sesuatu di tasnya hingga suara itu menghentikan langkahnya.
" Dari mana kau…"
Deg
Silvana langsung mengangkat pandangannya lalu melihat orang yang berdiri di depannya yang sedang menatapnya dengan tatapan mata tajam namun juga lembut secara bersamaan.
" Kerja " jawab Silvana singkat berjalan melalui sosok pria itu namun Lengannya di cekal pria itu.
" Ada apa lagi " tanya Silvana malas sambil melepaskan Cekalan tangan pria itu dari lengannya.
" Kenapa pulang Selarut ini " tanya Pria itu lembut.
Mendengar itu Doni langsung bungkam dan menghembuskan nafasnya secara kasar lalu menatap kembali Silvana yang seprtinya tak Sudi menatapnya lagi.
" Kau tak ingin menatap ku….atau memelukku bukankah kau selalu bilang aku adalah obat paling mujarab yang bisa menyembuhkan lelah dan Capek mu " kata Doni membuat Silvana langsung menatapnya namun hanya sebentar setelah itu.
" Cih itu aku begitu bodoh mencintai pria yang tak berguna seperti kamu. Bisa-bisanya aku mencintai kamu sedalam itu bahkan aku rela lembur karena kamu Sedangkan kamu? Mungkin bersenang-senang dengan para ****** mu di luar sana " Sarkas Silvana menatap Sinis Doni yang hanya bisa mematung mendengar setiap kalimat yang di keluarkan Silvana untuknya.
" Maafkan aku…..aku menyesal benar-benar menyesali semuanya…" ungkap Doni meraih kedua tangan Silvana lalu menggenggamnya Erat.
Sungguh! Ia benar-benar menyesal dan merasa kehilangan saat Silvana menjauh darinya. Sebrengsek apapun dia tapi Cintanya tak pernah pudar untuk Silvana semua ini ia lakukan hanya untuk memenuhi kepuasan batin yang tidak bisa Silvana berikan untuknya.
__ADS_1
" Maafkan aku…..kita mulai dari awal ya " pinta Doni mengelus pipi Silvana yang hanya bisa diam mematung.
" Aku janji….aku tidak akan lagi melakukan hal yang membuat kamu sakit aku janji! " Ungkap Doni sungguh-sungguh lalu langsung mendekap Silvana dengan Erat.
Sungguh ia merindukan pulang ini, kehangatan ini semua ini dia rindukan. Baik Doni maupun Silvana tidak ada yang mau melepaskan diri hingga Silvana tersadar saat merasakan benda hangat nan kenyal menyapu lembut Bibirnya.
"..Ehm " kaget Silvana mencoba memberontak akan tetapi Doni mengunci pergerakan Silvana hingga Silvana hanya bisa pasrah menerima Ciuman Doni.
" Pergilah….aku capek mau tidur " Usir Silvana saat Ciuman mereka terlepas lalu membuka pintu apartemen miliknya.
" Baiklah….selamat malam sayang Cup… " ungkap Doni lalu mengecup kening Silvana setelah itu baru beranjak pergi.
Ceklek
Bruk
" Hiks hiks hiks " Tangis Silvana pecah saat sudah masuk dalam Apartemen miliknya. Tubuhnya ambruk memeluk kakinya menyembunyikan wajahnya di antara lututnya.
3 tahun menjadi kekasih Doni tak pernah sekalipun Doni memperlakukan dia seperti tadi. Selama ini hanya dia yang berjuang untuk hubungan mereka sedangkan Doni tidak peduli.
Sekuat apapun Silvana mencoba terlihat baik-baik saja namun tak ada yang mengetahui jika hatinya begitu hancur menyaksikan Penghianatan yang di lakukan Doni. Hubungan mereka terjalin cukup lama selama itu pula Silvana terus memprioritaskan Dia dari segalanya mengikuti apa yang di perintahkan Doni, menjadi kekasih yang penurut dan tidak banyak menuntut Silvana lakukan lalu mengapa Doni sampai hari menduakan dirinya hanya alasan Nafsu.
Bohong jika Silvana dia akan mudah mendapatkan penggantinya. Bohong jika ia bilang tidak sakit hati, Nyatanya hatinya begitu terluka akan itu. Ia begitu Mencintai sosok pria yang dia anggap terbaik karna memahami keinginannya yang tak ingin berhubungan badan sebelum menikah nyatanya pria itu sama saja dengan pria yang di luar sana.
Doni adalah Cinta pertama dan kekasih pertama untuk Silvana tapi orang pertama pula yang menyayat hati Silvana dengan luka yang menganga-nganga tak berdarah.
" Kenapa…..hiks. Hiks aku pikir kamu yang bisa mengerti aku tapi ternyata….. kau bahkan lebih munafik sialan……hahahahahaha " Umpat Silvana di iringi dengan Tawa namun penuh air mata.
__ADS_1
" Aku cinta sama kamu sampai ke tulang-tulang ku dan kamu menyakiti aku juga sampai ke tulang-tulang ku hehehe memang Brengsek " Silvana mengumpat lalu menangis lalu Terkekeh lalu menangis lagi.
" Dasar Doni Buaya buntung Hiks hiks hiks kenapa juga dia harus balik lagi aku tidak akan mau kembali lagi bersama dia tidak akan hiks hiks " Racau Silvana di sela-sela Tangisnya.