Belenggu Ceo Arogant

Belenggu Ceo Arogant
Bab 13


__ADS_3

" Itu….. itu apa " Tanya Zio Syok menatap Ngeri gambar di layar depannya


" Itu namanya Zombie tuan…mereka itu monster setiap menggigit orang maka orang yang mereka gigit akan menjadi seperti itu juga " pungkas Arga


" Astaga…. bagaimana jika aku tergigit lalu menjadi seperti itu TIDAK……Silvana akan meninggalkan aku jika seperti ini " Batin Zio gelisah lalu kembali bergidik ngeri membayangkan Dia menjadi sosok seperti Zombie itu


" Bawah ini dan CEPAT KELUAR….." hardik Zio. Arga langsung menyambar Leptopnya lalu berlari keluar dengan menahan senyum di bibirnya.


" Emang enak di kerjain….." batin Arga Cekikikan sambil berjalan menuju ruang miliknya. Bersyukur saja di lantai 50 itu hanya terdapat dua ruangan yaitu ruang miliknya dan milik Tuannya. Jika banyak orang mereka akan memandangnya aneh karna tiba-tiba Cekikikan.


" Jadi dia tadi menyamakan ku dengan Zombie " Zio tiba-tiba berdiri lalu berlari masuk ke ruang pribadi miliknya


" Cermin…" Guman Zio lalu berjalan Cepat menuju Cermin besar di dalam ruangan itu. Sampai di depan cermin terlihat Zio menghela napas lalu menghembuskan secara perlahan lalu mulai Mengangkat kedua sudut bibirnya hingga tercipta ekspresi yang sama dengan yang di lihat Silvana tadi. Dengan percaya diri Zio mengangkat pandangan matanya lalu melihat bayangan di cermin kedua bola mata Zio membulat melihat ekspresi wajahnya di cermin


" Astaga…..kenapa sangat Aneh " monolog Zio lalu mulai memperagakan hal yang sama lagi tapi tetap saja hasilnya sama yaitu Kaku dan terlihat aneh. Tak mau cepat menyerah Zio terus mencoba, mencoba dan mencoba dengan hasil yang gagal gagal dan gagal lagi. Selama 30 menit Zio berdiri di depan cermin dan terus mengulang-ulang ekspresinya hingga giginya kering namun tak membuatnya mendapatkan hasil yang dia inginkan


" Sialan……kenapa malah terlihat mengerikan seperti ini " monolog Zio kesal. Dengan kesal Zio berjalan keluar dari ruangan pribadi miliknya.


Sampai di kursi kebesarannya Zio dengan kesal langsung duduk lalu menyambar berkas di atas mejanya. Selama 10 menit Zio memandang berkas itu lalu


BRAKK


" Berkas-berkas ini membuat ku tambah kesal saja " Zio menggebrak meja lalu mengumpat. Rupanya kekesalan Zio belum berakhir sampai disitu


Qq


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


" Masuk " Teriak Zio


Ceklek


" Tuan….."


" Ada apa " Zio berkata dengan Dingin membuat Arga terlihat ragu untuk menyampaikan apa yang di katakannya


" Itu Tuan….."


" APA " Sentak Zio


" Terjadi beberapa masalah di pembangunan hotel di lokasi Xx menyebabkan beberapa pekerja kita cidera " Papar Arga


" Menurut informasi yang saya dapat beberapa menit lalu semua tampak baik-baik saja lalu tiba-tiba saja lantai atas roboh "


Mendengar itu Zio mengetuk-ngetuk Meja dengan jarinya. Dahinya terlihat mengerut lalu kembali normal


" Kita kesana sekarang " kata Zio Beranjak berdiri dari kursi Kebesarannya


" Itu…..Apa nona Silvana perlu ikut " Tanya Arga hati-hati Menghentikan langkah lebar Zio. Zio lalu melirik sekilas ke arah Silvana yang terlihat fokus bekerja


" Tidak perlu " jawab Zio ketus lalu berjalan cepat keluar ruangan di ikuti Arga di belakangnya.


Mana mungkin dia mengajak Silvana untuk ikut jika sampai disana ia akan mengamuk. Zio masih cukup waras untuk tidak menunjukan sisi kejamnya terhadap Wanitanya itu. Bukan karna tak ingin tapi belum siap, ini masih terlalu dini untuk Silvana mengetahui sisi lain dirinya Zio belum siap jika harus kehilangan Silvana apalagi Silvana belum mencintainya sedikitpun dapat di pastikan Wanita itu akan langsung pergi meninggalkan dirinya saat ia tahu akan kekejaman Zio.


Sampai di tempat pembangunan Zio kelar dari mobil dengan aura yang Dingin dengan tatapan tajam Ia melihat bangunan yang roboh di depannya itu. Kedua tangannya mengepal rahangnya mengeras dengan jakung yang naik turun menehan amarah melihat Bangunan roboh padahal dari segi kualitas ia memberikan bahan-bahan dengan kualitas yang paling tinggi dan baik tapi kenapa bisa roboh seperti ini

__ADS_1


" Panggil penanggung jawab hal ini " Zio berkata Datar dan tanpa menoleh ke arah Arga. Matanya sibuk mengawasi setiap sudut pembangunan itu dari luar


" Baik Tuan…." Jawab Arga patuh lalu undur diri untuk mencari mandor


" Sialan……" umpat Zio


10 menit kemudian Arga muncul dengan di ikuti seorang pria paruh baya di belakangnya berjalan dengan tergopoh-gopoh menghampiri Zio


" Tuan…." Arga dan pria itu sampai di depan Zio lalu menundukkan kepalanya sebentar


" Katakan " satu kata Namun bisa membuat pria paruh baya itu bergetar akan ketakutan


" Sa….saya tidak tahu Tuan…..kemarin se..semua baik-baik saja bahkan bangunan itu terlihat kokoh dan tidak ada tanda-tanda akan roboh hingga tadi siang tiba-tiba saja bangunan lantai paling tinggi roboh di ikuti dengan lantai lainnya " Pria paruh baya itu menjelaskan dengan tubuh yang gemetar dan jangan lupa keringat sebiji jagung kini mengalir di dahinya


Mendengar penuturan sang Mandor membuat Zio dan Arga saling Lirik lalu menganggukan kepala samar


" Bawah kami ke tempat bahan-bahan di simpan " perintah Arga.


Pria paruh baya itu langsung membulatkan kedua matanya, seketika wajahnya langsung pucat pasi membuat Zio Menyeringai


" Tu…tuan "


" Kau tidak mendengar perintah " Arga menatap tajam pria itu hingga membuat pria paruh baya itu tambah bergetar ketakutan


" Ah……Si….silahkan Tuan…." Pria paruh baya itu dengan tubuh gemetar berjalan di depan Arga dan Zio yang sama-sama Tersenyum misterius


" Apa aku ketahuan…..? Bagaimana ini


Sial…. Aku harus memikirkan jawaban yang tepat jika tidak aku akan tamat " batin Pria itu yang mulai gelisah memikirkan nasibnya ke depannya

__ADS_1


__ADS_2